
Dilla segera berbalik menghampiri kakak dan mama nya. Ia keluar dari ruang rawat Aldy.
Sejenak menyalami kedua mertuanya.
"Ma, pa maafkan Dilla jika selama ini Dilla menjadi menantu yang kurang baik untuk mama dan papa, Dilla juga mengucapkan terimakasih banyak karna kalian sudah menjaga Dilla selama ini" ucap Dilla lalu meninggalkan ruangan itu.
"Dilla"
"Dilla"
Teriak Aldy memanggil nama istrinya. Dilla tetap saja berjalan tanpa menoleh ke belakang.
Dilla, Bryan dan mama Gita segera terbang kembali ke singapura.
Beberapa hari kemudian, Aldy sudah pulang dari rumah sakit, bahkan ia sudah mulai bekerja.
Hari pertama Aldy masuk bekerja, ia mengadakan meeting.
Semua kolega bisnis nya memuji kecerdasan sekaligus ketegasan Dilla sebagai CEO pengganti.
"Istri anda sangat hebat tuan Aldy"
"Saya tidak menyangka kalau dia sehebat itu"
"Saya takjub, dia wanita yang sedang hamil tapi mampu menyelesaikan semuanya dalam sekejap"
"Istri anda sangat jenius dan berwibawa"
Dan masih banyak lagi pujian pada Dilla.
Saat kembali keruangan nya, Aldy memikirkan apa saja yang dilakukan Dilla pada perusahaan nya sehingga saham bisa kembali secepat itu? pikirnya.
Beberapa hari ini, hati dan pikiran Aldy sangat kacau. Tidak ada Dilla disisinya membuatnya terus uring uringan tidak jelas.
Aldy juga merasa janggal dengan penjemputan Dilla oleh Bryan kakak nya.
'Perjanjian? Perjanjian apa memang nya' batin Aldy mengingat ucapan Bryan.
Ia segera memanggil asisten nya.
"Cari tau lah apa saja yang dilakukan Istriku sehingga perusahaan bisa kembali secepat itu. Dan juga alasan terbesar Bryan hendrawan menjemput istriku untuk kembali ke singapura" titah Aldy yang diangguki sang asisten.
Beberapa jam kemudian, sang asisten kembali ke ruangan Aldy.
"Nyonya Dilla meminta bantuan pada Hendrawan grup untuk membantu perusahaan ini. Ia juga meminta perusahaan Prayoga milik Alex prayoga dan juga Rens grup milik Rendy Andreas. Saat meminta bantuan pada perusahaan hendrawan, Bryan mengajukan syarat yaitu NYONYA DILLA HARUS MAU BERCERAI DENGAN ANDA, lalu nyonya Dilla menyetujui permintaan kakak nya dengan syarat tuan Bryan harus menyelesaikan masalah ini dalam 1 hari dan tuan Bryan menyetujui itu"
Aldy tersentak mendengar penjelasan itu.
"Bercerai? Bahkan aku pun belum sempat melihat wajah anak ku" batin Aldy.
Pikiran Aldy gundah saat ini. Ia meminta asisten nya untuk mencari dalang dari ini semua.
Aldy langsung kembali ke rumah nya. Mama Mela dan papa Reza kaget melihat anaknya yang kembali kerumah dijam makan siang.
"Loh, kok jam segini udah pulang Al?" Tanya papa Reza.
"Aldy mau jemput Dilla pa"
"Hah? Jemput?"
Aldy pun menceritakan semuanya. Mama Mela menangis karna tak menyangka menantunya akan berkorban sebesar ini.
Aldy langsung bersiap siap dan segera naik ke jet pribadi.
Beberapa jam kemudian, Aldy telah sampai di mansion milik Bryan.
Aldy berusaha untuk masuk ke mansion itu namun di halangi oleh para pengawal.
Aldy mencoba menelpon nomor Dilla tetapi tidak Aktif.
Mau tidak mau, Aldy harus melawan satu persatu pengawal di rumah Bryan.
Dengan kemampuan beladiri nya, Aldy menumpas satu persatu pengawal itu.
Saat tinggal tersisa 5 pengawal, Aldy langsung berlari masuk ke dalam mansion.
Ia berteriak memanggil manggil nama istrinya.
"Dilla!!!"
"Dilla keluarlah!!"
"Dilla!!"
Beberapa saat kemudian Dilla muncul dari balik salah satu pintu kamar diruangan itu.