Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 10- Study tour


Sesampainya di rumah, lelaki itu, Kaesang segera memasukkan mobil mewahnya itu kedalam garasi, kemudian menutupnya kembali, dan pergi ke kamarnya. Saat ia hendak memutar knop pintu kamarnya, tiba tiba saja papanya muncul dari arah belakang tubuhnya, dan mengagetkannya.


"Kok baru pulang, dari mana aja kamu?" tanya papanya itu dengan nada menginstrogasi. Dan dari pertanyaannya, papanya itu seperti menginstrogasi seorang gadis yang semalaman gak pulang saja, dan itu tentu saja sukses membuatnya tertawa dalam hati, 'Kayak nginstrogasi anak perempuan aja nih si papa, seolah gak tau aku gimana orangnya,' pikirnya dalam hati.


"Dari starlight cafe." jawabnya singkat, kemudian ia pun berlalu pergi masuk kedalam kamarnya, dan meninggalkan papanya yang masih tetap berdiri di tempatnya, tanpa berpindah sisi sedikitpun.


"Starlight cafe?, itu kan..." ucapnya sendiri, kemudian ia pun langsung teringat sesuatu, ya benar, tempat itu adalah tempat favorit keluarganya dulu, ia beserta keluarganya dulu sering sekali pergi ke sana bila akhir pekan. Cafe itu adalah saksi dimana dia dan keluarganya dulu masih bersama, dan juga bahagia. Tak ada satupun masalah yang menimpa kami, hingga membuat keluarga kami goyah. Tapi tak tahu mengapa, kini keluarga kami bisa terpecah seperti ini. Saat membayangkannya, tanpa sengaja sebulir air mata langsung menetes dari pelupuk matanya. Ia rindu masa masa dimana keluarganya masih bersatu dulu. Lalu karena tak ingin mengganggu istirahat putranya, pria itu pun segera beranjak pergi dari sana, dan memutuskan untuk tidur di kamarnya saja sembari merenungi semua yang telah terjadi di hidupnya hingga saat ini, mengapa keluarganya bisa sampai terpecah seperti ini?.


********


Di dalam kamar, lelaki itu tengah mempersiapkan barang barang yang hendak dibawanya besok study tour. Ia mempersiapkan dua buah baju ganti, sikat gigi, dan satu buah black card, lalu ia masukkan ke dalam tas kecilnya. Hanya sesimpel itu bawaannya, ya lelaki itu tak mau membawa barang bawaan terlalu banyak, layaknya orang pindahan. Ia memutuskan, jika nanti ia butuh sesuatu ia akan langsung membelinya saja dengan black card nya itu. Kemudian setelah ia selesai mempersiapkan barang bawaannya untuk besok, ia pun beranjak naik ke atas ranjangnya, dan hendak tidur. Akan tetapi tiba tiba saja, handphone miliknya berbunyi, menandakan jika ada seseorang yang tengah mengirimkan pesan padanya. Kemudian lelaki itupun segera meraih handphone nya dengan malas dari atas nakas di samping ranjangnya, kemudian membukanya, dan melihat siapa gerangan orang yang telah mengiriminya pesan malam malam begini.


+6281442363741


Hai Kaesang..kamu udah tidur belom?


22.35


Ini nomorku, Zefa, simpan ya, siapa tau kamu butuh teman curhat, hehe:)


22.35


Ehm, besok study tour kan ya?, kamu ada rencana gak mau duduk di bis sama siapa?, kalau gak duduk sama aku yuk, aku gak ada teman nih buat diajak duduk bareng, jadi aku ajak kamu aja, mau gak?, kan pas gitu, cewek cantik sama cowok ganteng duduk sebangku, hehe, mau gak?


22.36


Kaesang, kamu kemana sih?!, kok gak baca chat dari aku, kamu lagi sibuk ya, hmm bales dong, please 🙏


22.37


Kaesang...?


22.37


P


22.38


P


22.38


Ih bales dong!!


22.39


^^^Apaan sih lo ganggu aja!!^^^


^^^22.40^^^


^^^Gak, gua gak mau duduk sebangku sama cewek alay kayak Lo, terserah gua mau duduk sama siapa, itu bukan urusan Lo tau gak!!^^^


^^^22.41^^^


Tapi, Kae...


22.41


^^^Udah jangan ganggu gua lagi, gua mau tidur, ngantuk^^^


^^^22.42^^^


Tunggu, Kae, aku belum selesai ngomong


22.42


*****keesokan harinya*****


...Tut...Tut...Tut......


...Papa...


...calling you...


.................


.............


.........


........


.......


...panggilan tak terjawab 05.05...


...panggilan tak terjawab 05.06...


...panggilan tak terjawab 05.06...


Lelaki itu tertidur dengan pulas nya hingga tak mendengar panggilan beruntun dari layar handphone nya. Sesaat kemudian ia pun terbangun dari tidurnya, kemudian meregangkan tubuhnya, sembari mengusap kedua matanya dengan telapak tangannya.



(Ilustrasi kamar mandi pribadinya Kaesang; )


Ia menatap sekelilingnya dengan tatapan sayu, kemudian setelah itu ia pun beranjak bangun dari ranjangnya, lalu pergi membersihkan tubuhnya di kamar mandi pribadinya, ia nyalakan shower kemudian membiarkan tubuhnya dibasahi oleh air dari pancuran shower tersebut. Setelah acara mandi mandinya selesai, lelaki itupun segera beranjak keluar dari kamar mandi dengan mengenakan piyama hitamnya.


Dengan berbalutkan kaos hitam polos, dan jaket Levis coklat muda di luarnya, serta celana jeans hitam dengan sobekan di bagian lututnya yang menutupi kaki jenjangnya, lelaki itu tengah berdiri dengan gagahnya di depan sebuah cermin besar di kamarnya, ia menyisir rambutnya, merapikan bajunya, kemudian menyemprotkan parfum ke beberapa bagian tubuhnya hingga bau parfum itu menyeruak menusuk hidung bagi siapa saja yang menciumnya. Benar benar tampan, ya dengan setelan baju, celana serta jaketnya saat ini benar benar cocok dengannya. Setelah ia selesai berdandan, ia pun segera mengenakan sneaker putih kesayangannya, kemudian meraih tasnya, lalu beranjak keluar dari kamarnya, menutup kembali pintunya, kemudian ia pun meminta supirnya untuk mengantarkannya ke sekolah, sebab ia akan pergi study tour, jadi tak mungkin untuk dirinya menyetir mobil sendiri untuk pergi ke sekolah.


"Mang Jaja..." panggil lelaki itu pada seseorang yang dipanggilnya mang Jaja tersebut. lalu dari kejauhan tampak seorang pria berumur empat puluh tahunan tengah berlari kearah lelaki muda itu.


"Iya, den, ada yang bisa saya bantu?" jawab pria itu sopan, sembari sedikit menundukkan kepalanya.


"Mang, siapin mobil ya, anterin saya ke sekolah." titah lelaki muda itu pada pria di hadapannya sembari fokus pada handphone di tangannya.


"Tumben, den mau dianterin biasanya mah selalu berangkat sendiri," heran mang Jaja, sembari berkacak pinggang, dan menatap kearah lelaki muda di depannya.


"Mamang nih kepo amat dah, saya mau ada kegiatan study tour nih ke Bali dari sekolah, udah cepetan siapin mobil, kita berangkat sekarang, takut ditinggalin nanti saya!" jawab lelaki muda itu ketus, sembari memberi titah pada pria dewasa di depannya.


"Oh baik, baik den, saya siapin mobilnya segera, permisi den." ucap mang Jaja pada lelaki muda itu, kemudian berlalu pergi melaksanakan titah yang diberikan oleh atasannya itu.


"Yaudah cepat!" timpal lelaki muda itu sembari meninggikan suaranya, dan melihat sekilas kearah mang Jaja, kemudian berfokus pada handphone nya lagi.


******sesaat kemudian*****


Saat ini lelaki muda itu, Kaesang, tengah berdiri di depan pintu rumahnya sembari memainkan handphone di tangannya, dan menunggu supirnya itu untuk datang.


Tin...tin...tin...


Sesaat kemudian datanglah mang jaja dengan mengendarai BMW silver, dan siap tuk mengantarkan tuannya itu tuk pergi ke Genius High school, tempat ia belajar, dan menimba ilmu.


"Mari, den." ucap mang Jaja sembari keluar dari dalam mobil, kemudian membukakan pintu mobil bagi tuannya itu, lalu mempersilahkan tuannya itu untuk masuk.


Saat lelaki muda itu telah masuk ke dalam mobil, maka berangkatlah mereka menuju ke Genius High school, untuk menuntaskan tugasnya, yaitu melaksanakan study tour ke Bali selama kurang lebih semingguan, dan itu merupakan salah satu kegiatan sekolah yang sangat membosankan baginya, ia begitu malas, dan tak bersemangat sama sekali, karena menurutnya study tour ke Bali itu hanyalah sebuah hal biasa, 'Ih kalau cuma ke Bali doang mah udah sering gua, study tour tuh ke Amrik, australia, atau ke Paris gitu, ini malah cuma ke Bali doang, ah males gua, paling cuma ke pantai pantai doang, bosen.' pikirannya dalam hati sembari mendengus kesal.


Bersambung.