Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
syarat pertama


"dia punya aku. suatu hari nanti ia akan tau bahwa dia tak butuh seorang ayah. ada kak aldy yang siap memberinya kasih sayang yang utuh tanpa harus mengorbankan hatiku sendiri"


"kumohon ar"


"pergilah, aku ingin istirahat"


ara menutup pintunya kasar. ia menguncinya. ia langsung jatuh terduduk dengan bersandar pintu.


"kenapa dia harus muncul saat aku sudah merelakan srmuanya?"


"apakah terlalu kejam bila aku tak memberinya kesempatan?"


batin ara sakit mengingat permohonan rifqi.


rifqi masih menatap pintu kamar ara yang masih tertutup. netranya masih menatap kosong ke arah depan. tepukan pundak nya menyadarkan nya.


ia menoleh sekilas.


"jika kau mau aku akan membantumu" suara aldy.


rifqi langsung menghadap ke arah aldy.


"tolong bantu aku al,, kumohon" pinta rifqi.


"aku akan membantumu asal kau memberiku 2 permintaan"


tanpa berfikir panjang rifqi meng iyha kan ucapan aldy.


"baiklah aku setuju"


"oke,, deal" rifqi dan aldy berjabat tangan.


"istirahatlah dulu.. temui ara besok disini pukul 09.00" ucap aldy.


"baiklah" rifqi mengalah dan pergi dari pintu hotel itu.


seringai licik terpampang jelas di bibirnya.


"lihatlah besok, aku akan memberinya pelajaran karna telah memperlakukan adiku dengan buruk" gumam aldy.


..


aldy langsung mengetuk pintu kamar ara.


"ar, bukalah.. ini aku.. kakak ingin bicara denganmu"


tak lama kemudian pintu dibuka.


nampak wajah sembam ara habis menangis. aldy langsung masuk lalu menutup pintunya kembali.


ia merentangkan tangannya. ara langsung menyambut aldy dengan pelukan. air mata nya kembali menetes.


aldy mengusap pucuk kepala ara.


" apa kau sudah benar benar menutup hatimu untuknya?"


"tidak kak, aku hanya berusaha kuat di depannya. aku tak ingin menunjukan sisi lemah ku di hadapan nya"


ara mengangguk dalam pelukan aldy


"kalau benar iyha, kembalilah padanya. aku melihat dia benar benar tulus mencintaimu. demi hatimu dan juga anak mu. jika kau memang benar benar sudah melupakannya, kembalilah bersama kakak. aku akan memberikan yang terbaik untuk qian. tapi jangan sampai membuat dendam pada rifqi. karna qian juga masih butuh kasih sayang seorang ayah. karna sebaik apapun aku, aku tetap bukanlah ayahnya"


nasehat aldy pada ara.


"apa kau mengizinkan ku untuk kembali padanya kak?" tanya ara ragu.


"tentu saja, jika kau benar benar mencintainya, maka kembalilah padanya"


"terimakasih kak" ara semakin memper erat pelukannya pada sang kakak.


" biarkan besok kakak yang akan membalaskan sakit hatimu selama ini"


"kau akan berbuat apa kak?"


"lihat saja besok apa yang akan ku lakukan".


ucap aldy dengan seringai liciknya.


....


esok hari, tepat pukul 9, rifqi telah sampai di kamar ara. ia mengetuk pintu nya.


ceklek


pintu dibuka dan nampaklah aldy yang membukakan pintu.


"masuklah" ucap aldy.


ia melihat ara berdiri di samping aldy.


"ar, maukah kau memaafkanku?" tanya rifqi.


"kumohon ar, maafkan aku.. aku sungguh menyesal" sambungnya.


"ara akan memaafkanmu asal kau menuruti 2 syarat dariku"


"baiklah, aku rela melakukan apa pun demi maaf darimu ar"


aldy mengeluarkan belati dari laci kamar ara.


ia melemparkannya ke hadapan rifqi.


"ambilah belati itu, lalu tusukan ke lengan mu" ucap aldy dingin.


ara yang mendengar ucapan kakaknya langsung membelalakan matanya.


"kakak, apa maksudmu?!" teriak ara.


"apa kau sudah gila?!!" bentak rifqi pada aldy.


aldy terkekeh sinis.


"cih, seorang rifqi yulandres takut dengan belati? sejak kapan?" ucap aldy meremehkan rifqi.