
"Cuma agak nggak enak badan aja ma, palingan nanti kalo minum obat juga udah sembuh"
"Oh ya udah,inget jangan capek capek kerjanya!" Mama Mela mengingatkan menantunya.
"Iya ma"
Aldy dan Dilla pun berangkat ke kantor.
Seperti biasa, Dilla menggunakan motornya dan Aldy menggunakan mobil nya.
...
Sesuai keinginan nya tadi pagi, setelah pulang kantor, Dilla mampir ke apotek untuk membeli testpack.
Pagi hari,
Saat melihat Aldy keluar kamar, Dilla segera menuju kamar mandi dan mulai menggunakan testpack nya sesuai petunjuk di box kemasan nya.
15 menit kemudian, testpack sudah menunjukan hasilnya.
Hati Dilla berdebar hebat. Hatinya terus saja melantunkan do'a apapun hasilnya nanti semoga yang terbaik untuk nya.
Dilla membuka mata nya. Jantungnya terus saja berpacu tak beraturan.
"Hah? Dua?!!" Teriak Dilla kaget saat melihat dua garis merah nyata di depan nya.
Dilla meneteskan air mata nya haru.
Ia mengusap perut rata nya.
"Akhirnya kau hadir diperut bunda nak" ucap Dilla masih dengan air mata nya yang terus mengalir.
" Ya tuhan, aku masih tidak menyangka, akhirnya kau memberiku titipan seorang malaikat kecil di perutku" batin Dilla.
"Semoga ini menjadi awal yang baik untuk hubunganku dan juga mas Aldy"
"Nanti aku harus ke dokter untuk memastikan nya" gumam Dilla.
Seperti biasanya, Dilla dan Aldy berangkat ke kantor.
Hari ini Dilla menggunakan jaket nya sebelum mengendarai motor. Memang biasanya Dilla sama sekali tak pernah menggunakan jaket. Tapi saat dia mengecek dengan testpack tadi pagi, ia berpikir lebih baik memakai jaket.
Jam kerja sudah habis.
Dilla bergegas menuju rumah sakit argadinata.
Setelah sampai, Dilla langsung menuju ruangan dokter.
"Permisi, selamat sore dok"
"Sore, dengan nyonya Dilla?" Tanya dokter wanita itu.
"Iya dok, perkenalkan saya Dilla Andriani yang tadi membuat janji dengan anda" ucap Dilla.
"Oh iya nyonya, perkenalkan saya dokter Farah salah satu dokter obigyn dirumah sakit ini" jawab sang dokter yang membuat Dilla mengangguk tanda mengerti.
"Maaf nyonya, anda sendirian? Dimana tuan aldy?" Tanya dokter itu hati hati.
Dilla tersenyum lembut.
"Saya ingin memberi surprize untuk suami saya jika saya benar hamil" ucap Dilla yang membuat dokter farah tersenyum mengangguk.
" Apa saja keluhan anda nyonya Dilla?"
"Akhir akhir ini saya sering merasakan lelah dan juga mual dipagi hari" ucap Dilla.
"Sudah cek dengan testpack?" Tanya dokter Farah.
"Sudah dok, hasilnya positif menurut testpack" jawab Dilla yang membuat dokter Farah mengangguk.
"Mari langsung USG saja nyonya Dilla, silahkan berbaring di hospital bed itu" ucap Dokter itu sambil menunjuk brankar rumah sakit.
Dilla berbaring di ranjang itu. Sang dokter mengoleskan gel di perut Dilla.
Sang dokter menggeser geserkan alat di perut Dilla sambil melihat monitor.
Dokter itu tersenyum
"Lihatlah di monitor itu nyonya. Ada bulatan kecil disana yang menandakan anda benar benar hamil. Umurnya sudah 4 minggu nyonya. Harap jangan terlalu kelelahan karna ini adalah kehamilan pertama anda sekaligus umur kandungan anda yang masih muda yang pastinya sangat rentan" ucap dokter itu. Sang dokter memberi saran saran kepada Dilla.