
Ia menaruh baju nya yang lain di plastik besar yang akan disumbangkan nya hari ini juga.
Ia hanya menyisakan baju pernikahan, baju akad, baju saat mitoni, baju saat aqiqahan dan juga satu lembar baju Zayn saat aqiqahan.
Tak lupa Dilla menulis sebuah surat untuk Aldy dan meninggalkan nya di atas nakas.
Ia langsung memblokir nomor Aldy.
"Maaf nak, kamu harus ikut bunda. Terlalu tidak pantas jika kita tetap disini" ucap Dilla pada Zayn.
Dilla segera menggendong Zayn dengan gendongan nya.
Ia menyeret koper itu dan turun ke lantai bawah dengan menggunakan lift.
Ia berhenti tepat di ruang keluarga tempat mama Mela dan papa Reza sedang bersantai.
Mama mela terpekik kaget melihat menantunya membawa sebuah koper dengan menggendong cucunya.
"Kamu mau kemana nak, kok bawa koper?" tanya mama Mela heran.
Dilla tersenyum berusaha baik baik saja
"Dilla mau pamit ma, tempat Dilla dan Zayn bukan disini. Dilla dan Zayn akan memulai hidup baru"
"Apa Maksudmu nak?" Tanya Papa Reza.
"Dilla ingin bercerai dari mas Aldy pa" ucap Dilla dengan suara tertahan karna menahan tangis nya.
"Ada masalah apa nak? Sebaiknya diselesaikan secara baik baik dahulu"
Dilla menggeleng
"Sudah berkali kali Dilla memberi kesempatan namun mas Aldy terus saja melanggarnya"
"Apakah tidak ada jalan keluar lagi?"
Dilla kembali menggeleng
"Mungkin jodohku dan mas Aldy hanya sampai sini pa, ma. Dilla minta maaf kalau selama ini Dilla punya salah pada mama dan papa, Dilla pamit. Mungkin Dilla tidak akan kembali dalam jangka waktu lama di negara ini, papa mama jaga lah kesehatan kalian. Dilla akan kembali mengunjungi kalian saat hati Dilla sudah ikhlas nanti nya. Dilla tidak akan meminta sepeserpun maupun menuntut hak Zayn. Dilla hanya memohon jangan pernah cari Dilla dan Zayn sebelum Dilla sendiri yang datang kesini" ucap Dilla dengan air mata nya.
"Bolehkah aku memeluk cucu ku sebelum perpisahan ini?" Tanya mama Mela.
Ia melepaskan gendongan nya dan menyerahkan Zayn pada mertua nya.
5 menit kemudian, terdengar suara klakson mobil dari luar pagar mansion.
Dilla tau bahwa mobil itu adalah mobil milik Rendy.
Dilla segera mengambil Zayn dari gendongan mama Mela.
"Dilla pamit ma" ucap Dilla lalu menyalami kedua mertua nya.
Dilla berjalan dengan langkah gontai menuju luar mansion.
Rasanya begitu berat meninggalkan tempat penuh kenangan itu.
Melihat menantunya keluar rumah membuat mama Mela semakin histeris tak karuan.
Ia tak menyangka anak nya akan berbuat sekejam itu pada menantunya. Mama Mela sebenarnya tau apa yang terjadi sebenarnya pada Dilla dan Aldy selama ini.
Ia bisa saja menghalangi kepergian Dilla, tapi ia melihat dengan jelas tatapan penuh luka dari mata Dilla sang menantu.
..
Dilla segera masuk ke mobil itu.
"selamat tinggal kenangan, suka, duka, lara, bahagia semua sudah aku rasakan di dalam rumah itu" batin Dilla sambil menatap nanar rumah Argadinata.
Rendy menjalankan mobil itu menuju bandara.
sesampainya dibandara, Rendy membantu Dilla untuk membawa koper.
"Loh kok kamu juga bawa koper?" Tanya Dilla ketika melihat Rendy menyeret 2 koper.
"Aku akan mengantarmu sampai amerika"
"Hah? Bagaimana pekerjaanmu disini?"
"Tenanglah, aku sudah menyerahkannya sementara pada papa"
"Maaf telah merepotkanmu lagi Ren" sesal Dilla.