Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 25- Mengapa ia melakukan itu?


...Selang dua hari kemudian......


Pukul 14.10, Seorang lelaki muda tengah duduk termenung di kelasnya yang telah sepi, ia sudah sendirian di sana semenjak sepuluh menit yang lalu. Kelas telah usai, dan semua teman temannya juga telah meninggalkan kelas, tapi tidak dengan dirinya, ia justru tetap duduk manis di tempatnya, sembari menopang dagunya, serta tak sedang memikirkan suatu hal apapun. Ia memang seperti itu sejak dulu, suka menyendiri, pemurung, dingin pada siapapun, dan anti sosial. Walaupun sifatnya seperti itu, tak sedikit juga ada para wanita yang setiap harinya selalu mencari perhatian padanya, terutama zefa, ia sudah hafal siapa saja perempuan itu. Akan tetapi tak banyak juga yang iri dengannya, iri karena kepandaiannya, dan juga popularitas nya. Sudah sering ia mendapatkan sebuah ancaman maupun teror dari para orang yang tak menyukainya, akan tetapi tak dipedulikannya sama sekali, justru hanya dijawab senyuman miring olehnya.


Lalu karena hari sudah menjelang sore, beranjaklah lelaki itu dari bangkunya, kemudian berjalanlah ia meninggalkan kelasnya sembari menggendong tas ransel di punggungnya . Saat ini ia tengah berjalan melewati koridor sekolah yang telah sepi sembari mendengarkan lagu dari headset nya. Tak nampak satu pun orang di sekolah ini kecuali dirinya sendiri dan juga pak satpam yang nampak sedang mengunci pintu di kelas kelas. Lalu dari arah belakang sayup sayup seperti ada seseorang yang tengah memanggilnya, dan itu persis seperti suara perempuan. Ia berhenti sejenak, lalu kembali melangkahkan kakinya menuju ke parkiran sekolah, kemudian berniat untuk pulang ke rumahnya.


Sesampainya lelaki itu di parkiran sekolahnya, dengan segera ia buka kunci mobilnya, kemudian masuklah ia kedalamnya, dan dilajukannya mobilnya itu menuju ke arah rumahnya.


Dengan mengendarai mobil Lamborghini putih kesayangannya, saat ini lelaki itu tengah mengemudikan laju mobilnya dengan santai di jalanan yang sedikit padat. Sembari fokus menyetir, ia juga tengah memikirkan tentang mimpinya dua hari yang lalu, mengapa mamanya datang untuk kedua kalinya di mimpinya, apa maksud dari mimpinya itu, mengapa mamanya sampai dapat berkata demikian, sebenarnya apa maksud dari semua ini, setelah di rasa rasa sepertinya mimpinya semalam itu seperti sebuah petunjuk mengenai sebuah kejadian, yang tentunya tak ia ketahui, dan ia yakin pasti telah terjadi sesuatu pada mamanya, lalu di tengah lamunannya tak sengaja dilihatnya ibu guru cantik yang sering bertemu dengannya itu tengah berdiri di pinggir jalan sembari memainkan handphone di tangannya, lelaki itu tak mengerti sama sekali, mengapa gurunya itu berdiri di pinggir jalan sembari memainkan handphonenya seperti itu, apa ia tengah menunggu angkutan umum, atau tengah menunggu seseorang?. Lalu entah apa yang merasukinya saat ini, lelaki itu pun segera meminggirkan kendaraannya, lalu keluarlah ia dari dalam mobilnya itu, dan langsung menyender pada pintu mobil sembari melihat kearah ibu guru itu, ia tersenyum sekilas, akan tetapi senyuman nya perlahan memudar sesaat setelah ibu guru itu hendak menyeberang jalan, ia amati baik baik setiap langkah ibu guru itu, kemudian raut wajahnya berubah seketika sesaat setelah ia lihat sebuah mobil sedan tengah melaju dengan kencangnya kearah ibu guru itu, tanpa berpikir panjang lagi, lelaki itu pun segera berlari dengan kencangnya kearah ibu guru itu sembari berteriak keras kearahnya.


"AWASSS..." Teriaknya sembari tetap berlari kearah ibu guru itu, akan tetapi entah kenapa, ibu guru itu malah tak mendengarnya sama sekali, ia justru menatap bingung kearah Kaesang kemudian mengalihkan pandangannya kearah lain.


...Satu menit sebelumnya......


Sesaat setelah lelaki itu mendorong tubuh ibu guru itu ke tepi jalan, ia tak tahu apa maksud dari semua ini, mengapa ia sampai mendorongnya, dan sesaat kemudian terlihat jelas di matanya, sebuah mobil sedan kuning melaju dengan kecepatan tinggi kearah lelaki itu, dan membuat tubuhnya terpental sedikit jauh ke depan, dan tubuhnya juga dipenuhi banyak sekali darah. Ia begitu syok dengan kejadian yang baru saja dilihatnya tadi, jadi lelaki itu menyelamatkan nya, mengapa, mengapa ia melakukan itu?, apa maksudnya?. Setelah cukup syok dengan apa yang baru saja di lihatnya ini, wanita itu pun segera beranjak dari tempatnya lalu berjalan tergopoh-gopoh menuju ke tempat dimana tubuh Kaesang tergeletak. Sudah ada beberapa orang yang tengah mengerumuninya saat ini sembari bercengkrama antara satu dengan yang lain, dengan segera wanita itupun mulai berjalan menerobos kerumunan lalu duduk tersungkur di samping tubuh Kaesang yang saat ini tengah pingsang, ada begitu banyak darah yang mengalir dari pelipisnya yang pecah, dan tangan serta kakinya yang juga dipenuhi darah. Bau amis begitu menyeruak menusuk hidung, bagi sesiapa saja yang ada di sana, tapi tak mengganggu wanita itu sama sekali, ia justru mulai menangis tanpa ia sadari, dan mulai menyentuh pelan pipi Kaesang. Ia benar benar tak sadar jika tadi ada sebuah mobil yang tengah melaju dengan kencang kearahnya, jika ia sadar ia pasti akan minggir dengan segera, dan Kaesang pasti tidak akan terluka parah seperti ini karena menyelamatkannya. Ia benar benar merasa bersalah pada Kaesang. Mengapa lelaki itu harus menyelamatkannya, mengapa?. Ia begitu takut lelaki itu kenapa napa, dengan segera ia menyuruh beberapa orang di sana tuk memanggilkan ambulans, dan kata mereka, mereka telah memanggil ambulans dan sekarang sedang perjalanan menuju kemari. Ia tak berani berbuat apa apa karena takut jika ia berbuat sesuatu nanti keadaan Kaesang akan semakin parah. Sembari menunggu ambulans datang, wanita itupun tak berani berbuat apa-apa kecuali berdoa agar lelaki ini dapat selamat, ia terus saja mengulang ulang doanya itu hingga ambulans pun datang, sesaat setelah ambulans tiba di depan mereka, beberapa suster laki laki pun turun dari ambulans sembari membawa sebuah tandu. Dengan sigap beberapa suster itupun segera mengangkat tubuh Kaesang dan memasukkannya kedalam ambulans. Sesaat setelah itu meluncurlah ambulans tersebut ke rumah sakit terdekat dari sana, yaitu RS. Medika Mandiri. Mereka tengah melaju dengan kecepatan tinggi, sembari sesekali menengok kearah tubuh Kaesang sekilas. Sudah nampak lemah, serta pucat karena kehabisan banyak sekali darah, ibu guru yang menemaninya di samping tubuh Kaesang pun mulai merasa takut, ia takut jika lelaki itu sampai kenapa napa nantinya. Ia merasa bersalah sekali padanya, karena ia jadi seperti ini karenanya, karena menyelamatkannya.


"Kamu pasti kuat, Kaesang, ayo bertahanlah. sesaat lagi kita akan segera sampai di rumah sakit. Kamu pasti selamat, Kaesang, pasti selamat, saya tidak akan bisa maafin diri saya sendiri kalau kamu sampai kenapa napa." Ucapnya tepat di telinga kanan Kaesang, sembari menangis, dan menggenggam tangan Kaesang erat. Ia benar benar takut lelaki itu kenapa napa, bahkan tanpa di sadarinya, semua tingkahnya hari ini terkesan aneh, karena ia sampai sebegitunya pada Kaesang yang notabenenya dia adalah muridnya di sekolah, ya walaupun ia telah menyelamatkan nya, tapi tetap saja tingkahnya hari ini terkesan aneh, dan seakan akan ada sesuatu yang terjadi diantara mereka tanpa mereka sadari.


Bersambung.