Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
ke Amerika (DillAldy)


22 jam kemudian, pesawat telah mendarat di Amerika.


Sudah ada Bryan yang menjemput Dilla di bandara.


Bryan langsung mengambil alih Zayn dari gendongan Dilla.


Mereka segera menuju mansion milik Bryan yang ada di amerika.


"Kak, aku meminta villa bukan mansion"


"Disini kau lebih aman, Aldy tak akan bisa menemukanmu disini. Sistem keamanan nya sangat ketat, aku jamin kau dan Zayn akan betah disini" jelas Bryan.


Bryan menunjukan kamar untuk Dilla dan juga kamar tamu untuk Rendy.


"Istirahat lah, kita akan berbicara lagi nanti, aku yakin kau pasti lelah" ucap Bryan mengusap kepala adik nya.


Dilla mengangguk lalu ikut berbaring di ranjang itu bersama Zayn.


Bryan menatap sendu ke arah adik dan keponakan nya.


"Kenapa nasib kalian seperti ini" batin Bryan berteriak.


Pagi hari,


Dilla mengerjapkan matanya bangun. Ia melihat ruangan itu, ia baru ingat bahwa dia sudah tidak dirumah Argadinata lagi.


Dilla langsung terbangun kaget ketika menyadari anak nya tak ada disampingnya.


Dilla melihat ke bawah kasur, ia mengira anaknya jatuh saat tertidur.


Ternyata tidak ada.


Dilla langsung berlari keluar kamar.


Tak ada orang di mansion itu, hanya ada lalu lalang para maid di rumah itu.


Dilla langsung menelpon kakak nya.


"Halo kak, dimana Zayn? Apa kau tau? Dia tak ada sejak aku bangun" Dilla memberondong kakak nya dengan pertanyaan pertanyaan nya.


Bryan terkekeh di seberang sana


"Zayn sedang ditaman bersamaku"


Huhhh


Dilla menghela napas tenang


Dilla segera kembali ke kamar nya untuk membersihkan diri.


Setelah selesai, ia menyusul ke taman.


Ia melihat Zayn, Bryan, Rendy dan juga mama Nya yang sedang berbincang bincang ringan.


Dilla ikut bergabung di sana.


"Dia selingkuh kak" ucap Dilla sambil menundukan wajahnya.


Dilla menceritakan segalanya, mulai dari awal kisah pernikahan mereka sampai kini Dilla meninggalkan rumah Argadinata itu.


"Apa?! Memang dia benar benar laki laki brensek"


"Ren, tolong jangan katakan pada Aldy jika aku berada disini" ucap Dilla memohon pada Rendy yang dari tadi diam mendengarkan cerita Dilla.


Rendy mengangguk setuju


"Aku akan tetap menyimpan rahasia ini sampai kau sendiri yang memintaku untuk membuka semuanya" ucap Rendy.


Beberapa hari kemudian, Rendy sudah kembali ke indonesia.


"Kak, kenapa kakak dan mama tidak kembali ke singapura?" Tanya Dilla pada Bryan.


"Memangnya kenapa? Kau mengusirku?" Selidik Bryan.


Dilla menggeleng


"Bagaimana perusahaanmu kak?"


"Aku memindahkan pusatnya di amerika" jawab Bryan santai.


"Apa? Tapi kenapa?"


"Apakah tega seorang kakak meninggalkan adik perempuannya yang sedang rapuh sendirian?" Cibir Bryan.


"Maaf selalu merepotkanmu kak" Dilla menyesal.


"hey kenapa begitu? kau itu satu satu nya adik ku, justru aku sangat senang karna kau pisah dari makhluk brensekk seperti dia"


"makasih kak selalu ada buat aku" Dilla memeluk erat kakak nya.


...


Di indonesia


Aldy sudah kelimpungan mencari Dilla dan Zayn.


Ia melacak seluruh penerbangan atas nama Dilla namun tidak ada.


Ia sudah menyuruh beberapa orang kepercayaan nya untuk mencari Dilla dan juga Zayn namun sampai sekarang belum ada hasil nya.


Pagi hari, mama Mela menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat pada Aldy.


"Apa ini ma?"


Mama Mela mengedikan bahu nya tidak tau


jangan lupa like and comen😎