
Acara telah selesai, para tamu undangan sudah pulang ke kediaman nya masing masing.
2 bulan kemudian,
Kehidupan kembali normal, Bryan dan mama Gita sudah kembali ke singapore.
Baby Zayn mengalami perkembangan yang cukup baik.
Setiap pagi Aldy selalu menyempatkan diri untuk mengajak Zayn berjalan jalan dengan stroller di area sekitaran rumah.
Seperti pagi ini,
Dilla masih berada di kamar menunggu suami dan anak nya pulang dari jalan jalan pagi nya.
Beberapa saat kemudian, Aldy masuk ke kamar sambil menggendong Baby Zayn.
"Sini in mas Zayn nya" ucap Dilla.
Aldy menyerahkan Zayn pada Dilla.
"Buruan mandi sana, bau asem kamu mas" omel Dilla.
Setiap hari semenjak melahirkan
, Dilla terus saja mengomel seperti emak emak rempong.
Namun aneh nya Aldy selalu saja diam saat di omeli oleh istrinya. Bahkan Aldy sudah seperti robot yang mengikuti semua perintah istrinya itu.
Dilla segera memandikan anak nya lalu memakaikan nya pakaian.
"ihh anak bunda ganteng bangettt,, udah mandi ya,, iya" Dilla mengobrol dengan anak nya.
Setelah keluar dari kamar mandi, Aldy bersiap berangkat ke kantor.
"Ayah berangkat ke kantor dulu ya" pamit Aldy pada anak nya yang sedang di gendongan Dilla.
Bayi itu pun tersenyum lebar seakan tau yang dikatakan ayah nya.
Aldy mencium pipi gembul anak nya, lalu dengan cepat mencium bibir istrinya lalu segera melarikan diri karna takut terkena amukan sang singa betina.
"Mas Aldyyyyyy!!!!" Teriak Dilla menggelegar karna merasa jengkel dengan suami nya.
Siang hari, Dilla ke kantor suami nya untuk mengantarkan makan siang.
Ia tak membawa Zayn karna tadi Zayn sedang tidur dan ia menitipkan Zayn pada mama Mela.
Dilla berjalan ramah melati lobi kantor Argadinata. Semua karyawan menatap kagum pada nya.
Dilla tak menghiraukan tatapan tatapan kagum para karyawan suami nya itu.
Semua orang telah tau bahwa ia adalah istri dari Aldy Argadinata setelah suami nya memberi pengumuman saat acara aqiqahan baby Zayn yang mana kala itu diliput secara live oleh beberapa stasiun televisi terkenal.
Dilla segera masuk ke ruang kerja Aldy.
Aldy mendongak saat mendengar suara pintu terbuka.
"Mana Zayn?"
"Aku tak membawa nya mas, dia tadi sedang tidur. Aku menitipkan nya pada mama" jawab Dilla yang membuat Aldy mengangguk.
"Kemarilah" titah Aldy.
Dilla mendekat, Aldy langsung menarik pinggang Dilla sehingga Dilla jatuh di pangkuan Aldy.
"Ahhh" pekik Dilla kaget.
Dengan cepat Aldy mencium bibir istrinya. Semakin lama ciuman itu semakin menuntut saja.
Setelah kehabisan nafas, Aldy melepaskan panggutan itu.
Aldy menatap istrinya dengan tatapan sayu. Dilla melihat hasrat yang begitu besar di mata Aldy.
"Bolehkah?" Aldy bertanya pada Dilla.
Dilla yang mengerti maksud suami nya pun mengangguk.
Aldy pun menggendong istrinya menuju kamar pribadi nya dan melaku kan 'nya'
Setelah melakukan 'nya' Dilla yang kelelahan pun tertidur.
Dilla terbangun dari tidurnya, ia melihat suaminya masih juga tidur disebelahnya.
Dilla mengambil ponsel di tas nya.
Dilla kaget melihat jam ternyata sudah pukul 3 sore. Ia melihat banyak panggilan tak terjawab dari sang mertua.
Dilla segera mengenakan pakaian nya, Aldy yang sayup sayup mendengar Dilla berteriak kaget pun ikut terbangun.