Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
mirip lagi?


mereka pun menuju ruangan aldy. saat ara masuk keruangan, tiba tiba


deg


deg


deg


ara terkejut melihat orang yang ada di dalam ruangan itu.


'Kenapa wajah nyonya itu mirip denganku'


Batin ara.


Sepasang manusia datang mendekati ara. Mereka mengulurkan tangannya.


" Saya melani, panggil saja bu lani. Saya ibunya aldy. Dan ini papa nya aldy namanya reza"


Ara pun mencoba tersenyum dan mengangguk pertanda mengerti. Ara pun langsung mendekati brankar aldy.


" Kak aldy tidak apa apa?"


" Tidak apa apa, aku sudah mendingan. Dimana rifqi?"


" Mas rifqi masih kritis kak" ucap ara lirih sambil meneteskan bulir air matanya.


" Bagaimana kejadiannya al?" Tanya dady bayu mengalihkan pembicaraan.


Aldy pun menceritakan semuanya.


" Pasti ini ulah si rendy" geram dad bayu


" memangnya siapa rendy?" Tanya aldy.


" Dia direktur utama rens grup. Dulunya rens grup dipimpin oleh ayahnya. Namanya aldo. Dulu kita bekerja sama bahkan membuat proyek bersama. Tapi dulu ada seorang wanita namanya sinta. Rendy dulu sangat mengagumi gadis itu. Tetapi, gadis itu menyatakan cintanya pada rifqi namun rifqi menolaknya. Dan akhirnya sinta bunuh diri dengan cara gantung diri di rumahnya. Semenjak itu, rens grup tiba tiba memutus kerja sama kita. Lalu mereka memindahkan kantor pusat nya dari indonesia ke singapura."


Aldy pun mengangguk ngangguk mengerti.


" Jadi maksudmu rendy sedang membalaskan dendamnya?" Tanya papa reza.


" yha begitulah"


setelah sedikit berbincang bincang, ara keluar dari ruangan aldy.


" itu tadi shelly kita pah" ucap mama aldy kepada sang suami setelah ara pergi meninggalkan ruangan itu.


" papa rasa juga begitu ma"


" sebaiknya kita mencari buktinya pah" ucap mama aldy lagi.


" baiklah"


di depan ruangan rifqi.


tak lama kemudian, dokter keluar dari ruangan rifqi. ara pun langsung mendekat ke dokter tersebut.


" bagaimana keadaan suami saya dok?"


" alhamdulillah, keadaannya sudah membaik. mungkin besok pagi ia akan sadar."


ara dan kedua orang tua rifqi bernafas lega.


rifqi dipindahkan ke ruang rawat.


ara dan mertuanya pun masuk ke ruangan rifqi.


hari sudah mulai gelap.


" momy sama dady pulang ajha istirahat. biar ara disini jagain mas rifqi"


" kamu saja yang pulang nak.. kasian bayi kamu.. kamu juga butuh istirahat"


" enggak mom, lagi pula kalau tidak ada mas rifqi ara nggak bisa tidur"


" baiklah kalau begitu"


momy rina dan dady bayu pun pulang sedangkan ara tinggal di ruangan rifqi.


pagi hari tiba,,


rifqi mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang ada di tempatnya. yang pertama kali ia lihat adalah ara yang tidur dengan posisi duduk di kursi dengan kepala ia letakkan pada ranjang rifqi dan tangannya yang menggenggam jemari rifqi.


senyum tipis tercetak di bibir rifqi. tangannya ter ulur untuk menyingkirkan anak rambut ara yang menutupi wajahnya.


" cantik" kata pertama yang ia ucap saat ia terbangun.


ara yang merasa tidurnya terusik oun bangun mengerjapkan matanya. yang pertama kali ia lihat adalah suaminya.


" mas rifqi udah bangun? mana yang sakit mas?" tanya ara khawatir.


ara pun memencet tombol untuk memanggil dokter. tak lama kemudian, dokter datang dan memeriksa rifqi.


" syukurlah tuan rifqi sudah baik baik saja, hanya tinggal masa pemulihan" ucap sang dokter.


dokter pun keluar dari ruangan rifqi. ara kembali duduk di tempatnya. ia menggenggam tangan rifqi.


" aku begitu takut kehilanganmu mas"


hati rifqi menghangat mendengar ucapan ara. tapi tetap saja, ia adalah rifqi yang arogan yang tidak mudah diperdaya hanya dengan kata kata.


ara ingin ke kamar mandi. saat ia hendak berdiri dari duduknya, tiba tiba


"shhh" ara mendesis seolah kesakitan.