Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
terkilir


"kayaknya kalau di usilin bakalan seru. aku jadi pengen liat reaksinya" gumamnya lagi


Satu


Dua


"Dorrrr" dilla mengagetkan aldy. Aldy pun langsung terlonjak kaget dan tangannya menyenggol dawet yang dipegang dilla. Dengan sigap dilla langsung mengarahkan gelasnya kedepan yang ternyata malah tumpah duluan dan mengenai baju keduanya. baju aldy dan dilla sama sama kotor. tetapi baju dilla hanya terkena sedikit tumapahannya.


"Huhh untung saja" ucap dilla dengan tangan masih menggenggam gelas itu.


Aldy langsung menatap dilla dengan sorot mata yang mengerikan. Tatapannya begitu horor hingga membuat dilla menelan salivanya kasar.


' mati gua.. ternyata dia marah besar'


gumamnya lirih namun masih bisa didengar dengan baik oleh pendengaran tajam aldy.


Aldy tak berkata apa apa. Ia langsung beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkam dilla begitu saja tanpa sepatah kata pun.


" Lohh kok nggak marah yha. Padahal aku kira nanti dia bakal maki maki aku"


Dilla mengucapnya dengan lirih. Lalu ia teringat sesuatu.


" Waduhhh mati aku.. kalau aku dipecat sama dia gimana dong?!" Dilla langsung berlari menyusul aldy. Saat didepan aldy pun ia langsung meminta maaf.


" Eh bos aldy.. maaf bos, aku tadi cuma bercanda. Suer dehh jangan pecat aku yha.. pliss" ucap dilla sambil mengatupkan tangannya. Dan aldy hanya menatapnya datar lalu beranjak pergi lagi. Dilla pun langsung mengikuti langkah panjang aldy.


brukkk


Tanpa di duga, aldy berhenti mendadak yang membuat dilla menabrak punggung bidang aldy.


Auhhhh


Dilla terjatuh.


ia memegangi kakinya yang kelihatannya terkilir karna dilla menggunakan hels tadi.


aldy pun memutar bola matanya malas. ia mengulurkan tangan kepada dilla yang langsung di sambut baik oleh dilla. saat akan berdiri, dilla mengaduh kesakitan. ia kembali jatuh terduduk. air matanya sudah mengalir.


aldy pun menghembuskan napasnya kasar lalu berjongkok mendekati dila lalu menggengdongnya ala bridal style. ia lalu meletakkan dilla di salah satu kursi disana.


ia melihat air mata dilla masih terus saja mengalir.


"ck menyusahkan saja" decak aldy.


ia pun berjongkok didepan dilla dan memegang kaki dilla lalu menariknya sedikit untuk mengurangi rasa sakit akibat terkilir.


"aduhhh" teriak dilla kesakitan. air matanya terus saja mengalir.


" dasar cengeng gitu ajha nangis" ejek aldy.


seketika air matanya berhenti mengalir dan ia mengerucutkan bibir nya.


kaki dilla yang keseleo sudah membaik. tapi tetap saja akan terasa sedikit nyeri untuk berjalan.


acara 7 bulanan kehamilan ara telah selesai. para tamu undangan sudah mulai meninggalkan acara. hanya tersisa aldy, dilla, ara, rifqi dan beberapa pelayan yang membersihkan sisa sisa acara.


dilla berdiri. ia berjalan mendekati ara berniat untuk berpamitan pulang. ia masih terus meringis menahan nyeri di kakinya. bahkan hils nya pun ia tenteng di tangannya.


ia mendekati tempat ara rifqi dan juga aldy yang sedang duduk bersama.


" permisi, ar.. aku mau pamit pulang yha. "


" loh kok cepet cepet. biasanya ngobrol dulu. itu juga kenapa hilsnya pake di tenteng"


" oh itu, tadi ngga sengaja kesandung terus jatoh hehe" dilla berkata sambil terkekeh.


" sakit nggak? apa perlu kupanggilkan dokter?"


jangan lupa tinggalkan jejak berupa like and vote author.