
tak lama kemudian, dilla sadar dari pingsan nya.
ia mengerjapkan matanya. yang dilihatnya hanya tembok putih. ia melihat tangannya dipasangi infus dan badannya rasanya sakit semua.
ia menengok ke kanan. ia melihat aldy yang fokus dengan ponselnya.
"bos" panggilnya.
aldy pun mendongakkan kepalanya.
ia mendekat ke brankar dilla.
"kau sudah sadar? ada yang sakit?"
dilla malah terkekeh mendengar pertanyaan aldy.
"apa kau khawatir padaku bos?"
"cihh untuk apa, kau itu selalu saja merepotkanku"
"maaf bos"
"eh ngomong ngomong kok anda yang disini bos? " sambungnya.
"tadi ada warga yang menelponku. cepat telpon keluargamu aku mau pulang. disini sangat membosankan"
dilla yang mendengar kata keluarga pun langsung tertunduk lesu.
"kalau anda mau pulang, pulang saja bos. lagian kalaupun aku menghubungi keluargaku mereka tak akan datang" ucap dilla bergetar sambil menahan tangisnya.
dilla langsung mendongakkan kepalanya dan tersenyum menghadap aldy.
" tenanglah bos, aku tak selemah itu. jika kau sibuk, pulanglah. aku tak apa disini sendiri. lagi pula kau mengantarku ke rumah sakit saja sudah suatu syukur buat aku. " ucap dilla sambil tersenyum manis.
"oh yha satu lagi jangan katakan apapun pada ara. aku tak mau dia khawatir"
akhirnya sore itupun aldy pulang kerumah nya. malam hari. aldy nampak gelisah dikamarnya.
berulang kali ia memejamkan matanya namun tidak bisa. sore tadi ia sudah menelpon ara agar besok bisa bertemu di taman x.
"arghh kenapa aku kepikiran bocah itu terus" geram aldy.
ceklekk
aldy membuka kamar rawat dilla. terlihat dilla sedang menangis terisak. dilla yang melihat kedatangan aldy pun langsung menghapus air matanya secepat mungkin dengan tissue.
"bos? kau kembali? pulanglah dan istirahatlah bos. hari ini aku sudah terlalu merepotkanmu" ucap dilla sambil tersenyum.
"ckk gadis ini. bisa bisanya menyembunyikan kesedihannya secepat itu" decak aldy dalam hati.
"kau memerintahku?!"
"eehh bukan bos.. hanya saja ini sebagian kecil dari perhatian ku padamu" ucap dilla sambil terkekeh.
aldy langsung duduk disofa lalu merebakan tubuhnya disana.
"bos?" ucap dilla lirih lagi. tetapi ternyata yang dipanggil sudah masuk ke alam mimpi.
pagi hari
dilla telah bangun dari tidurnya. ia melihat aldy masih terlelap di sofa itu.
senyum manis tersungging dibibir nya.
pagi pagi sekali dokter masuk keruangannya untuk memeriksa keadaan dilla. dokter itupun melepas infus yang terpasang di tangan dilla.
"terimakasih dokter" ucapnya tulus.
"pacarnya setia banget yha mba.. sampe rela nungguin mana ganteng lagi hehehe. kemarin yha mbak, pacarnya mba keliatan khawatir banget. apalagi pas liat mba kecelakaan, beuhh paniknya puoll.. mba tau nggak kalo video mba sama mas nya trending di aplikasi tok tok? " celetuk sang suster.
"benarkah?" tanya dilla
"wahh mbak belum tau yha? padahal juga trending di berita masa lho"
sang suster memperlihatkan video viral itu yang berisi video dimana aldy marah marah kepada warga sekitar. dan juga beberapa berita " asisten CEO tampan yulandres grup""
dilla menyunggingkan senyumnya tipis. sang dokter pun segera keluar ruangan karna akan memeriksa pasien lain.
ia melihat aldy masih tidur pulas di sofa. dilla mengambil ponselnya dinakas. ia mengecek berita dan juga aplikasi tok tok.. dan benar saja dirinya dan aldy sudah jadi trending topik. Whats up dilla pun sudah ramai diserbu pertanyaan pertanyaan teman teman se kantornya.
jangan lupa Like, and vote..