
hari sudah larut malam. rifqi tertidur disamping ara dengan posisi duduk. malam yang gelap bersamaan dengan kenyataan yang pahit. sungguh, hari ini adalah hari yang membingungkan bagi rifqi. dimana dia tau bahwa istrinya menderita selama ini karna penyakitnya dan dia bahagia atas kelahiran anaknya.
di sisi lain.
terlihat ara sedang berjalan dihamparan pasir putih yang sangat luas. tidak ada siapa pun disana. hanya dia sendiri. tiba tiba muncul sepasang manusia mendekati nya.
"mama, papa!" seru ara pada sepasang manusia yang mendekatinya yang tak lain adalah mama dara dan papa rafa.
mama dara mengelus puncak kepala ara.
"kembalilah nak, belum waktunya kamu disini. semua sudah menunggumu disana" ucap mama dara sambil menunjuk ke seorang laki laki bertubuh tegap yang sedang menggendong seorang bayi.
"apakah itu mas rifqi?" tanya ara pada kedua orang tua nya.
mama dara dan papa rafa tersenyum dan mengangguk bersamaan. ara langsung memeluk keduanya. perlahan ia melepaskan pelukannya dan berjalan mendekati seorang laki laki itu. nampak laki laki itu tersenyum padanya sambil mengulurkan tangannya.
ara menyambut uluran tangan itu. tiba tiba semuanya menjadi sangat silau.
....
jam menunjukan pukul 05.00
ara mengerjapkan matanya bangun. yang pertama ia lihat adalah ruangan putih dengan bau khas obat obatan. ia sedikit menoleh ke kanan. nampak rifqi tidur dengan posisi duduk sambil menggenggam tangannya.
tangan kirinya tergerak untuk mengelus puncak kepala rifqi. rifqi yang merasa tidurnya terusik pun bangun. ia melihat istrinya sudah membuka matanya.
ia mengucek ngucek matanya memastikan bahwa benar dengan apa yang dilihatnya.
"sayang? kau sudah bangun?? mana yang sakit??" itulah yang terlontar pertama kali.
dan hanya dibalas senyuman oleh ara. senyum dengan wajahnya yang pucat.
"syukurlah tuan, tuhan masih memberi kesemapatan untuk nyonya ara. sungguh keajaiban, jarang ada yang seperti ini. dari semua kasus serupa yang saya tangani, biasanya akan ada efek buruk setelah sadar sekalipun. namun berbeda dengan nyonya ara, semua normal"
"syukurlah"
sang dokter pun keluar dari ruangan ara.
rifqi mendekati brankar ara. ia langsung mengecup sayang seluruh wajah istrinya.
"akhirnya kau kembali.. aku takut kau tak kembali"
" dimana anak kita mas?" tanya ara lirih.
"sebentar, akan aku ambil dari ruang bayi"
rifqi beranjak untuk menjemput anaknya di ruang bayi. ia menggendongnya dan membawanya ke dekat ara.
"lihatlah, ini anak kita. dia laki laki. aku memberinya nama arqian yulandres yang artinya bangsawan pelajar yang sederhana dari keluarga yulandres. arqi juga diambil dari nama kita berdua, ara dan rifqi" jelas rifqi panjang lebar pada istrinya.
"bolehkah aku memeluknya?"
" tentu saja"
rifqi meletakkan anaknya di samping ara. ara memandangi wajah teduh anaknya yang masih terlelap.
5 hari kemudian..
kondisi ara sudah membaik. anak mereka di tidurkan diruangan yang sama dengan ruang dimana ara dirawat. rifqi selalu memberikan perhatian lebih kepada ara. ia menunjukan kasih sayangnya terhadap anaknya. setiap pagi, rifqi selalu menyempatkan untuk berjemur dibawah matahari pagi bersama bayi nya di taman rumah sakit.
hari ini semua keluarga berkumpul di ruang rawat ara. nampak juga dilla disana. dia menggendong sambil menimang nimang baby qian.