Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
menyerah (DillAldy)


Rasanya begitu sakit saat mendengar istrinya mengucapkan kata menyerah.


"Perjalanan mu masih panjang Dil" hanya itu yang mampu diucapkan Aldy.


Padahal Dilla berharap Aldy mengucapkan kata kata yang menguatkan dirinya. Atau bahkan kata kata manis untuk menghiburnya.


Bukankah dia tau bahwa Dilla sedang mengandung darah daging nya. Tapi kenapa terasa hanya Dilla yang hanya berjuang sendirian. Suaminya tak pernah ada dibelakang nya saat ia sedang muntah di kamar mandi. Hanya beberapa kali saja selama 5 bulan ini Aldy memijat tengkuk Dilla.


Aldy baru datang saat Dilla sudah lemas tak berdaya bahkan pingsan di kamar mandi.


Semenjak 1 bulan lalu, Aldy mempekerjakan seorang perawat dirumahnya. Karna kondisi Dilla yang sangat memperihatinkan.


Kadang Dilla merasakan pusing mendadak yang berakhir pingsan. Atau ia muntah muntah parah dipagi hari yang juga berakhir pingsan. Tapi itu semua hanya Dialami Dilla dipagi hari saja, sedangkan siang san malam Dilla menjadi kembali normal.


Padahal Dilla bukan tipe wanita yang mudah pingsan. Dia adalah wanita tahan banting. Dia selalu bekerja tak mengenal lelah. Tapi kenapa setelah kehamilan nya ia menjadi seperti ini? Menjadi wanita lemah dan mudah jatuh pingsan?


Obat dari dokter tidak mampu mengurangi rasa mual dan muntah pada diri Dilla. Dilla hanya mengandalkan infus nutrisi untuk mengembalikan fisiknya yang lemas.


Tapi ada perbedaan di diri Dilla saat awal kehamilan dan diusia kandungan nya yang menginjak 5 bulan ini. Walaupun ia mengalami HG, namun tak menyumbat perkembangan sikecil. Berat badan Dilla juga tak menurun drastis seperti yang ditakutkan para dokter.


Dilla mengalami perkembangan seperti ibu hamil pada umum nya. Badan yang agak berisi, dada yang mulai membesar dan juga perut buncit nya. Dengan itu semua, tubuh Dilla semakin sexxy saja.


Walaupun sudah tak ada tubuh Dilla yang langsing seperti dulu, namun penampilan barunya tak membuat kecantikan nya luntur.


Malam hari


Tepat pukul 9 malam, Dilla beranjak dari kasur nya. Ia melihat suami nya duduk di sofa dengan mata masih fokus dengan laptop dipangkuan nya.


"Hmm?" Aldy berdehem tanpa mengalihkan pandangan nya dari laptop.


"Anterin aku beli capcay mang Ody dong mas, aju lagi pengen banget" ucap Dilla sambil mebayangkan betapa enak nya cap cay mang Ody langganan nya.


"Dil, kamu ngga liat kalo aku lagi kerja"


"Tapi mas.."


"Pergilah dengan mengajak supir"


"Tapi ini kan juga kemauan anak mu mas" Dilla berteriak kepada suami nya.


"Kau jangan memulai Dilla, itu semua kemauan mu bukan kemauanku untuk memiliki anak. Kau sendiri lah yang memulai nya dan menciptakan kekacauan ini lalu kau memintaku untuk ikut bertanggung jawab" jawab Aldy tak kalah berapi api.


"Mau kau mengelak dengan cara apapun, i i tetaplah anakmu. Darah daingmu" teriak Dilla.


"Terserah padamu. Aku sudah pernah memperingatkanmu diawal dan sekarang kau sendirilah yang harus menerima segala konsekuensi nya" ucap Aldy lalu beranjak keluar dari kamar nya.


Dilla menatap kecewa kepada suami nya itu. Ia mengusap perut buncitnya.


"Tenang ya nak, bunda masih disini. Doakan saja semoga ayah mu bisa menyayangi kita" ucap Dilla.


Ia berjalan ke walk in closet lalu mengambil jaket nya. Ia mengenakan jaket itu lalu segera mengambil sebuah kunci motor milik nya.


MAAF AUTHOR TELAT UP.. HARI INI SIBUK BANGETTT😭