
"udah, pokok nya kamu ikut aku ajha" jawab rifqi enteng.
" yha kemana dulu? aku ajha ini cuma pake dres jelek gini. kamu nggak malu bawa aku jalan jalan pake kaya gini?" tanya ara pada rifqi.
rifqi langsung mendekat ke ara. ia mencium kening istrinya.
cup
"kenapa harus malu? harus nya aku bangga bawa istri secantik kamu" jawab rifqi.
satu tangan rifqi masih menggendong qian, sedangkan satu tangan nya menggenggam tangan ara. ia menariknya keluar kantor.
ia masuk ke mobil yang telah ada adit sebagai supirnya.
mobil berjalan membelah jalanan kota.
"kita mau kemana mas?"
" stt kamu diem ajha .. pokok nya dijamin kamu bakalan suka" jawab rifqi yakin.
beberapa menit kemudian, mobil telah sampai di landasan udara pribadi milik rifqi.
"ini tempat apa mas?"
"ini adalah landasan udara pribadiku. disini koleksi pesawat ku di rawat"
"hah?! apa?!.. seberapa kaya kau mas sampai punya landasan udara pribadi?" tanya ara heran.
"apa kau meragukan kekayaan suami mu ini?"
"tidak mas, hanya saja aku kaget dengan ke kayaanmu itu" ucap ara cengengesan.
..
Ara dan rifqi sudah berada di dalam pesawat mewah itu.
Ara takjub dengan fasilitas pesawat yang sudah seperti rumah. Ada sofa, kamar tidur, tv dan perlengkapan lain nya.
Rifqi menurunkan qian dari gendongan nya. Ia memberi qian beberapa mainan mobil mobilan yang aman untuk anak anak.
Rifqi menghampiri ara yang duduk di sofa. Ia merangkul pinggang istrinya.
"Ini sebenernya kita mau kemana sih mas?" Tanya ara yang masih penasaran.
"Pokok nya ngikut ajha, di jamin kamu bakalan suka"
"Beneran nih? Kamu bukan mau ngajak aku ke tempat yang jauh terus kamu tinggal pulang kan?" Tanya ara polos.
"Yha enggak lah, masak punya istri secantik kamu mau di buang. Nanti diambil orang dong"
Ara mengerucutkan bibirnya. Rifqi yang gemas dengan tingkah ara pun mencium bibir istrinya lalu melmatnya.
1 menit
2 menit
Ara mulai kehabisan nafas. Ia memukul mukul dada bidang suaminya itu.
"Ish kamu itu mas, sukanya cium cium aku mulu. Nggak malu sama qian" kesal ara.
Rifqi menggeleng.
"Mimimimi" oceh qian.
Rifqi dan ara yang masih membelakangi qian pun langsung berbalik badan ketika mendengar suara anak nya memanggil.
Rifqi maupun ara langsung membelalakan mata nya kaget ketika melihat anak kesayangan mereka sudah belajar merangkak.
Ara langsung mendekati qian. Ia mengangkat tubuh gembul anak nya itu ke gendongan nya.
Muach
Muach
Ara menghujami qian dengan kecupan kecupan sayang.
"Anak mami udah bisa merangkak? Adududu pinter banget udah bisa merangkak" puji ara pada anak nya.
Rifqi langsung mengambil qian dagi gendongan ara.
"Ihhh anak papi pinter banget udah bisa merangkak. Qian mau di beliin apa sama papi? Hmm?"
"Ish mas, kamu tanya nya aneh aneh, mana bisa qian jawab kalo kamu tanya nya gitu"
Qian tertawa keras.
"Loh kok qian ketawa sih, emang qian tau mami sama papi lagi ngomong apa?" Tanya ara.
"Taulah mi, anak siapa dulu,, papi rifqi gitu lhoo" jawab rifqi menirukan suara anak kecil.
Rifqi menghujami anak nya dengan ciuman sayang.
" Ternyata sebahagia ini bisa melihat perkembangan darah daging ku sendiri. Aku bersyukur tuhan masih memberiku kesempatan untuk merasakan betapa bahagia nya menjadi seorang ayah" batin rifqi.