
pandangan nya buram. tubuh nya terasa lemas, kepala nya terasa berputar.
brukkk
rifqi benar benar kehilangan kesadaran nya. ara menangis histeris. ia njatuhkan belati yang dipegang nya begitu saja.
aldy yang melihat kejadian itu langsung berlari mendekati rifqi yang sudah tergeletak dengan tubuh bersimbah darah.
aldy langsung menelpon anak buah nya dan sebuah ambulan.
5 menit kemudian, anak buah aldy datang bersamaan dengan ambulan yang sudah sampai.
anak buah aldy membantu aldy untuk mengangkat rifqi menuju mobil ambulan.
ara menangis histeris sambil mengikuti langkah kakak nya yang sedang membopong suaminya dengan beberapa anak buah aldy.
rifqi sudah berada di dalam ambulan. begitupun ara dan juga aldy. ambulan melaju menuju rumah sakit yulandres yang berada di bali (karna memang rumah sakit milik rifqi tersebar ke seluruh wilayah indonesia). anak buah aldy mengikuti ambulan itu dari belakang.
para perawat yang berada di dalam ambulan pun memberikan pertolongan pertama pada rifqi.
terlihat ara menangis tersedu sedu si pelukan kakak nya.
" ini semua gara gara aku kak" ucap ara penuh penyesalan.
"sudahlah, sekarang kau berdo'a saja semoga rifqi selamat" ucap aldy menenangkan adiknya.
10 menit kemudian, ambulan telah sampai di rumah sakit.
rifqi segera dilarikan ke ugd.
ara dan juga aldy menunggu di luar ruangan.
aldy menyerahkan paperbag pada ara
"gantilah bajumu dulu" ucap aldy.
"tapi kak.."
"tidak ada bantahan" ucap aldy dingin memotong alasan ara.
dengan langkah gontai ara menuju kamar mandi dan mengganti bajunya yang sudah bersimbah darah.
setelah selesai, ia kembali ke ugd. ia menunggu di kursi yang sudah disiapkan.
1 jam berlalu
"keluarga tuan rifqi?"
ara langsung berdiri
"s saya istrinya dok" ucap ara masih gemetaran.
"kondisi tuan rifqi saat ini sangat kritis. ia kehabisan banyak darah. namun syukurnya luka tusuknya tidak terlalu dalam. sebaiknya cepat dilakukan transfusi darah karna jika terlambat, saya tidak bisa menjamin keselamatannya" ucap snag dokter.
"bukankah dirumah sakit ini ada stok darah?" tanya aldy.
"maaf, kami sedang kehabisan stok darah"
"apa golongan darahnya?" tanya aldy.
"AB negatif,"
"ambil darahku saja dok" ucap aldy dan ara bersamaan.
"biarkan aku saja kak. aku ingin menebus kesalahanku" ucap ara memohon pada aldy.
aldy pun nengangguk setuju. ara segera dibawa ke ruang transfusi darah.
dokter mengambil darah ara.
40 menit kemudian,
darah yang terkumpul adalah 1 kantong.
dokter mencabut semua alat transfusi darah. ara segera bangkit dari pembaringannya.
matanya terasa sedikit berkunang kunang. mungkin karna efek transfusi darah.
ia langsung kembali ke ruang ugd tempat rifqi dirawat.
ketika ara datang, ternyata sudah ada dad bayu, momy rina, papa reza dan juga mama mela. ara datang dan menyalami mereka semua.
"kenapa rifqi bisa tertusuk ar? kata dokter 3x. dua di perut dan satu di lengan" tanya momy rina.
ara menunduk. air matanya kembali mengalir deras. ia mengingat kejadian tadi.
ara pun dengan berat hari menceritakan semuanya pada semua nya. mulai dari perjanjian konyol di awal pernikahannya, kekerasan fisik yang dilakukan rifqi padanya yang membuatnya hamil qian dan juga saat itu ara sempat mengalami trauma berat, sampai pada penyakitnya, pertanyaan ara mengenai keputusan rifqi dan juga saat ara menceritakan isi hati ara pada rifqi.
ia juga menceritakan awal kejadian ketika rifqi ke bali untuk menemuinya dan saat itu ia menolaknya hingga ide gila yang dipikirkan aldy kepada rifqi.