
Saat ini dibawah terik matahari, di bawah naungan halte, seorang wanita cantik lengkap dengan seragam keguruannya tengah berdiri sembari menatapi beberapa kendaraan yang tengah melesat di hadapannya, ia tengah menunggu sebuah bus lewat, dan berhenti di halte tempatnya singgah, tapi sedari tadi tak dijumpainya bus tersebut, maka ia dudukkan kembali bokongnya di kursi halte tersebut, lalu meraih handphone miliknya, dan mulai memainkannya, sembari menunggu bus tersebut lewat.
Dilain sisi, Kaesang yang baru keluar dari starlight cafe, tengah bingung harus kemana ia setelah ini, sebab papanya pasti belum selesai dengan partynya tersebut, lalu saat ia tengah fokus menyetir tak sengaja matanya menangkap sesosok wanita yang amat dikenalnya itu, yang saat ini tengah duduk sendirian dibawah sebuah halte. Dengan perasaan rancu segera di samperinnya wanita tersebut.
Tyas yang tengah fokus pada handphonenya, seketika kaget saat sebuah mobil Lamborghini putih tiba tiba berhenti tepat di hadapannya, dan ia kenal betul siapa pemilik mobil tersebut.
"Kae.." Panggil Tyas saat sesosok pria tampan dengan seragam sekolahnya mulai keluar dari mobilnya, dan tengah berjalan kearahnya.
"Kamu lagi apa disini, aku anterin pulang ya?" Tawar Kaesang pada wanita tersebut, saat ia telah berada tepat di hadapannya.
"Enggak, gak usah, bentar lagi lewat kok bis nya, udah kamu pulang aja, ntar ada curiga lho." Tolak halus Tyas.
"Dear, ini jauh dari sekolah, gak akan ada yang tahu juga. Ayolah, aku anterin ya." Balas Kaesang sembari meraih lengan lembut Tyas lalu hendak menariknya, tapi berhasil dihentikan olehnya.
"Hmm, yaudah iya." Ucap Tyas akhirnya, setelah penolakannya barusan, akhirnya ia setuju dengan ajakan Kaesang, tuk mengantarkannya pulang.
"Nah gitu, ayo." Balas pria tersebut, sembari membukakan pintu mobilnya bagi wanita tercintanya itu, lalu menutupnya kembali, dan berjalan menyusul memasuki mobilnya, kemudian melesatlah ia dari sana guna mengantarkan Tyas tuk pulang kerumahnya.
.........selang beberapa saat kemudian........
Sunyi sepi, sudah beberapa menit berlalu, tak ada satupun pembicaraan diantara mereka, keduanya sama sama diam, sembari Tyas yang sedari tadi sibuk dengan handphone miliknya. Lalu deheman Kaesang berhasil membuat Tyas tersentak seketika.
"Kamu, sibuk ya?" Tanya Kaesang setelah beberapa saat.
"Oh, iya, aku sedari pagi sibuk banget, tugas tugas aku juga banyak banget, haduh." Jawab Tyas sembari tersenyum, lalu menoleh kearah Kaesang sekilas.
"Sekarang masih sibuk?" Tanya lagi Kaesang sembari tak mengalihkan pandangannya sedikitpun, dan tetap fokus menyetir.
"Udah enggak sih, tugas tugasku juga udah selesai tadi, tapi gak tahu besok. Hmm maaf ya, Kae, aku udah tolak panggilan kamu tadi, dan gak ngabarin kamu dari pagi, habisnya aku sibuk sama tugas aku, jadi gak terlalu mentingin handphone deh, maaf ya, kamu, gak marah kan?" Tanya balik Tyas sembari menatap wajah Kaesang lekat.
"Iya, aku gak marah kok, aku ngerti." Balas Kaesang.
Setelah percakapan canggung mereka, tanpa disadari ternyata mereka telah sampai di depan halaman rumah milik Tyas. Dan tanpa percakapan lagi, setelah mengucap terima kasih, turunlah Tyas dari mobil Kaesang, dan berjalan memasuki rumahnya, tapi sebelum ia melewati ambang pintu, ia sudah terlebih dahulu menatap kearah Kaesang, lalu masuklah ia kedalam rumahnya tanpa mengatakan apapun lagi.
"Jadi gini rasanya pacaran sama Guru. Hmm seru juga ya." Ucap Kaesang sendiri. Lalu setelah berucap demikian, melesatlah ia dari sana.
Setelah tak tahu harus pergi kemana lagi, akhirnya Kaesang pun memutuskan untuk pulang kerumahnya saja, dan ia pun berpikir pasti party papanya itu telah usai, karena sudah selama ini.
sebingkai foto yang dipegang Kaesang;
Saat menatap foto usang itu Kaesang pun kembali teringat, jikalau foto itu adalah fotonya dengan Vierra, saat tak sengaja dirinya juga Vierra berfoto saat sepulang dari sekolah. Ia ingat betul saat itu salah satu temannya begitu iseng memfotonya juga Vierra, hingga membuat mereka sama sama malu. Lalu Kaesang tak sengaja menyimpannya bahkan sampai saat ini. Ia hanya teringat memori tentang itu, tapi ia tak lagi menyimpan perasaan untuk vierra dalam hatinya. Ia telah move on darinya, dan kini ia hanya fokus pada hubungannya dengan Tyas saja, tapi foto itu mengingatkannya pada dia yang telah pergi, dan itu tentu saja membuat nya tak nyaman, lalu turunlah ia dari ranjangnya, lalu menaruh sebingkai foto itu di atas almari bajunya agar tak dapat terlihat olehnya, dan agar dirinya tak lagi teringat ingat memory tentang Vierra, mantan pacarnya itu.
Lalu saat ia hendak naik kembali keatas ranjangnya, tak sengaja sopir pribadi papanya mengetuk pintu kamarnya, dan menyampaikan sesuatu padanya.
"Permisi den." Sapa supir tersebut pada tuannya, yang saat ini tengah menatap datar padanya dari balik pintu.
"Ada apa mang?" Tanya dingin Kaesang.
"I-ini den, ada sebuah paket untuk Aden." Jawab mang Koko sembari menatapi sebuah paket misterius tanpa nama yang tengah dipegangnya itu.
"Eum, dari siapa mang, ada nama pengirimnya gak?" Tanya lagi Kaesang masih dengan muka datarnya.
"Eh, gak ada den, kosong." Balas mang Koko takut takut.
"Yaudah taruh aja di depan pintu." Ucap Kaesang lagi.
Tanpa berani berkata kata lagi, supir baru papanya tersebut langsung meletakkan paket misterius tersebut di depan pintu kamar Kaesang, kemudian berlalu pergi.
Saat tak lagi mendengar supir tersebut di depan pintu, Kaesang pun segera berjalan, dan membuka pintu, lalu mengambil sebuah paket bersampul Teddy tersebut dari atas lantai, memandangi nya sebentar, lalu menutup pintunya kembali.
Disisi lain, Tyas yang baru selesai mencuci baju, segera keluar dari kamar mandinya, lalu sembari menenteng bak jemurannya, ia pun segera keluar dari rumahnya, tuk menjemur jemurannya tersebut di halaman belakang. Selang beberapa menit berlalu, akhirnya selesailah ia dengan tugas rumahnya tersebut, lalu sembari menenteng bak kosongnya itu, segera masuklah kembali ia kedalam rumahnya, dan mulai memasuki dapur miliknya, guna memasak untuknya sendiri.
Kembali pada Kaesang, ia yang mulai membuka paket misterius tersebut, seketika terkejut dengan isi dari paket tersebut, yang tak disangkanya sama sekali.
Bersambung.
KLARIFIKASI!!!!!!
HAY GUYS, KEMBALI PADA AUTHOR NIHH, MAAF YA AUTHOR UDAH SEKIAN LAMA GAK UPDATE NIHH, HMM AUTHOR BARU BARU INI LAGI SAKIT NIH😣, TAPI HARI INI UDAH BAIKKAN KOK, JADI MUMPUNG UDAH BAIKKAN AUTHOR SEMPAT SEMPATIN NGETIK DEH. BTW UNTUK KALIAN YANG MASIH TETEP STAY PADA KARYAKU SAMPAI SAAT INI, THANK YAA, AKU SENENG BANGET ☺️, TAPI UNTUK KALIAN YANG BARU TAU AKU, LEWAR KARYAKU, JANGAN LUPA TEKAN LOVENYA YA, DAN JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE NYA YA. ITU AKAN SANGAT BERARTI BUATKU, AND ALWAYS, THANK YOU, AND SEE YOU THE NEXT CHAPTER, BYE BYE😘