Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
Kerjaan (DillAldy)


Setelah habis makanan nya, Dilla bertanya pada Aldy.


"Mas, kasih aku kerjaan dong, aku bosen ngga dirumah ngga dikantor masa tiduran mulu" gerutu Dilla.


"Daripada kamu ngomel mending kamu tidur sana, nanti kalo capek dikit langsung pingsan aku juga yang repot" semprot Aldy.


"Tapi mas aku pengen kerja" Dilla masih merengek.


"Ya udah kalo kamu maksa" jawab Aldy menyeringai.


"Ka kamu mau ngapain mas?" Tanya Dilla gugup saat Aldy mendekat ke arah nya dan mulai menghimpitnya.


"Menurutmu?" Bisik Aldy di telinga Dilla.


Aldy langsung mencium bibir istrinya dan melumatt nya. Semakin lama ciuman itu semakin menuntut. Tangan Aldy sudah bergerilya kemana mana.


Dilla yang paham maksud suami nya itu hanya bisa pasrah.


Akhirnya mereka melakukan 'nya'


ngelakuin apa ya??? author juga ngga tau.. author kan polos😂


Ini adalah pertama bagi Aldy setelah 2 bulan berpuasa. Tapi Aldy juga tau batasan. Ia tau kondisi istri nya, ia hanya melakukan nya satu kali penyelesaian. Ia takut jika nafsunya akan membuat istri dan calon anak nya terluka.


Jam menunjukan pukul 3 sore.


Aldy memutuskan untuk pulang cepat karna ia kasihan jika Dilla kelelahan karna menunggu i nya bekerja.


....


Di kediaman Rifqi


Pagi hari


Huekk huekk


Hoekkk


Ara terbangun dari tidurnya saat mendengar suara muntahan seseorang.


"Siapa itu? Kok kaya suara mas Rifqi?" Batin Ara bertanya tanya.


Ara membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci itu.


Ara terbelalak saat melihat suaminya sudah duduk lemas di lantai kamar mandi.


Rifqi hanya diam tak bisa menjawab pertanyaan Ara sangking lemas nya tubuh nya.


Ara membantu Rifqi untuk berdiri. Ia menuntun suami nya menuju ranjang dan membantu Rifqi berbaring.


Ara segera menelpon dokter untuk memeriksa keadaan Rifqi karna sudah 3 hari terakhir ini Rifqi selalu saja mual dan muntah di pagi hari.


Tak lama kemudian, dokter datang. Ara mempersilahkan dokter itu untuk masuk ke kamar nya. Dokter itu segera memeriksa keadaan Rifqi.


Dokter itu tersenyum tipis.


"Bagaimana keadaan suami saya dok?" Tanya Ara.


"Sepertinya bukan suami anda yang seharusnya diperiksa, namun sepertinya anda yang harus diperiksa nyonya yulandres" ucap dokter itu.


"Hah? Kok saya dok? Saya kan nggak sakit" tanya Ara bingung.


"Dugaan saya anda hamil nyonya, dan tuan Rifqi lah yang mengalami morning sickness"


"Hah? Tapi bisa juga sih, soalnya saya juga sudah telat datang bulan"


"Kok kamu nggak bilang aku yank kalo kamu udah telat" potong Rifqi.


"Aku juga baru sadar kalau aku telat datang bulan" jawab Ara.


"Oh ya dok, saya dari tadi juga belum kencing. Saya akan mengecek saja untuk memastikan"


"Silahkan nyonya"


Ara langsung membuka nakas nya yang berisi beberapa alat testpack. Ara mengambil salah satu nya dan membawa nya ke kamar mandi.


15 menit sudah berlalu. Ara merasakan jantungnya dag dig dug seakan mau melompat dari tempatnya.


Ia memberanikan diri untuk melihat hasil test pack itu.


"Apapun hasilnya aku harus ikhlas" batin nya menyakin kan.


Ara melihat hasil testpack itu dan ia langsung memelototkan matanya saat melihat hasil test pack yang dipegang nya.


"Hah 2 garis?" Ucap Ara masih tak percaya dengan apa yang baru saja dilihat nya.


Ara mengusap perut rata nya.


"Kau sudah hadir diperut mami nak" ucap Ara lirih.