
aldy meminta berkas yang sudah ditanda tangani rifqi lalu menyerahkan kepada dilla.
"cepatlah kembali ke kantor. urus semua kepentingan"
ucap aldy singkat.
" baik bos" ucap dilla.
" kalau begitu saya pamit om, tante, " pamit dilla
"lohh kok cepet banget. duduk sini dulu, kita ngobrol bareng" ucap mama mella
"sekali lagi terimakasih atas tawarannya nyonya, tapi saya minta maaf karna masih banyak pekerjaan di kantor, permisi" jawab dilla sopan dengan senyum ramahnya.
dilla pun keluar dari rumah aldy. kebetulan, ia kerumahnya aldy membawa motornya sendiri. karna jika memakai mobil kantor pasti akan terkena macet pikirnya.
sepanjang jalan, dilla memikirkan tempat yang baru saja ia kunjungi itu.
"apa itu rumah bos aldy? atau itu rumah orang tua.pak rifqi?"
"ah sudahlah nanti kutanya kan saja pada ara" sambung batinnya.
dirumah aldy..
"itu to asisten nya aldy yang kamu bilang tadi?" tanya mama mela kepada ara.
"iyha ma.. cantik kan?"
"banget.. anak nya juga sopan. dari gaya bicaranya, sopan santunnya keliatan banget kalau anak baik"
"kalo papa sih setuju setuju ajha..gimana nih aldy?"
"aldy ngga suka cewek cerewet" ucap aldy lalu berlalu pergi meninggalkan mereka semua yang ada disana.
hari telah sore, ara rifqi maupun orang tua rifqi kembali ke rumahnya masing masing.
pagi hari
seperti biasanya, mereka melakukan aktifitasnya normal.
rifqi mulai masuk kerja, begitupun aldy.
hari ini adalah jadwal check up ara ke dokter. bukan dokter kandungan, tetapi dokter penyakitnya.
ara sudah berada dirumah sakit.
"apa keluhanmu akhir akhir ini ar?" tanya dokter nita.
"sudah kuduga ar, sebaiknya kau cepat cepat melakukan operasi caesar. dan kau tau kan apa yang terjadi setelah itu?"
"berapa hari lagi tersisa untukku di dunia?"
"10 hari lagi"
"baiklah, nanti akan ku bicarakan dulu dengan mas rifqi"
"apa kau sudah menceritakan penyakitmu kepada suamimu?"
ara menggelengkan kepalanya
"belum, dan aku tak mau dia tau. biarkan anak ini lahir dulu baru ia akan mengetahui nya jika aku telah tiada"
" sebenarnya masih ada sedikit peluang untukmu bertahan setelah operasi ar, hanya saja sangat kecil. itupun harus mendapat donor sumsum tulang belakang terlebih dahulu"
ara tersenyum getir
"tidak apa.. aku sudah puas berada di dunia ini"
disisi lain,
dilla sedang dalam perjalanan menuju kantor yulandres grup dengan motornya. karna tadi ia habis ditugaskan ke perusahaan cabang untuk memeriksa keuangan yang ada disana.
tiba tiba ada mobil yang melaju kencang lalu menyerempetnya.
brukkk
dilla terjatuh dari motornya. tubuhnya bersimbah darah.
orang orang segera mendekat. mereka mengambil ponsel dilla untuk menghubungi saudaranya.
"aldy" ucap dilla sebelum ia tak sadarkan diri.
seorang warga mengabari tentang kecelakaan dilla.
"hallo ini dengan pak aldy?"
" iyha benar, dengan siapa yha.. bukankah ini handphone dilla kenapa bisa dengan anda?"
"maaf pak.. nona pemilik ponsel ini kecelakaan dijalan x karna diserempet mobil. sebaiknya bapak segera kesini karna nona ini sudah tak sadarkan diri"
" baik saya akan kesana"
aldy sangat panik dan langsung menuju ke jalan yang dikatakan si penelpon tadi. ia meninggalkan semua pekerjaannya begitu saja. ia segera berlari ke parkiran untuk mengambil mobilnya dan segera ia. lajukan ke tempat dilla kecelakaan.