Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
menghangat


" wahh sebentar lagi cucu ku akan lahir.. gimana kalau kita ngadain mitoni nya besar besaran dad? lagi pula kan ini pertama dan terakhir kalinya nanti"


"kalau dady sih ngikut ajha gimana baiknya.. menurutmu gimana rif? ar?"


" rifqi dan ara juga ikut gimana baiknya ajha mom, dad.. iyha kan sayang?" ucap rifqi mewakili yang langsung membuat ara blushing karna kata 'sayang' di akhir kalimatnya.


" oh yha.. ini momy bawain sarapan buat ara dan juga ini susu hamil buat calon cucu momy" ucap momy rina sambil memberikan wadah makan dan juga sekotak susu hamil instan.


ara pun menerimanya lalu meminum susu nya dulu.


" loh kok ngga langsung sarapan?"


" oh ini mom mau nyuapi bubur buat mas rifqi dulu"


" ehemm kek nya ada yang mau mesra mesraan lagi nieh.. lebih baik kita tinggal dulu ajha mom" gurau dad bayu.


" enggak dad.. ini cuma mau nyuapi doang" sanggah ara


" bener kata dady.. lebih baik kita jalan jalan keluar dulu yuk" ucap momy rina.


momy rina dan dad bayu pun akhirnya meninggalkan ruang rawat rifqi.


beberpa hari setelah itu, rifqi sudah di izinkan pulang.


saat ini, kondisi rifqi sudah sembuh total. dia bahkan sudah mulai bekerja. walaupun sebenarnya dady nya melarang nya bekerja dulu tetapi ia tetep kekeh untuk bekerja karna itu semua merupakan tanggung jawabnya sebagai CEO dan selain itu ada masalah di perusahaan karna ulah randy. dan apabila di tinggal olehnya, kasian aldy menangani perusahaan sendiri, pikirnya.


jam menunjukan pukul 4 sore. ara sudah pulang dari kerjanya begitu pun rifqi. sepulang kerja pun ara masih melakukan tanggung jawabnya yaitu menyiapkan keperluan rifqi dan juga membantu para pelayan bersih bersih rumah.


sejak pulang dari rumah sakit, rifqi bersikap lebih hangat kepada ara. bahkan kadang ia memberi perhatian perhatian kecil kepada ara. entah di maksudkan untuk ara atau untuk calon anak nya? ara tak menghiraukan itu. ia sekarang lebih fokus kepada kesehatan nya sendiri dan anak yang dikandungnya.


ara dan rifqi sudah selesai makan malam. mereka masuk ke kamar nya. rifqi kembali berkutat dengan laptopnya untuk melanjutkan pekerjaan nya yang menumpuk. sedangkan ara, ia duduk bersandar di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.


huhhhh


ara menghela napas nya. ia sudah sangat bosan berkutat dengan ponsel nya. ia melirik jam dinding.


' jam 10 malam tapi dia belum tidur?' gumam ara sambil melihat rifqi yang fokus pada laptopnya. ia pun beranjak dari kasurnya dan duduk disamping rifqi.


" mas.."


tidak ada jawaban dari rifqi.


" mas"


" hm" rifqi hanya berdehem..


" ihh kok gitu sih" ara langsung menyingkirkan laptop rifqi lalu ia meletakkan kepala nya pada pangkuan rifqi.


" huhh" rifqi menghela napas nya kasar.


" aku mau nyelesai in kerjaanku dulu ar, tanggung banget"


ara malah melingkarkan tangannya ke pinggang rifqi dengan muka yang mendusel dusel perut rifqi.


" ara, plis lah.. ngerti in aku dikit buruan kamu bangun"


" ngga mau mas.. dede nya minta di elus elus"


ara langsung memegang tangan rifqi dan menempelkannya di perutnya yang di dalamnya anaknya sedang bergerak gerak aktif.


" tuhh dia gerak gerak minta di elus elus"


" iyhaa tapi nanti ajha yha.. aku mau nyelesai in kerjaanku dulu. besok buat meeting sama dewan direksi"


" pokoknya nggak mau yha nggak mau"


ara kembali melingkarkan tangannya di pinggang rifqi dan juga menyembunyikan wajahnya di perut rifqi.


' kok aku jadi manja gini sih' gumam ara dalam batinnya.


" araa !!! kamu bisa minggir nggak sih aku tu mau kerjaa!!" bentak rifqi sarkas.