Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
say good bye ( DillAldy)


Pagi hari, Aldy dan Dilla masih setia memejamkan matanya dengan posisi tidur saling berpelukan.


Sayup sayup mereka mendengar suara keributan dari luar ruangan nya.


Bryan dan Mama Gita berusaha menerobos masuk.


Bryan mengatakan bahwa ia adalah kakak kandung dari Dilla.


Bryan juga sudah memberikan bukti bukti perlakuan buruk Aldy pada Dilla selama ini. Papa Reza dan mama Mela sempat tak percaya dengan ucapan Bryan. Namun setelah melihat bukti nya, mama Mela dan papa Reza pun membiarkan Bryan masuk.


Dilla dan Aldy sudah bangun dari tidurnya.


Aldy mencium bibir Dilla sekilas.


"Morning kiss" ucap Aldy yang membuat Dilla terkekeh.


" Ehem" deheman berasal dari seseorang.


Dilla dan Aldy menoleh ke sumber suara. Ia dikejutkan dengan kedatangan Bryan hendrawan.


"Bukankah anda Bryan hendrawan?" tanya Aldy.


Bryan mengangguk


Ia menyodorkan tangan untuk berjabat tangan dengan Aldy.


"Perkenalkan, saya Bryan hendrawan. Saya datang kesini bukan untuk urusan bisnis, namun saya akan menjemput adik saya" ucap Bryan.


"Adik?" Aldy bingung.


"Ardilla andriani hendrawan" ucap Bryan.


Aldy langsung menatap Dilla yang sudah berdiri di samping brankar nya.


Dilla mengangguk


"Dia kakak ku mas" ucap Dilla.


"Ada urusan apa anda menjemput istri saya" tanya Aldy dingin.


"Tanyakan saja pada adik saya yang baru saja anda sebut sebagai istri" sinis Bryan.


"Maaf mas, keputusanku sudah bulat. Kurasa ini yang terbaik untuk kita" ucap Dilla menahan tangis nya.


"Apa maksudmu?" Tanya Aldy.


Bryan menyerahkan selembar kertas yang tertera diatasnya dari pengadilan agama yang berarti surat perceraian.


"Cepat tanda tangani itu, aku tak punya waktu banyak" titah Bryan.


"Aku tidak mau!! Dia istriku, aku berhak atas nya. Dan dia juga sedang mengandung darah dagingku" tolak Aldy marah lalu nerobek surat itu.


"Menelantarkan istri, menyuruhnya menggugurkan kandungan nya saat tau jika istrinya hamil, tidak mengakui anak nya, tidak ada disamping istri saat sang istri sedang kondisi buruk, membiarkan istri tertusuk belati karna melindungi mu, menurunkan istri dijalan saat bekerja.............." Bryan menyebutkan segala kebejat an Yang dilakukan Aldy pada Dilla.


"Itukah yang kau sebut istri? Bukankah kau mengatakan bahwa adikku hanyalah pemuas nafsumu belaka?"


Deggg


Dilla kaget dengan perkataan kakak nya. Bagaimana kakak nya bisa tau dengan rinci keadaan rumah tangga yang dijalani nya.


"Apa kau tau semua ini terjadi karna adikmu sendiri. dia yang menjebakku dalan kubangan pernikahan ini......." Aldy marah marah pada Bryan.


"Sudah cukup!!!" Teriak Dilla yang membuat semuanya hening.


"Beri aku waktu 10 menit kak" tawar Dilla yang diangguki oleh Bryan.


..


"Bukankah kau tau rasanya menjadi seorang kakak laki laki yang memiliki adik tetapi disiksa oleh suami nya? Kau tau betapa sakitnya itu semua. Dan itu adalah posisi kakak ku saat ini. Ia berusaha memperjuangkan adik nya agar tak masuk ke dalam lubang maut milik mu" ucap Dilla


"Mungkin inilah akhirnya, tuhan menggariskan takdir kita sampai sini. Aku harap kita bisa bertemu lagi dilain waktu. Aku tak akan pergi jauh mas, aku hanya KEMBALI KE RUMAH ORANG TUA KU" ucap Dilla.


Ia menarik telapak tangan Aldy ke perutnya.


"Usaplah, bisa saja ini adalah terakhir kali nya" ucap Dilla.


Aldy pun mengusap perut buncit istrinya.


" say goodbye to dad" ucap Dilla lalu melepas tangan Aldy yang masih mengusap perut nya.