Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
mengejarmu


" sakit nggak? apa perlu kupanggilkan dokter?"


" ehhh ngga usah.. ini cuma keseleo mungkin besok udah sembuh. yha udah kalau gitu aku pamit dulu." dilla mendekati ara lalu mengusap perut buncit ara.


" sehat sehat yha ar sampe lahiran"


" iyha aamiin dil" ucap ara sambil tersenyum. dilla pun beralih menatap rifqi. ia hanya mengangguk tanda hormat. ia terlalu takut untuk berjabatan dengan rifqi. apalagi ketika melihat mata tajam rifqi yang seakan mengiris tubuhnya.


dilla berbalik badan dan meninggalkan 3 orang manusia itu dengan jalan tertatih.


" al, antar gadis itu pulang" titah rifqi pada aldy.


aldy pun hanya mengangguk patuh. padahal dalam hatinya ia menggerutu dan memaki bos nya habis habisan


aldy melajukan mobilnya lalu berhenti di depan halte bis yang mana dilla tampak menunggu bis umum.


aldy membuka kaca mobilnya.


" masuklah" titah aldy.


dilla pun langsung masuk ke mobil.


" maaf bos, aku merepotkanmu lagi"


aldy hanya diam tak menggubris ucapan dilla. arah pandangnya masih lurus kedepan.


dilla menatap wajah tampan aldy.


" dia sangat tampan walau tatapannya sedang fokus"


" jangan menatapku. kau terlalu lancang" ucap aldy yang pandangan matanya masih fokus kedepan.


"hehehe.. maafkan aku bos, aku slalu merepotkanmu"


aldy hanya diam tak menjawab ucapan dilla.


" ku sangat tampan bos" lirih dilla tapi masih didengar jelas oleh aldy.


"aku tidak suka dengan perempuan yang memuja muja lelaki"


"ehh. itu anu.. bukan seperti itu. hanya saja aku sedikit tertarik padamu bos"


" tapi aku sama sekali tidak tertarik denganmu"


jeduarr


dilla bagai dihantam ribuan belati ke hatinya.


" tapi aku akan berusaha mendekatimu"


" bagaimana jika aku tak mengizinkamu"


mobil sudah sampai di depan rumah dilla.


saat dilla akan membuka pintu suara aldy menghentikannya.


" carilah yang lain. aku sama sekali tak tertarik denganmu"


dilla tersenyum manis dihadapan aldy seolah ia tak tersakiti atas ucapan aldy.


" dan aku akan membuktikan bahwa aku layak di dekatmu" ucap dilla yakin.


" cobalah kalau kau bisa. aku tak akan tertarik denganmu walaupun kau menggunakan pelet sekalipun" ucap aldy dingin tanpa ekspresi.


dilla pun turun dari mobil. ia menatap nanar mobil yang melaju meninggalkan kediamannya.


" semakin kau menolakku semakin aku tertarik padamu. dan aku akan membuatmu bertekuk lutut dihadapanku suatu hari nanti" ucap dilla yakin.


pagi hari tiba.


ara melakukan kewajibannya sebagai istri. mulai hari ini juga, ara sudah tidak masuk lagi ke kantor yulandres grup. semua teman teman kantornya sudah mengetahui statusnya yang kini menjadi istri seorang rifqi yulandres.


siang hari.


terlihat rifqi masih fokus dengan laptop didepannya karna ia sedang mengecek email yang masuk dari perusahaan investor. terlihat juga aldy fokus dengan laptopnya juga.


handphone rifqi bergetar.


drtt


drtt


rifqi mengernyitkan dahinya ketika melihat nama kontak sang pemanggil.


'my wife'


rifqi tersenyum tipis melihat nama kontak yang tertera di layar telephone nya. ia segera menekan tombol hijau lalu mendekatkan handphone mahal nya di telinga.


" mas, nanti pulang jam berapa?"


" mungkin jam 3 aku sudah pulang"


" nanti bisa nggak nganterin aku beli perlengkapan bayi?"


" kenapa nggak nanti nanti ajha. kan masih dua bulan lagi"


deggg


ara teringat bahwa ia harus melahirkan di usia kandungan 8 bulan.


jangan Lupa Like dan Komen