
Mendengar kata baby Queen membuat Aldy segera membuka mata nya.
"Benarkah kau mau seorang baby Queen?" Aldy bertanya.
Dilla memukul pelan pundak suami nya karna telah mempermainkan nya.
"Kau menipuku" geram Dilla.
"Kau mau aku tak menipumu? Baiklah aku akan pergi sekarang, lihatlah malaikat maut sudah menjemputku" Aldy menakut nakuti istrinya.
Dilla seketika langsung memeluk Aldy.
"Jangan pergi. Aku sendirian disini"
Aldy menatap manik mata Istrinya. Memang terlihat kekhawatiran yang begitu besar di sorot mata istrinya.
"Kau memaafkanku?" Aldy bertanya serius.
Dilla mengangguk
"Aku sudah memaafkanmu lama sebelum kau meminta maaf padaku. Aku hanya mengetes seberapa tulus dirimu padaku" ucap Dilla.
Dilla langsung memeluk suaminya itu.
"Ehemm" deheman dari arah luar.
Pelakunya adalah Bryan.
"Kau sudah sadar bro? Kenapa tak sekalian bertemu tuhan?" Seloroh Bryan.
Dilla langsung menimpuk kakaknya dengan bantal yang ada di sofa.
"Kakak kalo ngomong pake aturan, emang mau kakak punya adek janda muda?"
"Ya gapapa, nanti kakak nikahin sama om om kaya biar kakak juga kebagihan duitnya" cerocos Bryan.
"Kaka diam atau ku cincang mulut kakak" ancam Dilla yang membuat Bryan seketika terdiam.
Beberapa lama kemudian para anggota keluarga yang lain menjenguk Aldy saat mendengar kabar bahwa Aldy telah siuman.
Zayn juga turut ikut.
"Dady, aku merindukanmu" Zayn berlari naik keatas brankar sang dady.
"Hati hati Zayn, dady sedang sakit" Dilla mengingatkan anak nya.
"Kamu sakit dad? Sakit apa dad?"
Aldy menggeleng
"Dady hanya kecapekan saja" jawab Aldy menenangkan putranya.
"can i hug you dad? i miss you so much"
(Bolehkah aku memelukmu dad? Aku sangat merindukanmu)
Aldy mengangguk, Zayn pun memeluk erat sang dady.
Malam hari,
Saat ini Aldy sedang menemani anaknya menggambar.
"Dady, lihatlah gambaranku. Bagus kan?"
Aldy mengangguk
"Sangat bagus"
"Zayn tidur ya sekarang, udah malem" Aldy mencoba merayu anak nya.
"Tapi Zayn belum ngantuk Dad?"
"Ayo tidur sekarang, dady akan memelukmu" rayu Aldy lagi.
Ia berencana untuk menyelesaikan misi baby Queen sesuai permintaan Zayn.
Eitss bukan Zayn, Emang babang Aldy nya juga suka wkwk
Zayn pun mau tidur.
Aldy pun kembali ke kamarnya.
"Dil,"
"Hm"
Aldy memeluk istrinya yang masih fokus dengan handphone nya.
Ia mengambil ponsel Dilla lalu meletakan ke nakas.
"Ih mas, film nya belum selesai" Dilla protes karna film yang ditonton nya belum selesai.
"Aku mau ngomong penting"
"Mau ngomong apa?"
"Apa kau benar benar mencintaiku?" Tanya Aldy serius.
Dilla hanya diam tak menjawab pertanyaan Aldy
"Baiklah, aku tau kalau kau masih belum bisa menerimaku sepenuhnya, yang perlu kau tau,, .."
Aldy mendekatkan bibirnya ke telinga Dilla.
"Aku mencintaimu, sangat. Aku memang bukan laki laki romantis seperti drakor yang sering kau tonton, tapi aku akan belajar menjadi yang terbaik untukmu dan Zayn"
Dilla terkesima dengan pernyataan suaminya.
"Ihh kau itu nggak romantis banget, minimal kasih bunga kek" sungut Dilla karna suaminya benar benar tidak peka dengan keinginan nya.
Aldy hanya terkekeh
"Aku juga mencintaimu mas, sangat. Berkali kali aku mencoba keluar dari kubangan cintamu, namun nyatanya aku tak bisa keluar dari labirin cintamu. Aku sudah terjebak selama lama nya disini" tunjuk Dilla pada hati Aldy.