Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 63- 25 Juni


...Kelanjutan dari episode kemarin......


'Deae..? are you there?'


^^^'Eh, iya Kae, maaf tadi kamu ngomong apa?'^^^


'Rumah nenekmu itu lho ada di Cianjur mana? aku kan lagi ada di Bogor, jadi sekalian mampir gitu, jaraknya juga gak jauh jauh banget, hmm boleh kan ya aku mampir kesana, nanti takutnya pas nyampe di sana aku diusir lagi.'


^^^'Ya gak mungkin diusir lah Kae, atas dasar apa aku ngusir kamu, orang kamunya juga gak ada salah sama aku.'^^^


'Ya bisa aja kan, hmm tapi, kamu gak lagi bohongin aku kan dear?


^^^(kok kaesang jadi nanya gitu, apa dia mulai curiga ya?)^^^


^^^'Kok kamu jadi nuduh aku bohong?! kamu gak percaya sama aku, yaudah deh gak papa.'^^^


'Eh bukan gitu dear, aku kan cuma nanya aja, maaf ya kalau seumpama pertanyaan aku buat kamu kesinggung gitu.'


^^^'Iya gak masalah kok, santai aja.'^^^


'Dear..'


^^^'Iya Kae..'^^^


'Kamu tahu gak besok tanggal berapa?'


^^^'Hmm tanggal 25 Juni hari Rabu, emangnya kenapa, tumben nanya tanggal segala?'^^^


'Ish bukan itu, coba inget inget lagi, ada momen apa di tanggal 25 Juni itu?'


^^^'Hmm apa ya, gak inget, atau hah, besok hari ulangtahun kamu ya, makanya kamu kayak ngecode code gitu, hayo bener kan dugaan aku.'^^^


'Ngawur kamu, mana ada aku ulang tahun tanggal 25 Juni, yang ada aku itu ulang tahun bulan April tahu.'


'Iyadeh ibu guru. Besok itu hari anniversary jadian kita yang ke dua bulan, masa iya hari terpenting gitu kamu bisa lupa sih?! atau kamu emang sengaja gak mengingatnya?'


^^^(sembari menepuk jidatnya, ia pun teringat sesuatu)^^^


^^^'Oh yaampun, iya, kenapa aku bisa lupa ya. Maafin aku ya Kae, aku bener lupa serius, dan itupun aku emang lupa bukan sengaja ngelupain, sekali lagi maaf, terlebih karena aku sering nyusahin kamu gitu.'^^^


'Dear stop jangan ngomong gitu, aku jadian sama kamu emang karena aku beneran suka, dan cinta sama kamu, itu pun tulus dari lubuk hati aku yang paling dalam. Dan maaf ya kalau seumpama di dua bulan ini aku selalu gangguin kamu, atau kurang asik diajak ngobrol, sekali lagi maafin semua kekurangan aku ya, dan terima kasih karena sudah mau Nerima aku yang notabenenya aku adalah murid kamu, aku bener bener bahagia banget bisa jadian sama perempuan cantik, dan sebaik kamu. Walaupun kamu jauh lebih dewasa dari aku, itu gak masalah, justru kamu bisa jauh lebih dewasa, dan bisa bimbing aku tatkala aku tengah tersesat. Dear, dua bulan ini aku begitu senang, dan berharap semoga cinta kita ini gak berkesudahan ya, aku gak mau kehilangan kamu, atau pun jauh jauh dari kamu, rasanya sulit, tapi aku mencoba tegar, karena kamu selalu bersikap tegar di depan aku. Dear, I love you always, and I hope you feel the same too.'


Tyas yang mendengar penuturan kaesang tersebut hanya bisa diam, ia tertegun pada kata kata yang kaesang ucapkan itu, ia seakan terhipnotis, tanpa suara ia pun mulai meneteskan air mata, karena kini ia merasa jika karena kehadiran kaesang tersebut dalam kehidupannya, ia mulai mendapatkan kembali cahaya kehidupan, dan setelah kesepian yang selama ini di laluinya, kini sirna karena keberadaan kaesang, lelaki itu begitu perduli, dan tulus sayang padanya, apalagi jika melihat umur kaesang terpaut jauh dibawanya, ia sekarang mulai percaya akan adanya cinta, dan ketulusannya. Tyas masih begitu bersyukur, dan bahagia bisa mendapatkan kaesang sebagai kekasihnya, hingga kata kata di akhir ucapan kaesang berhasil membuat Tyas terdiam sejenak sebelum ia kembali meneteskan air mata.


^^^'Kae, terima kasih ya kamu sudah selalu baik sama aku, mau terima aku yang posisinya sebagai guru kamu ini. Dulu aku begitu gak nyangka saat kamu mulai mengutarakan isi hatimu padaku, dan menembakku, aku tak habis pikir dengan jalan pikiranmu, kenapa bisa bisanya laki laki muda, dan tampan sepertimu bisa menyukai perempuan sepertiku, tapi kini aku tak lagi ragu Kae, aku begitu bersyukur bisa ada kamu dalam hidup aku, menjadi pelita di kehidupanku yang gelap, dan menjadi sandaran bila aku tengah lelah. Kae, maafin Segala kekurangan aku ya, maaf kalau seumpama dengan jabatan aku sebagai guru aku jadi kurang perhatian sama kamu, dan jadi jarang buat kita ketemu, tapi yang aku suka dari kamu itu, kamu itu baik, dan selalu sabar saat ngadepin aku yang susah dihubungi, sekali lagi terima kasih ya Kaesang Abi Permana, I also love you very much, and hopefully only fate can separate us.'^^^


^^^'Dan selamat hari anniversary jadian kita yang ke dua bulan ya, asal kamu tahu Kae, aku begitu bahagia hari ini, karena ada kamu yang begitu mencintai aku, dan semoga hubungan kita ini tak terpisahkan ya, kecuali takdir lah yang memutuskan.'^^^


'Iya dear, harapanku juga sama, semoga saja takdir tak mempermainkan kita ya, dan kita bisa bersama selamanya.'


^^^'Iya Kae."^^^


..........................................................................


Di halaman depan rumahnya, nampaklah Indra yang baru saja pulang karena dirinya sengaja memilih pulang cepat, dia yang baru saja menuruni mobilnya, dan melangkahkan kakinya menuju kearah rumahnya, seketika terkejut dengan kedatangan paket misterius yang tergeletak tepat di depan pintu rumahnya, tanpa merasa curiga Indra pun lantas meraih paket tersebut, lalu mulai kembali memasuki rumahnya.


Di dalam rumah, Indra pun lantas duduk di sofa ruang tamunya, ia rebahkan bokongnya di sofa tersebut, kemudian meletakkan tas kerjanya di sampingnya duduk, tanpa istirahat terlebih dulu, Indra pun lantas mulai mengamati paket yang tergeletak tadi, ia amati paket tersebut, dan ternyata tak ada satupun nama pengirim yang tertera di atasnya, malahan hanya ada nama putranya, yaitu kaesang sebagai penerimanya. Ia sempat dibuat bingung kenapa hari hari ini ada banyak sekali paket tanpa nama yang datang kemari, dan itu tentu atas nama kaesang. Ia tak sempat tahu apa isi nya mengingat kaesang tak pernah membahas tentang itu padanya sedikitpun, jangankan membicarakan hal itu, mengobrol dengannya pun rasanya susah sekali. Sebenarnya Indra penasaran akan isi dari paket yang diterima putranya tersebut, tapi kalau ingin menanyakannya langsung, rasanya tak enak, makanya Indra urungkan rasa penasarannya itu, dan memilih tak ambil tahu dalam hal itu, sampai saat paket ini datang, dan tepat sekali kaesang juga tak sedang ada di rumah, lalu mengingat ia juga penasaran dengan isi dari paket ini, tanpa persetujuan dari Kaesang, Indra pun langsung membukanya begitu saja.


Setelah dibukanya paket tersebut, tangan Indra pun bergetar, tatapannya mengisyaratkan bahwa ia begitu terkejut saat ini, tatapannya pun tak lepas dari isi paket di tangannya ini, bagaimana ia tak terkejut, sebuah sepatu hills hitam dengan bongkahan berlian di suatu sisinya, juga sebuah foto keluarga, apalagi yang lebih mengejutkannya adalah foto itu adalah foto keluarganya, ia lebih syok, dan tak percaya, karena terlebih lagi semua yang ada di dalam paket ini termasuk foto yang tengah dipegangnya tersebut tengah berlumuran darah kering semua, ia tak habis pikir apa maksud dari ini semua. Apalagi setelah teringat suatu momen, dirinya pun kembali teringat, bahwasanya sepatu hills hitam tersebut adalah kepunyaan Zora, mantan isterinya, ia ingat betul ini kepunyaan Zora, sebab ini adalah kado di hari ulangtahun nya yang sengaja di belinya jauh jauh di Perancis untuk membuktikan rasa cintanya pada sang isteri, tapi kini kenapa sepatu ini bisa ada di sini, sebuah foto, dan juga ada sebilah pisau yang sama sama berlumuran darah kering. Indra tak habis pikir, siapa orang yang telah berani meneror putra semata wayangnya tersebut, dan apakah semua paket yang kaesang terima selama ini juga berisi barang seperti ini, jika benar kenapa kaesang tak pernah mengatakan apapun padanya. Tak kuat dengan semua barang tersebut, Indra pun lantas menutupnya kembali, tapi belum juga tangannya mendekati paket tersebut, sebuah surat terselip di antara hills dan foto tersebut nampak oleh penglihatannya, Indra yang menyadari hal itu, lantas meraih secarik surat yang terselip itu, kemudian menutup kembali kotak paket tersebut, dan meletakkannya tepat di atas meja di hadapannya.


Indra pun mulai membaca surat tersebut, perlahan dan pasti, kini nampaklah wajahnya mulai kaget, dan ada rasa tak percaya di dalamnya, karena bagaimana ia tak terkejut, surat ini begitu gila, dan saking gilanya Indra pun dapat menebak siapa pengirim surat tersebut, dan saat mulai geram, Indra pun lantas meremas surat tersebut, lalu menyebutkan sebuah nama,


WAHYU..


Bersambung.