Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
Dimana? (DillAldy)


Zayn langsung ke kamar dan tidur.


Dilla membuka pintu kamar Zayn


Ia menatap sendu wajah anak nya. Pikirannyaelayang melihat binar bahagia anak nya saat menceritakan bahwa ia bertemu sang ayah.


Tak bisa dipungkiri Aldy memiliki tempat tersendiri di hati Dilla. Sekian tahun lama nya ia mencoba melupakan nama Aldy dari hatinya namun tetap saja ia tak mampu.


"Apakah aku harus membawamu kepada ayah mu?" Batin Dilla sambil mengusap dahi anak nya.


Di sisi lain,


Aldy masih saja terjaga. Matanya menatap langit kamar hotel.


Ia masih memikirkan tentang wajah anak yang ditemui nya tadi.


"Kenapa wajahnya mirip denganku?"


"Kenapa tanggal ulang tahun nya persis Zayn?"


"Tapi kenapa nama nya El?"


Pikiran Aldy memikirkan anak tadi


"Andai Zayn bersamaku, pasti seumuran dengan nya"


"Pasti juga akan seimut dia"


"Ingin tau rasanya memiliki anak yang merengek minta mainan"


"Andai Zayn ada disisi ku, pasti dia akan jadi anak yang paling bahagia"


"andai Zayn disampingku saat ini, pasti kami sedang merayakan ulang tahun nya hari ini"


Batin Aldy hanya mampu berandai andai.


Aldy mengambil ponselnya. Ia menelpon orang kepercayaan nya.


"Halo bos" suara dari seberang.


"Apa sudah ada perkembangan?"


"Beri saya waktu lagi bos"


"Aku sudah memberimu waktu 5 tahun dan kau masih bilang untuk memberimu waktu?!" Bentak Aldy.


"Maaf bos"


Tutt


Panggilan diputus Aldy sepihak.


Aldy mengerang frustasi, 5 tahun sudah ia mencari cari keberadaan Dilla dan Zayn tapi belum juga ketemu.


"Sebegitu payahkah aku sebagai seorang suami dan sebagai seorang ayah?" Gumam Aldy.


Ia sudah mengenakan kaos polos dan celana training nya.


Aldy melewati taman itu. Semua mata melihatnya dengan tatapan kagum, namun Aldy tak menggubris nya.


Hari itu adalah hari minggu, banyak orang yang berolah raga pagi disekitaran taman.


Mata Aldy menatap pada seorang laki laki tinggi tegap dengan wajah asia nya.


"Bukan kah itu Bryan?" Batin Aldy.


Aldy mempercepat larinya untuk menghampiri orang itu.


"Bryan?" Panggil Aldy pada orang itu.


Seketika laki laki itu menoleh.


Matanya melotot kaget melihat orang yang baru saja memanggilnya.


"Ternyata benar yang dikatakan Zayn, Aldy benar benar ada disisni" batin nya.


"E eh Aldy, kau disini juga?" Bryan kikuk.


"Ada hal yang perlu aku bicarakan padamu" ucap Aldy serius.


"Apa itu?" Bryan berusaha tenang, padahal ia tau kemana arah pembicaraan Aldy.


"Kemana mau menyembunyikan Dilla dan Zayn?" Tanya Aldy to the point.


"Aku tidak tau dimana mereka sekarang, bukankah kau suami nya, kenapa malah bertanya padaku?" Sinis Bryan.


"Kumohon beri tahu aku dimana Dilla dan Zayn" Aldy mengiba.


Deggg


Ini adalah pertama kalinya Bryan melihat sisi lain dari Aldy.


"Seorang Aldy mengiba padaku?" Sinis Bryan.


"Aku memang Aldy yang arogan. Tapi untuk masalah anak dan istriku, aku rela melakukan apapun demi mereka. kumohon beri tau aku dimana Dilla dan Zayn"


pinta Aldy pada Bryan.


"Cih, basi" ucap Bryan lalu meninggalkan Aldy.


Aldy menatap nanar kepergian Bryan, ia tau Bryan kecewa padanya sebagai seorang kakak.


ia tau perbuatan nya pada Dilla memang tak pantas untuk di maafkan.


"Zayn, Dilla aku pasti akan menemukan mu" gumam nya pelan.


"Uncle" suara anak kecil membuyarkan lamunan Aldy.