Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 17- Akahkah sosok itu...Vierra?


Setelah cukup lama mereka di sana, dan es degannya juga telah habis, mereka berdua pun memutuskan untuk cabut dari sana, dan pergi tuk melanjutkan jalan jalan mereka lagi. Sembari mengobrol ringan. Saat Kaesang hendak mengangkat tangannya, tiba tiba tangannya itu bersentuhan dengan tangan ibu guru itu, lembut, dan halus, itu yang lelaki ini rasakan sesaat tangannya bersentuhan dengan tangan milik ibu guru itu. Ia merasa tak enak seketika, lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain tuk memecah kecanggungan. Lalu tiba tiba seorang bocah laki laki berumur sepuluh tahunan terlihat tengah berlari kearahnya dengan menenteng segelas minuman di tangannya.


"Misi kak, ini ada es Boba buat kakak." ucap bocah itu sembari menyerahkan es Boba itu pada Kaesang, akan tetapi Kaesang malah terbengong, dan tetap menatap kearah bocah itu dengan tatapan malas.


"Dari siapa?" Tanyanya datar.


"Dari kakak kakak cantik yang ada di sana tuh." Jawabnya sembari menunjuk kesuatu tempat.


Lalu sembari mengikuti arah yang ditunjuk bocah itu, nampak dari kejauhan Zefa, dan kedua temannya tengah berjejer tiga meter di depannya sembari tersenyum kearah lelaki itu. Dan saat mengetahui jika Zefa yang telah memberikan Boba ini padanya, sontak Kaesang pun langsung mendengus kesal, lalu memberikan Boba itu kembali pada bocah lelaki itu.


"Buat kamu aja." Ucapnya sembari menunjuk kearah Boba itu dengan dagunya.


"Beneran kak?" Tanya bocah itu ragu ragu, sembari meremas gelas boba itu pelan, dan menatap serius kearah lelaki muda itu.


"Ya." Jawabnya datar, sembari memelankan suaranya.


"Wih, makasih ya kak." Jawab bocah lelaki itu sembari menatap senang kearah laki laki dewasa di depannya, kemudian berlalu pergi.


Setelah bocah itu pergi, mereka berdua pun kembali melanjutkan jalannya, sembari mengobrol ngobrol kembali.


"Kok malah di kasih lagi ke anak itu?" Tanya ibu guru itu tiba tiba sembari menatap lelaki itu sekilas.


"Gak papa." Jawabnya singkat sembari tetap pada langkahnya, dan pandangannya tetap fokus ke depan.


"Kalau gak salah, tadi Zefa kan ya yang ngasih, terus kenapa kamu gak mau terima?" Tanya lagi ibu guru itu.


"Lagi males minum Boba." Jawabnya dingin.


Sesaat setelah lelaki itu mengatakan demikian, suasana canggung mulai tercipta diantara mereka, dan sedari tadi tak ada satupun obrolan yang terucap dari bibir mereka masing masing. Diam, dan senyap, itulah suasana yang tercipta diantara mereka saat ini, hingga tiba tiba ia dikejutkan dengan suara perempuan yang tengah memanggil seseorang dengan panggilan 'yas' , Kemudian saat mendengar itu sontak ibu guru di sebelahnya ini langsung menoleh kearah sumber suara, kemudian beranjak menghampirinya, dan meninggalkan lelaki muda itu sendirian di sana. Lalu saat ibu guru itu telah pergi, Lamat Lamat ia mulai teringat sesuatu, dan sesuatu itu membuatnya semakin penasaran dengan identitas ibu guru itu sebenarnya. Ia ingin bertanya langsung pada orang nya, akan tetapi namanya saja Kaesang, pastinya gengsi lah mau melakukan itu.


***************


Orang Gak jelasss_-


Hai kae, gimana liburanmu saat ini, kamu lagi di pantai Kuta kan?, Aku ingat, dulu kamu pernah kan ya ajak aku ke pantai Kuta, tapi saat itu aku nolak karena ada acara keluarga, maaf ya kae, aku gak bermaksud nolak saat itu, tapi aku emang gak bisa. Hmm kae, kamu mau gak ketemuan sama aku setelah balik dari study tour nanti, aku kangen banget sama kamu kae, aku pengen lihat wajahmu lagi, mendengarmu menggodaku dengan ribuan gombalan, dan membacakan puisi untukku. Aku kangen semua itu kae, aku kangen kenangan kenangan indah kita yang dulu, apa kamu juga merasakan apa yang aku rasakan, semoga saja iya ya, tapi kalaupun tidak ya tidak apa apa, karena kulihat kamu seperti sudah melupakanku, dan tak ingin aku kembali, iya kan kae, kuharap jawaban tidak darimu. Kae, kamu kemana?, Kamu sibuk?, atau lagi bersenang senang di pantai sama teman temanmu?, kuharap setelah ini kamu membaca pesanku ya, dan membalasnya dengan kata kata manis, seperti yang kau lakukan dulu.


Kae, dua tahun lagi aku Lulus, dan aku bisa sama sama sama kamu lagi, Kae, asal kamu tahu, setelah setahun di negeri orang, aku gak betah kae, aku gak tahan jauh jauh dari kamu, lalu akupun memaksa papa untuk memindahkanku ke sekolah di Jakarta, dan bujukannku itu berhasil, kae, aku di Jakarta sekarang, dirumahku yang dulu, jadi kapan kapan kamu datang aja ke sini ya, katanya mamaku kangen tuh sama kamu, pengen lihat kamu lagi, hehe


Kae, kamu sesibuk itu ya, sampai gak baca chatku


Kae, apa sampai detik ini kamu masih gak percaya kalau aku itu beneran Vierra?, iya kae?


Kalau kamu mau sesaat setelah study tour nanti aku bakalan Dateng ke rumahmu, dan temuin kamu langsung supaya kamu percaya kalau ini beneran aku


Kae aku masih sayang sama kamu sampai detik ini, tapi kulihat kamu seperti telah mendapatkan yang jauh lebih baik dari aku ya?, siapa dia?


Kae, hello👋


^^^Stop, jangan ngaku ngaku sebagai Vierra deh, gua muak dengernya!^^^


Tuh kan, kamu masih gak percaya sama aku, please kae, percaya sama aku, aku beneran Vierra


^^^Please jangan ganggu gue lagi!^^^


 


setelah berkata demikian, Kaesang pun langsung mematikan handphonenya, memasukkannya kembali kedalam saku celananya, lalu mengusap wajahnya kasar, ia ingin untuk tak percaya dengan semua hal tadi, tapi di setiap perkataannya ia dapat merasakan jika memang Vierra yang telah mengiriminya pesan itu, ia kenal betul siapa Vierra, dia gadis yang cantik nan imut, pintar, dan lumayan cerewet, pernah ia mengirim sebuah pesan pada Kaesang yang isinya begitu panjang dan menusuk hati, akan tetapi setelah di ketahui ternyata itu semua hanyalah sebuah prank semata, dan itu tentu saja membuat lelaki itu kesal seketika, lalu memblokir nomor pacarnya itu selama dua harian lebih.


Sudah kurang lebih dua harian mereka berdua tak berbicara sama sekali, Vierra telah meminta maaf, dan mencoba membujuk lelaki itu, akan tetapi nyatanya pacarnya itu memang batu, dan baperan, jadi sedikit susah untuknya tuk dapat mengembalikan mood pacarnya itu, hingga hubungan mereka pun membaik dengan sendirinya.


Bersambung.