
Kedua bocah itu tumbuh dengan kecerdasan di atas rata rata dari bocah seusia nya.
Wajah kedua bocah itu sangatlah mirip. Yang membedakan hanya alis dan mata nya saja.
Pada intinya, Zee tumbuh menjadi gadis yang mandiri tetapi manja terhadap kakak nya.
Sering kali ia merengek meminta sesuatu yang kadang membuat Zayn jengkel sendiri.
Aldy dan Dilla pun kadang geleng geleng sendiri melihat tingkah putri satu satunya yang kelewat manja dengan kakak nya itu.
Berbeda dengan didikan yang diberikan Ara dan Rifqi terhadap Qian dan Anna yang melarang putri nya terlalu manja dengan sang kakak.
Karna Qian adalah remaja yang membutuhkan pergaulan bersama teman teman diluaran sana, jika adiknya terus gelendotan dengan Qian, otomatis pemuda itu tak bisa bebas bermain dengan teman seusianya.
Justru Aldy dan Dilla membiarkan anak mereka dekat. Terutama putri mereka yang kelewat manja dengan sang kakak. Alasan nya, selain karna usianya yang tidak terpaut jauh, juga agar membentuk rasa sayang terhadap saudara nya.
Aldy dan Dilla berencana meng kuliah kan Zayn ke luar negeri. Jadi, Mereka membiarkan Zee bermanja manja sebelum mereka benar benar berpisah dalam waktu lama.
"Kakak mau kemana?" Tanya Anna saat melihat kakak nya sudah berpakaian rapi. Bahkan mengenakan setelan jas mahal nya.
Padahal ini kan malam hari, pikir nya.
"Kakak mau ke prom night acara sekolah nya an" jawab Ara yang baru mendekat ke kedua anak nya.
"Anna masuk ke kamar dulu, belajar abis itu tidur" ucapnya lembut pada sang princess.
Ara membelalakan matanya kaget melihat penampilan anak lelaki nya yang hanya menggunakan celana levis dengan robekan di bagian lutut dengan kemeja putih over size nya.
Ara langsung menarik baju anak nya yang sedang dikenakan nya itu.
"Ini apa ini? Qian, kamu itu mau prom night bukan mau jalan sama temenmu. Ganti pakai yang lebih resmi!!" Titah Ara.
"Tapi miii" Qian merengek
"Gantii!" Titah Ara tak bisa dibantah.
Selalu bertindak se enaknya yang akhirnya mendapat omelan dari sang momy. Dan anehnya ia selalu saja menuruti perintah sang momy walaupun hal itu menyebalkan bagi nya.
Beberapa saat kemudian, Qian kembali keluar kamar.
Ia hanya mengganti celana nya dan menambah outer berwarna hitam.
Ia mengendap ngendap keluar berharap sang mami tidak mendapatinya memakai baju kasual seperti ini yang membuatnya harus berganti pakaian lagi.
Tapi dugaan nya salah,,,
justru mami nya malah menunggu tepat di depan pintu kamar nya.
Ara kembali terkejut dengan penampilan putranya yang tak jauh beda dengan tadi.
"Qian, kamu itu gimana sih. Ini tu acara resmi, seharusnya kamu juga pake baju resmi. Temen temenmu semua juga pake baju resmi" omel nya lagi.
"Tapi miii Qian suka pake ini" rengeknya.
"Ganti!!"
"Miii" Qian mencoba merengek.
"Ganti pokoknya" tukas sang mami.
"Iya tuh, ganti. Marahin aja tu mom,!!" Rifqi ikut mengompori istrinya sambil terkikik geli melihat rengekan putra satu satunya itu.
"Papi diam!!" Titah sang kanjeng mami yang tak bisa dibantah oleh Rifqi.
Kini giliran Qian yang tertawa melihat papi nya mati kutu dihadapan sang mami.
jangan lupa Like guysss