Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
jatuh dari tangga


"apa kau akan menemaniku saat aku melahirkan nanti?"


" entahlah, aku belum memikirkannya"


"jawablah dengan jujur dari lubuk hatimu yang terdalam. apakah kau menyayangi anak ini? dan apakah kau menganggapnya anakmu?"


"seperti yang ku katakan tadi, aku menyayanginya jika kau tak berada disisi nya. dan bagaimanapun juga dia juga anakku dan semua orang akan tau bahwa dia anakku"


"pertanyaan terakhir apa kau mencintaiku?"


" tidak, kita hanya sebatas rekan kerja yang bekerja sama demi keuntungan masing masing"


"baiklah mas, terimakasih atas jawabannya"


ucap ara tersenyum. ara pun langsung keluar kamar.


"mau kemana malam malam keluar?"


" aku ingin kedapur mengambil makanan mas" jawabnya asal. padahal ara pergi ke taman belakang rumah.


ia memukul mukul dadanya dengan tangannya sendiri. begitu sakit dan perih hatinya.


"tuhan.. kurang cukupkah penderitaan yang kau berikan padaku?!" teriak ara pada bintang bintang.


air mata ara luruh membasahi pipi mulusnya. anak diperutnya bergerak gerak seolah tau apa yang sedang dirasakannya. setelah puas menangis, ara kembali ke kamarnya.


ceklekk


pintu dibuka.


nampak rifqi telah terlelap ke alam mimpi. ara segera ikut berbaring dan ikut mnyusul ke alam mimpi.


pagi hari


ara menjalani ritunitasnya. dari pagi tadi, ia sama sekali belum bertegur sapa dengan rifqi. seperti dugaannya, setelah menyakan hal itu, sikap rifqi berubah padanya. mereka sarapan dalam diam. tidak ada suara yang membuka pagi indah ini. hanya ada suara dentingan sendok yang saling beradu dengan piring.


setelah selesai pun rifqi berangkat ke kantor tanpa berpamitan dengan ara. ara pun tadi sudah mengulurkan tangannya untuk salim. tapi ternyata rifqi tak menggubrisnya.


5 hari berlalu...


ara keluar dari kamarnya, ia bermaksud mengambil air putih di dapur.


tetapi saat sudah sampai tangga tengah, tiba tiba kepala ara pusing. sangat pusing hingga terasa berputar putar. pandangannya mulai kabur.


brukkk


ara jatuh tersungkur dan badannya tersungkur ke lantai bawah. para maid yang melihat ara tersungkur pun segera berlari guna menolong majikannya.


salah satu maid menelpon nomor aldy karna tuan nya sedang ke luar kota untuk beberapa hari kedepan.


"halo tuan" ucap sang maid.


"hallo ada apa? "


"nyonya ara jatuh dari tangga tuan"


"apa?! bagaimana bisa?! baiklah aku akan segera kesana"


aldy pun melajukan mobilnya menuju mansion rifqi. ia membopong ara menuju mobilnya.


aldy melajukan mobilnya ke rumah sakit yulandres. di jalan ia menelpon rifqi.


tut panggilan tersambung


"katakan" suara diseberang.


"ara jatuh dari tangga dan sekarang aku bawa ke rumah sakit"


"tapi masih ada proyek penting di sini. berikan dia perawatan terbaik. besok pagi aku akan sampai disana" alasan rifqi padahal ia hanya malas bertemu ara. proyek pun sebenarnya sudah selesai. semakin melihat wajah ara akan semakin membuatnya ragu atas keputusannya.


"baiklah" jawab aldy pasrah.


setelah sampai di rumah sakit pun aldy langsung membopong ara dan meletakannya di brankar rumah sakit. para suster mendorong brankar ara menuju ugd.


ara pun masuk ugd. aldy menunggu diluar ruangan sambil mondar mandir tidak jelas.