Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 55- Mira??


...Kelanjutan dari episode kemarin......


Tanpa merasa ada yang aneh dengan paket tanpa nama tersebut, atau apa, Tyas pun langsung meletakkannya di meja ruang tamu begitu saja, dan tak menggubrisnya sama sekali, dirinya justru tengah menuju dapur, dan hendak melanjutkan aktivitas memasaknya kembali.


disela sela aktivitas memasaknya, ia kembali diingatkan dengan paket yang sempat di temukannya tadi tepat di depan pintu rumahnya, ia sempat heran dibuatnya, sebab tak ada satupun nama pengirim yang tertera di sana, ia takut jika isi dari paket tersebut hanyalah sebuah peneroran saja, tapi selepas menepis pikiran tersebut, ia pun beranjak mematikan kompornya yang tengah menyala tersebut, kemudian memindahkan masakannya yang telah jadi tersebut ke dalam piring kosong yang sudah disiapkannya sebelumnya.


Sebelum ia beranjak ke ruang tamu tuk membuka paket misterius tersebut, dirinya lebih dulu mandi bersih bersih diri beserta rumahnya, kemudian makan malam dengan masakan yang telah dibuatnya tadi, yaitu bakmi goreng ayam udang. Dirinya menikmati makan malamnya tersebut, sendiri di meja makan minimalisnya, dirinya sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu, sampai tanpa sadar ia sudah menghabiskan seluruh makanan di piringnya, melihatnya telah habis, Tyas pun lantas membereskan semuanya, dan minum, barulah selepas itu dirinya pun beranjak ke ruang tamu tuk membuka paket yang sempat di terimanya tadi.


Sembari merebahkan bokongnya di sofa ruang tamu miliknya, dirinya pun kemudian meraih kotak paket tersebut di atas meja di hadapannya, ia lantas meregangkan pita yang mengikatnya, lalu membukanya perlahan, dan dorr, paket cantik, dan terkesan mewah tersebut ternyata berisikan sebuah parsel, ataupun bisa dibilang kado untuk pasangannya bila tengah berulang tahun, tapi bingungnya siapa yang tengah mengirimkan paket ini padanya, apa maksudnya, tak mungkin jika kaesang yang mengirimnya kan?



Saat mendapati paket tersebut, dan secarik surat di dalamnya, Tyas pun kemudian meraih surat tersebut terlebih dulu, kemudian membacanya, dia sempat mengernyit sebelum akhirnya mengembalikan surat tersebut kembali ke tempatnya semula. Bagaimana tidak, di surat tersebut tertulis ucapan selamat ulang tahun pada dirinya, dan Ucapan ucapan manis lainnya, sementara sekarang ini dirinya tak sedang berulang tahun, ataupun tentang ucapan ucapan manis tersebut, dirinya begitu jijik, karena terkesan merayu, dan juga lebay.


Tanpa menimbang nimbang kembali, Tyas pun memutuskan tuk menutup kembali paket tersebut, dan rencananya akan dibuangnya ke depan nanti selepas ia menjalankan kewajibannya sebagai seorang umat muslim.


..............................................................


Dibawah alam sadarnya, kaesang pun terbangun di sebuah tempat kosong, gelap nan sunyi, bahkan dirinya tak dapat melihat apapun di sana, semuanya gelap, ia meraba raba, mencoba mencari sesuatu yang dirinya sendiri tak tahu apa, berjalan tanpa arah berharap ada secercah cahaya di depannya yang akan menuntunnya.


Tanpa tahu di mana ia berpijak, kaesang pun tetap melangkah kedepan, selangkah demi selangkah, hingga ia kembali mendengar suara perempuan yang sempat memanggilnya tadi, akan tetapi kini suaranya sedikit keras, seperti perempuan tersebut ada tepat di hadapannya, lalu di sela sela berjalannya, tiba tiba munculah seorang perempuan yang amat dikenalnya tepat dua meter di depannya, perempuan itu cantik, rambutnya terurai lurus selengan, dan memakai dress panjang berwarna putih, perempuan itu tersenyum penuh arti kearahnya, hingga senyumannya itu pun menyadarkan kaesang siapa perempuan itu sebenarnya, ya dia adalah wanita yang dicintainya, Tyas, dia tengah berdiri dengan tangan tergantung lemas di samping kedua pahanya, dia tersenyum kemudian berbalik badan, dan berjalan kembali, meninggalkan kaesang yang masih terbengong di tempatnya.


Kaesang yang mendapati Tyas berjalan pergi mendahuluinya lantas ikut berjalan di belakangnya sembari mengikutinya kemana ia akan pergi, lalu jauh sudah mereka berjalan, Tyas pun lantas berhenti sebelum akhirnya ia berbalik badan, tersenyum kembali kearah kaesang, lalu memanggil namanya, dan menghilang begitu saja.


'Dear....dear, kamu dimana, dear jawab aku,' Teriak kaesang saat mendapati Tyas menghilang begitu saja dari pandangannya, ia lantas memutar pandangannya kesana kemari guna mencari sosok Tyas tersebut, tapi nihil semuanya kosong, tak ada siapapun di tempat tersebut kecuali dirinya sendiri. Kaesang yang merasa jika tadi memang benar benar Tyas, lantas berteriak kencang sebelum akhirnya ia terbangun dari mimpinya, ia tersentak, air keringatnya bercucuran membasahi wajahnya seolah olah dirinya telah berlari sejauh 10 kilo meter saking banyaknya keringatnya tersebut, ia pun lantas bangkit dari tidurnya, kemudian duduk sembari menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang. Ia berangsur lega karena ternyata yang tadi dilihatnya, dan dialaminya hanya sebuah mimpi belaka, tapi mengingat Tyas, kaesang pun teringin menelpon wanita tersebut, tapi karena hari sudah menjelang malam, dia takut jika ia menelponnya sekarang hanya akan menggangu waktu istirahat Tyas saja, maka ia urungkan itu sebelum akhirnya ia memilih tuk berdiam diri saja tanpa melakukan aktivitas apapun.


...........................................................


Disisi lain, kita diperlihatkan sesosok Indra tengah berada di sebuah ruangan pribadinya, dengan sorot lampu temaram ia nampak berdiri di depan deretan rak buku sembari memandangi sebuah buku memory di tangannya, ia sempat tersenyum dibuatnya, hingga halaman demi halaman semua sudah dijarahnya, banyak canda tawa di setiap foto yang dijumpainya itu, ia begitu ingat setiap kejadian di foto tersebut, dimana di semua foto di album tersebut, adalah kejadian lengkap saat dirinya berumur 5 tahun sampai dirinya berumur 14 tahun, tepatnya kelas dua SMP. Dia begitu ingat apalagi di satu foto di album tersebut, dimana itu adalah foto dirinya bersama lima orang kawannya saat tak sengaja berfoto selepas pulang dari sekolah.


Dirinya mengusap satu persatu orang difoto tersebut, hingga tangannya berhenti di salah satu perempuan di foto tersebut, ya perempuan cantik berumur 13 tahunan dengan rambut dikuncir belakang tersebut nampak tersenyum senang di foto tersebut, dan melihat itu Indra pun lantas tersenyum sebelum akhirnya ia mengatakan,


'Mira, aku kangen banget sama kamu, andai saja kamu masih hidup, sekarang ini pasti kita sudah bahagia dengan keluarga kecil kita, dan Kaesang, dia juga pasti gak akan seperti sekarang ini Mira,' Ia sempat berkaca kaca sebelum akhirnya ia tutup kembali buku memory tersebut, dan dikembalikannya di tempat semula.


Selepas selesai dengan urusannya Indra pun pergi meninggalkan ruangan tersebut, dan keluar, menguncinya kembali, dan memutuskan tuk pergi keruang kerjanya saja, mengingat hanya di sanalah tempat dimana dia bisa melupakan semua kesedihannya.


Bersambung.