
"tusuklah sebelah sini ar, aku yakin rasa sakit diantara kita akan berakhir. sakitmu akan berakhir jika hidupku juga berakhir. jika aku benar benar telah tiada, maka carilah pengganti yang baik untukmu dan untuk anak kita. dan aku akan mempertanggungjawabkan perbuatanku dihadapan tuhan"
ucap rifqi yakin.
tangan rifqi mulai mebimbing ara untuk menancapkan belati itu.
rifqi mengambil jarak dari dada nya agar bisa menusuk dengan sempurna.
ia menghela napasnya sekejap.
ia menutup matanya sendiri memastikan dirinya tidak melihat secara langsung bagaimana istrinya membunuh dirinya.
"bismilahhirohmanirahim"
rifqi langsung menarik tangan ara yang memegang belati tajam itu untuk menusuk tepat di dadanya.
saat belati hendak menyentuh dadanya, ara langsung menahan dorongan rifqi.
rifqi langsung membuka matanya saat merasa ara menghentikan tangannya.
"lakukan ar, kumohon.. ini semua demi maaf dari mu" ucap rifqi tulus.
rifqi kembali mendekatkan belati itu pada dada nya. dan ara masih bersikeras menahan belati itu.
kedua manik mata mereka masing masing sudah sama sama mengeluarkan cairan bening.
rifqi semakin memperkuat dorongannya, begitu juga ara yang memperkuat tarikan belati itu supaya tidak menembus dada rifqi.
semakin lama dorongan itu semakin kuat. ara sudah tak sanggup menahan kekuatan rifqi. tak ada cara lain yang bisa ia lakukan. ia membelokan belati itu. namun naas, belati itu malah mengenai tepat di perut rifqi.
blushhh
rifqi tersenyum. ia menarik tangan ara kembali. ia menuntun tangan ara dan mengarahkan tangan ara untuk mencabut belati itu.
"cabutlah belati ini dari perutku. mungkin itu akan membantu kematianku" ucap rifqi sambil tersenyum tenang.
"kenapa tidak menusukannya semakin dalam. apakah kau ingin melihatku kesakitan dahulu sebelum ajalku? baiklah akan ku terima apa pun hukuman darimu" ucap rifqi yang tersenyum getir.
rifqi langsung mencabut belati itu dari perutnya. dan ia menusukan lagi ke bagian perut lain.
blushh
belati itu menempel sempurna di perut rifqi. rifqi memcabut belati itu dari perutnya. darah segar mengucur deras dari perutnya.
darah itu membanjiri lantai kamar hotel itu. ara dengan sigap mencari kain untuk menutup luka tusuk rifqi.
saat ia akan menyumbat luka itu, rifqi menahan tangannya.
"ini sudah cukup ar,, jagalah anak kita jika aku tak kembali" ucap rifqi terakhir kali.
ia menunjukan senyum terindahnya yang selama ini belum pernah dilihat ara.
pandangannya mulai buram seiring dengan darah yang terus mengalir. ara masih menangis berteriak meminta tolong.
aldy yang mendengar teriakan ara langsung berlari ke kamar ara. ia kaget melihat darah sudah membanjiri lantai kamar itu. dengan 2 luka tusuk di perut rifqi.
rifqi masih berusaha meraih kesadarannya untuk merasakan betapa sakit nya tertusuk belati.
tangannya tergerak memegang pipi ara.
"jangan menangis, ini tak sebanding dengan luka ku torehkan di hatimu" ucap rifqi lembut.
ia masih berusaha tersenyum di tengah kesakitan nya. tapi ara melihat penyesalan yang begitu dalam di dalam manik mata rifqi. senyum rifqi seolah meng isyaratkan betapa sakit nya luka tusuk yang di alami rifqi.
pandangan nya buram. tubuh nya terasa lemas, kepala nya terasa berputar.
brukkkk