
"Berapa lama?" tanya mama Mela.
"Paling satu minggu ma"
Mama Mela mengangguk
"Hati hati, jaga kesehatan mu" pesan mama Mela yang diangguki Aldy.
Aldy langsung berangkat menggunakan jet pribadi nya.
esok hari kemudian Aldy telah sampai di amerika.
Tepat pukul 10 pagi Aldy keluar dari jet itu.
Aldy lebih dulu ingin ke hotel untuk mengistirahatkan badan nya, baru besok ia akan datang keperusahaan milik tuan Justin dan juga mengecek beberapa cabang Argadinata di amerika.
Pagi hari,
Aldy berangkat ke kantor Argadinata terlebih dahulu.
Setelah menyelesaikan urusan nya, ia menuju kantor tuan Justin.
Tepat saat ia berhenti di lampu merah, ia melihat seorang anak laki laki mirip dengan foto yang biasa ia terima sedang menyebrang melewati zebra cross bersama seorang wanita.
"Kenapa anak itu mirip dengan foto itu?" Batin Aldy saat melihat punggung anak itu.
Ia sama sekali tak melihat wajah anak itu.
Aldy sudah tak memikirkan nya lagi.
'mungkin hanya mirip' pikir nya.
Aldy melajukan mobilnya menuju kantor tuan Justin.
Sesampainya disana, Aldy disambut dengan baik oleh para staf yang ada disana.
Aldy langsung menuju ruangan Justin.
Mereka langsung membicara kan kontrak kerjasama nya.
"Nanti malam datanglah kerumah saya tuan Aldy. Mari makan malam bersama. Saya akan memperkenalkan anda pada anak dan istri saya" ucap Justin.
Aldy pun menyetujui nya
Malam hari, Aldy benar benar datang ke undangan makan malam itu. Padahal biasanya ia tak pernah sekalipun menghadiri acara seperti itu.
Tak lupa, sebelum ke rumah justin, Aldy menyempatkan diri untuk ke toko mainan terlebih dahulu guna membawakan buah tangan untuk anak Justin.
Aldy memasuki salah satu toko mainan.
Ia berjalan mencari cari sebuah mainan yang cocok untuk dijadikan buah tangan.
Tiba tiba
Brukkkk
Ada seseorang menabrak Aldy dari belakang.
Aldy langsung menengok ke belakang,
Deggg
Aldy kaget melihat wajah anak itu.
"Kenapa dia mirip denganku?" Batin Aldy.
Anak itu mendongak dan ikut kaget melihat wajah Aldy.
"Dad?" Ucap anak itu sambil memelototkan mata nya pada Aldy.
Aldy langsung menaikan satu alisnya.
Anak itu seketika tersadar dengan omongannya.
"I'm sory uncle" ralat anak itu.
"Okey, no problem"
"Is uncle indonesian?"
(apakah uncle orang indonesia?)
"Yes" jawab Aldy.
Anak itu mengulurkan tangan nya
"Perkenalkan, namaku El uncle"
Aldy menyambut tangan mungil itu
"Nama uncle Aldy, apakah kamu juga orang indonesia?"
"Yes, but i live here with my mommy"
(Ya, tapi aku tinggal disini bersama momy ku"
"where is your mommy now?"
(Dimana momy mu sekarang?) Tanya Aldy.
"Momy juga sedang mencari mainan untuk ku karna ini hari ulang tahunku" ucap El.
"Waw, hari ini kau ulang tahun? Baiklah, pilihlah satu mainan apapun itu, uncle akan membayarnya untukmu?"
"Really uncle?"
Aldy mengangguk
El langsung mengambil sebuah helikopter yang bisa di kendalikan dengan remote. Aldy pun mengambil satu lagi untuk buah tangan yang akan dibawa nya ke rumah Justin lalu membayarnya.
"Uncle pamit dulu, bye"
"Bye uncle,thanks for the toy. See you next time" ucap El.
(Selamat tinggal paman, makasih untuk mainan nya, sampai jumpa di lain waktu)
Aldy mengangguk lalu meninggalkan bocah itu.