Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
lagi??! (DillAldy)


"Mama nanya gitu kayak Aldy punya penyakit apa aja. Emang mama mau kalo anak mama penyakitan" selidik Aldy.


"Ihh mama kan cuma tanya" gerutu mama Mela.


"Dilla hamil lagi ma" ucap Dilla menghentikan perdebatan anak dan sang mertua itu.


Mama Mela membelalakan mata nya kaget.


"Hamil lagi?" kaget mama Mela.


Dilla mengangguk


"Alhamdulillah, baru kemarin ketemu eh sekarang udah mau punya anak lagi aja" sindir mama Mela.


"Ya iya lah ma, mama kayak nggak pernah muda aja. Coba tu tanya papa, mesti mama sama papa dulu juga gitu kan. Pagi, siang, sore, malam" cibir Aldy balik.


Mama Mela langsung tersenyum malu malu.


"Mama sok malu malu kayak abg aja" cibir Aldy lagi.


Mama mela memukul pelan lengan anaknya


"Jadi anak kok suka cibirin mama nya, awas kena karma jadi bucin parah kamu sama Dilla"


Geram mama Mela karna di kata i anak nya 'sok malu malu'


Tapi kan emang bener kalo dia malu๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


"Udah berapa minggu kata nya?" Tanya mama Mela mengalihkan pembicaraan.


"6 minggu ma"


Mama Mela mengangguk mengerti


"Ya udah, kamu banyak banyak istirahat. Semoga aja kehamilan kamu ini nggak separah dulu" mama Mela mendoakan menantu nya.


"Aamiin ma"


Dilla dan Aldy pun kembali ke kamar nya.


Tak lama kemudian, pintu kamar di ketuk sesorang.


"Mom, dad.." teriak Zayn yang baru saja pulang dari sekolah taman kanak kanak nya.


"Masuk saja Zayn, pintu nya tidak di kunci"


Ucap Aldy dari dalam.


Zayn menghampiri sang momy


"Mom, kata oma Zayn mau punya adik ya?" Tanya Zayn.


Dilla mengangguk, ia meletakan telapak tangan Zayn di perutnya.


"Di dalam sini ada adik Zayn"


"Tapi kok kecil mom?" Zayn bingung. Pasalnya ia melihat di tv orang hamil perutnya besar.


"Nanti semakin lama semakin besar. Seperti Zayn dulu, dulu Zayn juga kecil di perut momy. Tapi semakin lama perut momy bakal besar terus nanti adik Zayn bakal lahir" jelas Aldy yang membuat Zayn mengangguk mengerti.


"tapi kok perut nya istrinya uncle Bryan besar juga mom?" tanya Zayn lagi.


"itu beda, istri uncle Bryan hamil nya udah lama" jawab Aldy lagi.


memang benar, istri Bryan sudah hamil sekitar 5 bulan an.


"Mom, boleh aku menciumnya?" Tanya Zayn.


"Boleh dong" Zayn pun mencium perut sang momy lalu beralih mencium pipi sang momy.


"Yang ini buat adek, yang ini buat momy" Zayn menjelaskan. Ia menunjuk perut lalu pipi sang momy.


"Lah buat dady mana?" Aldy mulai mode cemburu nya.


"Dady kan laki laki jadi ngga perlu dapet cium"


"Oh gitu, ya udah.. berarti Zayn Nggak sayang dady dong. Nanti dady sayang adik Zayn aja, Zayn nya nggak usah dady sayang" ancam Aldy.


Cepat cepat Zayn mendekat ke dady nya lalu mencium pipi kanan dan kiri nya.


"Tuh udah dad, 2 lho malahan" ucap Zayn.


Aldy terkekeh melihat tingkah gemas anak lelaki nya itu.


Ia lengsung merengkuh tubuh mungil Zayn lalu memeluknya seperti guling.


"Dad, berat dad, Zayn nggak bisa nafas" Zayn berteriak.


Aldy melepaskan pelukan itu lalu mencium pipi anak nya.


"Ihh dady kok cium cium Zayn sih" protes Zayn sambil mengusap bekas ciuman sang dady di pipi.