Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
seenak jidatnya (DillAldy)


Aldy mengambilkan makanan untuk nya sendiri dan juga Dilla.


"Makanlah" ucap Aldy menyodorkan sepiring nasi beserta lauknya.


Dilla menerima nya dan memakan nya.


Setelah selesai, Aldy pun berangkat ke kantor nya.


Siang hari, Dilla kaget dengan kedatangan beberapa orang dengan membawa beberapa perlengkapan bayi dan ranjang bayi.


"Loh itu mau dibawa kemana mas?" Tanya Dilla pada salah satu orang yang membawa box bayi itu.


"Ini pesanan tuan Aldy nyonya"


"Hah??!" Dilla kaget.


Dilla langsung menelpon suami nya.


"Halo mas,"


"Ada apa?"


"Mas, kamu pesen ranjang bayi ya?"


"Oh sudah datang? Iya aku yang pesen"


"Buat apa mas, kan kita udah beli"


"Buat ditaroh dikamar, kan nggak mungkin bayi baru lahir langsung pisah kamar" jawab Aldy enteng.


"Tapi mas, ishh kok nggak bilang aku dulu sih. Ranjang bayi yang kemarin aja harganya mahal mas. Mending dipindah dikamar dari pada beli lagi"


"Bilang aja sama yang nata suruh taro kamar, nanti kamarnya udah di desain sama desain interior" jawab Aldy enteng.


"Kok gitu sih, mas beli ranjang bayi berapa harganya?" Tanya Dilla.


"30 juta doang Dil" jawab Aldy enteng.


"Apa?!!! 30 juta" teriak Dilla diseberang hingga Aldy menjauhkan telepon nya dari telinga.


"Ya ampun massss 30 juta kamu buat beli. Bla bla bla bla bla bla...." Dilla terus saja mengomel.


"Terserah, pokonya bilang sama yang nganterin suruh bawa ke kamar langsung"


Tutt


Panggilan di akhiri


Dilla menggerutu karna ia belum selesai mengomel kepada suami nya.


"Lelaki memang begitu. Mengambil keputusan seenak jidatnya tanpa memikirkan hasil akhirnya, 30 juta mending disumbangin dari pada buat beli ranjang bayi" gerutu Dilla.


..


"Taruh kamar mas" Dilla menunjukan kamar nya dan kamar Aldy.


Beberapa orang masuk ke kamar Aldy dan mulai menata ulang ruangan itu.


Beberapa jam kemudian ruangan itu sudah tertata dengan desain yang baru.


Dilla terkesiap melihat kamar dengan desain baru itu.


Para pegawai sudah pulang karna hari sudah sore.


Tiba tiba ada yang memeluk Dilla dari belakang saat Dilla sedang mengagumi ruangan itu.



"Bagus kan?" Bisik Aldy tepat di telinga Dilla yang membuat sang empu merasakan tubuhnya meremang.


"Ishh apaan sih mas, lepasin" ucap Dilla sambil melepaskan tangan Aldy dari perut nya.


Aldy malah membalikan badan Dilla. Ia menempelkan dahinya pada dahi Dilla.


"Katakan, apa kau suka desain nya?" Tanya Aldy.


"Aku suka mas" jawab Dilla lalu mengalihkan pandangan nya ke samping.


Aldy menangkup wajah istri nya.


Cup


Satu kecupan mendarat di bibir Dilla.


Dilla malu bukan kepalang, tak biasanya Aldy bersikap lembut seperti ini pada nya.


Dilla langsung menyembunyikan wajah nya di dada bidang suami nya yang masih tetap wangi walau telah bekerja seharian dan belum mandi.


Aldy pun segera membersihkan tubuh nya di kamar mandi bersama dengan Dilla.


Ber dua gengsss.. tau kan selanjut nya..


Tau nggak? Tau nggak? Taulah masak enggak.. wkwk..


oh yaaa,, beberapa hari yang lalu, Aldy dan Dilla melakukan pemotretan kehamilan Dilla.



anggep aja kurang lebihnya kayak gitu.. wkwk


Pagi hari, Dilla sudah merasa perutnya agak tidak enak sejak semalam.


Bahkan bangun tidur tadi ia melihat ada bercak darah di cel*ana da*lam nya.


Dilla masih berpikir positif. Ia mencoba menenangkan dirinya.