
tak terpikirkan oleh rifqi bahwa ia akan menjadi ayah secepat ini. dulunya ia berencana akan menikah di umur 28 atau 29 tahun. tetapi di umurnya yang hampir ke 23 tahun ia sudah akan memiliki seorang baby yang berarti tanggung jawabnya semakin bertambah.
ia menatap wajah tenang ara yang sedang tertidur pulas. hatinya tiba tiba mencelos melihat wajah tenang ara.
"aku bingung dengan keputusanku. aku takut keputusanku akan sama sama melukai kita berdua. sisa 2 bulan lagi untuk kita bersama dan mungkin setelah itu kita akan berpisah selamanya karna aku tak akan memberi akses kepada hatiku untuk membuka jalannya untukmu. biarkan tetap seperti ini. tuhan memiliki takdir yang lebih indah" gumam rifqi dalam hatinya.
rifqi pun membangunkan ara dengan menepuk bahunya. ara yang merasa tidurnya terganggu pun membuka matanya. ia menggeliat sebentar. ia mematap wajah tampan rifqi yang juga sedang menatapnya.
"jam berapa ini mas?"
" udah jam 3"
" apa?! berarti aku tidur udah lama yha"
"udah gapapa. katanya mau beli paralatan baby, yuk sekarang tapi aku mandi dulu"
rifqi pun mandi di kamar mandi yang ada didalam ruangannya. ia keluar kamar mandi dengan celana pendek selutut dan sebuah kaos lengan panjang bermek melekat bagus di badan atletisnya. ia tadi sudah memberi tahu aldy bahwa ia akan pulang cepat dan menyuruh aldy untuk pulang dijemput supir dari mansion nya.
mobil rifqi melaju membelah jalanan kota yang ramai. ia memarkirkan mobilnya didepan sebuah babyshop yang ter besar disana. ara dan rifqi memasuki toko itu. ara dengan sigap mencari barang yang dibutuhkan sedangakan rifqilah yang mendorong troly yang berisi belanjaan. semua orang menatap ke arah mereka berdua. bagaimana tidak? berita bahwa seorang rifqi yulandres sudah menikah dan bahkan akan punya anak pun menjadi trending topik di jagat maya.
"mas, bantuin pilih dong. aku bingung"
rifqi pun memilihkan ranjang tidur yang menurutnya nyaman untuk baby nya nanti. walaupun ia tahu bahwa nanti anak nya hanya akan dirumah sampai umurnya satu bulan, lalu setelah itu ia akan menyuruh ara pergi bersama anaknya sejauh mungkin. setidaknya ia memberikan yang terbaik untuk anaknya selama anak itu lahir sampai umur 1 bulan.
ia juga membantu ara memilihkan stroler bayi untuk ara. pilihannya jatuh pada sebuah strolleer dengan harga 35 jt an.
" mas, apa ini tidak terlalu berlebihan?" tanya ara.
" tidak apa. ini bukan hal yang sulit untukku" jawab rifqi enteng.
merekapun melanjutkan membeli produk produk lain khusus bayi. mereka banyak mencari warna biru karna menurut perkiraan anaknya berjenis kelamin laki laki.
acara berbelanja pun telah usai. mereka menghabiskan uang yang tak tanggung tanggung yaitu mencapai ratusan juta. karna rifqi selalu memilihkan barang yang terbaik kualitasnya. mulai dari lemari, box bayi dan juga barang lainnya.
ara merasakan lelah yang teramat. ia segera mendudukkan badannya di kursi mobil. sedangkan rifqi masih memasukkan beberapa barang belanjaan yang kecil kecil dibagasi karna barang yang besar akan di antar oleh pihak toko. ara memejamkan matanya sejenak. ia mengusap usap punggungnya sendiri karna merasa sangat pegal. sejenak ia meringis menahan sakit di area sekitar ginjalnya. rasanya sangat sakit hingga tak sengaja air matanya luruh. ia segera mengusap air matanya. saat ia melihat tangannya ia melihat darah. ia kembali meraba hidungnya yang ternyata sudah mimisan lagi. ia segera mengambil tissue dan mengelap mimisan nya. ia segera memasukan bekas lap darahnya ke dalam tas. ara merasa ginjalnya terasa sangat sakit hingga ara pingsan dalam keadaan duduk.