Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 146 -Perihal liburan ke Jepang dan keinginan untuk ke gunung Fuji


Tyas yang mengetahui Kaesang terus membujuknya pun membuatnya menghela nafas panjang.


Ia sebenarnya berat untuk mengiyakan ajakan Kaesang ini untuk liburan ke Jepang, karena selain posisinya sebagai guru ia juga tidak ingin jika Kaesang terus-menerus dibicarakan orang-orang, walaupun posisinya sebagai anak dari pemilik sekolah, ujaran kebencian orang-orang kepada Kaesang masih terus mengalir.


Huufftt ...


"Baiklah Kae, untuk ajakanmu kali ini aku terima ya, terima kasih sudah mengajakku ke sana. sebenarnya Jika boleh jujur aku juga sangat menyukai negara Jepang. suasananya dan juga makanannya aku pun sangat suka. terlebih jika mengingat gunung Fuji akupun ingin sekali pergi ke sana, namun karena aku belum ada biaya, akhirnya aku pun mengubur keinginanku itu. Kae, kita ke Jepang itu untuk ngapain aja, terus kita tinggal di mana dan ke mana aja?" tanya Tyas seraya mengulas senyum hangat kearah Kaesang.


lantas waktu Kaesang mendengar jika Tyas mengiyakan ucapannya dan bersedia untuk ikut dengannya ke Jepang membuatnya sangat bahagia.


Ia pun sontak saja tersenyum dan meraih tangan Tyas itu, digenggamnya tangan itu dan diusapnya dengan lembut.


"Dear, makasih ya kamu sudah menerima ajakanku itu, aku begitu bahagia saat mendengarmu mau untuk ikut denganku ke Jepang. Ehm kalau untuk ke mananya itu sebenarnya ada banyak wisata yang akan kita kunjungi di Jepang, seperti universal studio Jepang, Hitachi seaside Park, kuil sensoji, dan masih banyak lagi."


"Dan berhubung kamu sangat menyukai gunung Fuji maka aku pun memutuskan untuk akan membawamu ke gunung Fuji juga, kita akan menghabiskan sisa waktu terakhir kita di Jepang ke sana, dan berbelanja oleh-oleh khas Jepang. Ehm dear, kamu ada keinginan lagi nggak mau ke mana gitu saat di Jepang, ntar aku pasti akan membawamu ke sana." tanya Kaesang.


sebenarnya Tyas begitu berat untuk pergi ke Jepang, selain karena ia menyukai negara Jepang, ia juga sangat menyukai bahasanya. namun mengingat Jika ia sekarang adalah seorang guru bahasa Inggris di sebuah sekolah ternama pun membuatnya begitu berat untuk pergi ke Jepang.


jika sekarang adalah waktu libur semester tidak apa jika ia menerima ajakan Kaesang itu untuk pergi ke Jepang dan berlibur di sana.


namun sekarang belum libur semester, saat ini di sekolah masihlah pembelajaran aktif, jadi jika ia memutuskan untuk izin ke kepala sekolah guna liburan dengan Kaesang di Jepang membuatnya tak enak hati.


Ia tak ingin jika Kaesang terus-menerus dibicarakan orang-orang, Karena setelah ia dan Kaesang ketahuan menjalin hubungan khusus membuat posisi Kaesang di sekolah Genius high school itu menjadi berubah.


Ia yang semula menjadi primadona banyak orang dan menjadi pangeran sekolah itu sekarang berubah seratus persen.


Ia yang dulu sangat disukai banyak perempuan dan setiap harinya mereka selalu memberikan buah cinta kepada Kaesang kini tak ada seorangpun yang memberikan itu kepada Kaesang. semua perempuan menjadi menghindari Kaesang dan tak sedikitpun mau menatap ke arah Kaesang,


kebencian semua orang itu mereka arahkan kepada Kaesang dan juga Tyas setelah mereka ketahuan menjalin hubungan.


Hmm, Jika saja posisi Kaesang bukanlah anak dari pemilik sekolah ini mungkin Kaesang sudah dikeluarkan dari sekolah dan di-bully habis-habisan.


namun Karena posisinya itu sangatlah tinggi membuat siapapun tidak berani mengusik hidup Kaesang, dan mengganggu privasinya.


"Kae, sekali lagi terima kasih ya sudah membawaku ke Jepang untuk liburan. kamu membawaku ke Jepang saja aku sudah sangat senang dan menyukainya, namun jika untuk keinginan apa yang kuinginkan selama di Jepang itu tidak ada selain pergi ke gunung Fuji. aku sangat menyukai gunung itu sejak aku masih sangat kecil dan kedua orang tuaku masih juga ada. Ehm, tapi Kae, nanti kita makan apa di sana, sushi, ramen atau ehm ... Sashimi, iya sashimi." ucap Tyas seraya tersenyum malu disaat ia ingin mengatakan sashimi tapi ia melupakan namanya apa.


karena di waktu senggangnya Tyas sempat belajar bahasa Jepang lewat video tutorial di YouTube ataupun mendownload sebuah aplikasi untuk belajar bahasa Jepang di play store.


Sudah hampir dua bulan lamanya ia belajar bahasa negara sakura itu, namun diantara bahasa kesehariannya, hiragana, katakana, maupun kanji, tak ada satupun yang diingatnya selain bahasa kesehariannya dan juga hiragana.


itupun ia hanya mengingatnya sedikit, karena ia belajarnya tidak terus-menerus melainkan di waktu senggangnya saja dan posisinya sebagai guru membuatnya begitu sibuk dan tak ada waktu senggang yang lama untuk belajar bahasa Jepang ataupun melakukan hal lainnya.


namun dari kepintarannya itu sangat memungkinkan, bisa saja Kaesang diam-diam sudah menguasai bahasa Jepang ataupun bahasa negara lainnya.


"Sama sama dear, aku yang harusnya terima kasih karena kamu sudah menerima ajakanku itu. Ehm tapi jika kamu memang menyukai gunung Fuji, aku pastikan kamu akan segera melihatnya, aku akan membawamu ke sana dan memberikan suatu hadiah menarik untukmu. Jadi beberapa hari lagi kita akan berangkat, kamu jaga kesehatan ya dan jangan sampai sakit, oke. dan oh ya di negara Jepang saat ini lagi musim dingin, jadi besok aku pasti akan membelikanmu jaket sweater hangat untuk kamu gunakan di Jepang nanti." balas Kaesang seraya tersenyum.


"Kalau soal makanan sih ada banyak ya yang akan kita santap di sana, diantaranya ada yang kamu tanyakan tadi, seperti sushi, ramen, takoyaki, ehm onigiri, dan masih banyak lagi." lagi Kaesang.


lalu sewaktu Tyas mendapati Kaesang melupakan sashimi pun membuatnya sedikit mengernyit.


"Kae, kalau sashimi? kita akan makan itu juga kan di jepang nanti?" tanya Tyas.


Kaesang pun menghela nafas sebelum menjawab. "sebenarnya aku tidak menyukai sashimi, dear. dulu papaku pernah membelikanku sashimi yang diantarnya langsung dari Jepang, dan karena aku penasaran dengan makanan itu aku pun langsung saja menyantapnya. kukira rasanya akan begitu enak dan membuatku ketagihan. tapi astaga, rasanya sangatlah tidak enak di lidahku. rasanya begitu amis karena mengingat jika sashimi diolah dari ikan mentah." ucap Kaesang seraya bergidik ngeri.


"Ehm tapi jika kamu menyukainya, dan penasaran dengan rasanya bagaimana, di sana nanti aku pasti akan menyiapkannya untukmu. aku akan menyuruh mereka untuk membuatkan sashimi terenak yang pernah ada, ya walaupun aku tahu sashimi itu diolah dari ikan mentah." lagi Kaesang.


Tyas pun sontak tertawa mendengar ucapan Kaesang itu. ia tak menyangka jika Kaesang tidaklah menyukai sashimi, sebenarnya ia pun juga tidak menyukai sashimi, namun karena penasaran dengan rasanya ia pun sangat ingin mencobanya.


Tyas terkekeh kecil kemudian tersenyum, "Sebenarnya aku sih tidak tahu ya bagaimana rasanya sashimi itu, tapi sewaktu aku melihat orang Jepang makan sashimi itu dengan lahap di TV membuatku begitu penasaran dengan rasa dari makanan itu. Ehm di Jepang nanti kamu siapin sashimi ya, aku ingin mencobanya sekali saja. ya walaupun nanti aku akan seperti kamu, tidak masalah karena setidaknya aku pernah mencobanya."


......................


matahari baru terbenam beberapa jam yang lalu, kami masih asik bercengkrama membicarakan banyak hal, mulai dari yang sepele hingga yang terbesar.


semenjak Zeya pulang dari rumah Kaesang, dan memutuskan untuk pergi ke basecamp nya, ia sama sekali tidak istirahat karena sampainya di sana ia langsung ditodong dengan begitu banyak pekerjaan yang harus dikerjakannya.


namun di saat satu persatu pekerjaan itu selesai, ia pun memutuskan untuk menutup pekerjaan itu untuk hari ini, karena selain ia begitu lelah ia pun juga ingin melakukan pekerjaannya yang lain.


tapi pekerjaan itu tidaklah seberat pekerjaannya yang sekarang, yakni ia akan pergi ke sebuah bar milik temannya untuk bekerja.


Yap, saat ini Zeya melakukan begitu banyak pekerjaan salah satunya adalah dia menjadi seorang bartender di bar milik temannya itu.


"Guys, habis ini gue cabut ya, gue masih ada pekerjaan lagi nih, dan gue juga masih ada urusan penting." ucap Zeya seraya meraih sebatang rokok dari bungkusnya di atas meja di hadapannya.


"Oke Zey, ehm thanks ya lo udah mau datang ke sini dan selesain pekerjaan tadi, gue sama yang lain begitu bingung karena ini urusannya bukan soal membobol password aja, tapi lebih dari itu. Huufftt ... untung aja kita ada leader hebat kayak lo, jadi semua pekerjaan bisa beres, ya kan guys?" ucap salah seorang teman Zeya seraya mengalihkan atensinya ke arah teman-temannya yang lain.


Hmm ...


Mendengar itu mereka pun turut balas tersenyum ke arah nya dan Zeya, kemudian mengiyakan ucapannya itu.


Bersambung ...