
nampak ara sangat gugup. hatinya cemas cemas berharap bahwa memang benar aldy adalah kakaknya dan secara otomatis ara menemukan orang tua kandungnya yang selama ini berpisah bertahun tahun lamanya.
dokter keluar ruangan membawa sebuah amplop. sang dokter membukanya dan membacakan hasilnya. dan ternyata hasilnya.
"posistif, nyonya ara adalah anak dari tuan reza argadinata dan nyonya melani argadinata" ucap sang dokter.
mereka semua pun tersenyum sumringah. nyonya melani langsung memeluk ara dan juga ara membakas pelukannya.
semua menangis terharu. ada rasa kebahagiaan tersendiri bagi ara.
"ketika anakku lahir, dan aku sudah pergi, setidaknya akan banyak yang menyayangi anakku nantinya" batin ara.
disela pelukannya, ara melihat aldy yang sedang menatapnya dengan tatapan sendu.
ara langsung melepaskan pelukannya lalu beralih untuk memeluk aldy.
"kakak" ucap ara disela pelukannya. aldy tak kuasa menahan tangis harunya.
"akhirnya aku menemukanmu "
merekapun larut dalam rasa haru. jam menunjukan waktu makan siang. mereka semua memutuskan untuk makan siang dirumah keluarga argadinata.
mobil sudah terparkir di halaman mansion argadinata.
"wahh rumah kak aldy besar juga yha. kayak rumah mas rifqi" ucapnya terkagum kagum melihat mansion aldy.
"ini juga rumahmu nak" ucap papa reza.
"hehe.. iyha juga pa.. tapi kan ara udah punya suami. jadi ara ikut suami ara" ucapnya sambil memegang erat lengan rifqi.
mereka semua pun makan bersama. ara mengambil satu piring lalu mengisinya dengan porsi yang sangat banyak. semua orang yang berada disana dibuat melongo melihat itu.
ara menyodorkan piring yang berisi penuh itu kepada rifqi.
"hah? sebanyak itu ar? mana habis buat aku doang?" ucap rifqi.
" siapa bilang buat kamu ajha mas. ini buat kita berdua" ara mengulurkan sendok untuk rifqi.
rifqi menghembuskan napas panjang pertanda pasrah. rifqi mulai menyuapi ara dengan telaten dan sabar.
"ehemm kita disini kok berasa ngontrak yhaa" celetuk momy rina.
" iyha nih berasa ngontrak" sambung mama mela.
" momy juga mau dady suapin?" goda dad bayu pada momy rina.
"ihh dady .. kita nih udah mau punya cucu taukk.. masih ajha gombal kayak abg" sungut mom rina.
"yha ngga papa lah rin, biar awet muda.." sambung mama mela sambil terkekeh.
" ohh jadi mama juga mau di gombalin gitu sama papa?" goda reza pada sang istri.
mama mela pun langsung mencubit perut sang suami dan akhirnya semua yang ada dimeja makan tertawa.
" ngomong ngomong kandungan ara udah berapa bulan?" tanya mama mela penasaran.
"udah tujuh bulan mau ke delapan bulan ma, baru ajha kemarin ngadain acara 7 bulanan"
" cewek atau cowok nieh nanti cucu ku?" tanya papa reza.
"cowok dong" jawab dad bayu dengan bangga.
"wahh bentar lagi udah mau jadi oma sama opa ajha.. jadi kapan nieh mama dapet cucu dari aldy?" tanya mama mela tertuju pada aldy.
uhuk
uhuk
aldy langsung tersedak makanannya. ia segera meraih segelas air dan meminumnya hingga tandas tak tersisa.
"halahh kak aldy.. pasangan ajha belum punya. gimana mau punya pasangan kalo sama cewek galak, ketus, dingin" jawab ara memojokan aldy.
jangan lupa like, vote, comment