
"Cih sombong sekali" cibir Aldy.
"Awas kau!! Aku akan mempengaruhi Dilla agar tak memberimu jatah malam ini" ancam Bryan.
"Silahkan saja kalau bisa" Aldy balik menantang.
"Adik ipar tidak tau diri" cibir Bryan.
Kini mereka semua merayakan pernikahan Dilla dan Aldy dengan makan makan kecil di taman rumah.
Dilla maupun Ara melayani suaminya dengan baik begitupun mama Mela dan momy Rina.
"Sebaiknya kau cepat menikah Bry, biar ada yang mengambilkanmu makanan" ucap papa Reza.
"Betul itu, apa perlu kucarikan? Mau yang cantik atau yang sexy" goda dad Bayu yang lalu mendapat pukulan di pundaknya dari mom Rina.
"Kau itu dad" geram momy Rina yang membuat acara itu menjadi ramai.
"Nanti om, Bryan belum sempat cari wanita" celetuk Bryan.
"Jangan terlalu tua Bry, kamu memiliki segalanya kurang apa lagi?" Papa Reza kini berbicara.
"Cihh dia tidak laku pa" cibir Rifqi.
"Hei jika kau tak menikah sekarang, bisa bisa saat kau memiliki anak belum sempat kau menikahkan nya tiba tiba kau sudah mati karna tua" ejek Aldy.
"Atau bisa saja anak mu akan memanggil mu kakek" ejek Rifqi.
Mereka semua tertawa mendengar ejekan itu kecuali Bryan.
"Tidak mungkin wajah tampan ku ini bisa berubah tua. Lagi pula aku memiliki uang banyak untuk membuat wajahku awet muda" sanggah Bryan.
"Tapi usia tetap saja akan bertambah" cibir Dilla.
"Kau! Bukannya membantu kakak mu tapi malah ikut menyudutkan ku" tuding Bryan pada Dilla.
"Uncle jangan membentak momyku" Bela Zayn pada momy nya.
" Ya ya ya, kalian menang kali ini" Bryan mengalah.
Mereka semua tertawa terbahak bahak.
Malam hari, semua sudah masuk ke kamar nya masing masing karna memang mereka semua menginap di mansion besar itu.
"Dad, dimana kamar Zayn?" Tanya Zayn pada Aldy.
Aldy pun menunjukan kamar tepat disamping kamar nya.
"Dad, kenapa ini malah kamar bayi?" Tanya Zayn. Pasalnya ia melihat kamar itu adalah kamar bayi karna masih ada ranjang bayi lengkap dengan fasilitas khusus bayi.
Aldy menepuk keningnya
"Haduhh sangking sibuknya dady sampai lupa menyiapkan kamar untumu Zayn"
"Yahh terus Zayn tidur dimana dad?" Tanya Zayn.
"Kamu tidur sama momy dady aja" tawar Aldy.
Zayn menggelengkan kepala nya.
"Zayn pengen tidur sendiri"
"Tapi kamar nya belum di renovasi, besok dady panggilkan orang buat renovasi kamar seperti keinginanmu" tawar Aldy lagi.
Zayn menggelengkan kepala nya
"Zayn pengen tidur di kamar lain aja dad, kamar ini biar buat adek Zayn nanti" ucap Zayn dengan polos nya.
Aldy menepuk kening nya karna perkataan anak nya.
"Ya sudah kamu tidur di kamar sebelah kamar dady momy"
Zayn mengangguk
Ia berjalan menuju ruangan disamping kamar Aldy.
(Jadi kamar Aldy tu di tengah tengah, masih ada samping kanan dan kiri nya)
Zayn tidur sendirian di kamar itu.
Dilla dan Aldy juga sudah memasuki kamar mereka.
Kecanggungan terjadi antara mereka berdua. Sekian lama tak bertemu lalu disatukan dalam satu ruangan membuat mereka gugup.
"Ti tidurlah di kasur, jika kau tidak mau kita tidur seranjang biar aku yang akan tidur disofa" ucap Aldy.
"Tidurlah dikasur, bagaimana pun kita sudah menjadi suami istri kembali" jawab Dilla.
"Kau yakin?" Aldy memastikan
Dilla mengangguk