
"sekarang aku ikhlas dengan segala keputusan mu ar. perpisahan memang salah satu hal yang tak ku ingin kan. tapi jika memang jodoh kita hanya sampai sini, aku akan berusaha selalu ada untukmu saat kau membutuhkan ku. tapi kumohon.. jangan pernah memintaku untuk menghapus rasa ini" ucap rifqi di sela isakan nya.
momy rina yang mengerti keadaan pun langsung mengambil qian dari dada rifqi.
"sini sama oma dulu"
momy rina, dad bayu, papa reza, mama mela dan juga dilla mau melangkahkan kaki nya keluar kamar rawat rifqi.
"jangan keluar ruangan ini ma, pa, mom,dad, jadilah saksi semua ucapan rifqi. jika benar benar aku dan ara berpisah, aku tak akan mengusik kehidupan ara yang baru nanti nya" ucap rifqi yakin.
"jawablah keputusanmu sekarang ar, ingat! jangan buat keputusan hanya karna rasa iba mu dengan kondisiku saat ini. aku tak mau kau menyesal dengan keputusanmu nantinya. carilah keputusan terbaikmu di sini" ucap rifqi dengan menunjuk letak hati ara.
ara langsung memeluk rifqi erat.
"enggak mas, aku akan tetap bersama mu. aku akan tetap menjadi istrimu. aku ingin memberimu kesempatan mas. dan satu lagi, aku tak akan pernah menyesal dengan segala keputusan yang telah aku buat. aku tak ingin qian tumbuh tanpa kasih sayang dari seorang papi nya" jawab ara yakin.
tiba tiba ara mendekatkan wajahnya ke rifqi.
ia langsung mencium bibir manis suami nya itu.
bukan munafik, ia memang sudah merindukan sentuhan suami nya itu.
ara dan rifqi asik berciuman mesra. sedangkan momy rina, dad bayu, papa reza, mama mela melongo melihat adegan gila di depannya. terlebih lagi dilakukan oleh anak nya.
"sungguh gila" batin dad bayu.
"sangat liar" batin papa reza.
dad bayu dan papa reza saling melirik. mereka menelan saliva nya susah payah saat melihat adegan di depannya.
papa reza langsung mendekat ke mama mela. ia langsung berdiri di depan istri nya itu. wajah nya mendekat. ia mencium pipi, hidung, kening dan juga bibir manis istrinya itu.
sedangkan dad bayu,,
ia dibuat terkejut dengan kelakuan besannya yang juga mengumbar kemesraan di depan nya.
dad bayu mendekat ke momy rina yang sedang menggendong qian.
satu kecupan mendarat di kening istrinya.
"dad mau appp...." ucapan momy rina terhenti saat dad bayu sudah menyambar bibirnya.
sedangkan dilla???
ia sangat canggung dengan situasi ini. wajahnya tiba tiba memerah ketika melihat adegan gila dari 3 pasangan di dalam ruangan itu.
"ini sudah gillaaaaa!!" batinnya berteriak.
"anak, menantu, orang tua, besan nya benar benar sudah gila. apa mereka tidak sadar masih ada aku disini"
"oh tuhann kenapa aku terjebak di suasana gila ini?!"
"sungguh memalukan"
"benar benar somplak semua.. benar benar tidak waras" teriak batin dilla.
3 pasang manusia masih melanjutkan aktifitas gila nya. bahkan suasana kamar mulai panas walau ac kamar sudah di setel dengan suhu terendah.
dilla di buat gelagapan ketika melihat adegan gila itu belum selesai.
"apa yang harus ku lakukan?" gumam nya lirih.
"ehemm" suara deheman sesorang dari arah pintu.
semua nya masih hening. 3 pasang manusia itu masih melanjutkan aktifitas gila nya.
sedangkan dilla langsung menengok ke arah pintu.
"b boss" ternyata yang datang adalah aldy.
"ehem ehemmm" aldy kembali berdehem berusaha menetralkan otak nya saat melihat adegan itu dan juga menyadarkan tiga pasang manusia somplak di depan nya.