Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
panggilan (DillAldy)


"Oh hamill" ucap Aldy dan Dilla santai.


Beberapa detik kemudian pasangan itu tersadar dengan ucapan dokter.


"Hah? Hamil dok??" Sepasang suami istri itu berteriak bersama karna kaget.


dokter itu tersenyum melihat reaksi pasangan di depan nya.


"Coba anda ke bagian dokter obigyn untuk memastikan nya" dokter itu memberi saran.


Aldy dan Dilla pun menurut,


Mereka berjalan menuju ruangan dokter kandungan tempat Dilla dulu memeriksakan kandungan nya.


"Ada keluhan apa nyonya Dilla?" Tanya dokter wanita itu.


"E eh,, bukan saya dok, tapi suami saya. Setiap pagi dia mual mual dan pusing. Saat kami tadi ke dokter organ dalam, kata nya kami suruh ke dokter obigyn" Dilla menjelaskan.


Dokter itu mengangguk mengerti.


"Silahkan anda berbaring di ranjang itu dulu nona Dilla" ucap dokter itu.


Mau tidak mau Dilla menuruti perintah dokter itu.


Dokter itu mengoleskan gel ke perut Dilla dan mulai menggerakan alat diatas perut Dilla.


Dokter itu tersenyum lembut melihat monitor di depannya.


"Tuan Aldy dan nyonya Dilla, lihatlah, di layar monitor ini ada bulatan kecil yang menandakan bahwa nona Dilla positif hamil. Usia kandungan nya sekitar 6 minggu "


Jelas dokter itu.


"Hah? 6 minggu? Berarti sudah lebih dari sebulan dong dok? Kok saya nggak ngerasain apa apa ya?"


Dilla bingung. Pasalnya di kehamilan pertamanya ia merasakan morning sicknes yang parah.


"Hal ini terjadi karna adanya couvade sindrome, yaitu suami mengalami kehamilan simpatik yang mana suami lah yang mengalami gejala kehamilan yang biasa di alami ibu hamil seperti mual, muntah, pusing atau bisa juga pingsan" dokter itu menjelaskan.


"Berapa lama saya mengalami hal itu dok?" Tanya Aldy.


"Bisa terjadi sampai kehamilan istri mencapai usia trisemester pertama. Bisa juga sampai istri anda melahirkan"


Aldy mengangguk mengerti.


Merekapun masuk ke mobil untuk pulang.


"Mas, aku nggak nyangka aku bisa hamil secepat ini. Padahal kita baru program 3 bulan lalu" ucap Dilla sambil mengusap perut ratanya.


"Itu nama nya rejeki yank, lagi pula kan pas hamil Zayn juga kamu cepet. 1 bulan nikah udah hamil aja" ucap Aldy sambil terkekeh.


"Kamu tadi bilang apa mas?" Dilla tak percaya suami nya memanggilnya "yank"


"Yang mana?" Aldy menggoda istrinya.


"Ihh yang tadii"


"Yang mana sih?" Aldy berlagak sok lupa.


"Ah udahlah, lupain aja" Dilla mulai ke dalam mode merajuk.


"Eh jangan ngambek yank, tuh udah. Mulai sekarang aku bakal manggil kamu 'yank, sayang'"


Aldy menjelaskan.


Dilla tersenyum, matanya berbinar bahagia.


Dilla mendekat lalu mencium pipi suami nya.


"Ini masih di mobil yank" Aldy mengingatkan istrinya.


"Aku juga tau mas kalo ini masih dimobil. Lagian emang kamu nya aja yang pikiran nya mesum" cibir Dilla.


Aldy tersenyum, hati nya merasa senang. Kebahagiaan nya terasa lengkap, ia menemukan anak dan istrinya. Dan sekarang istrinya sedang mengandung anak kedua mereka.


Setelah sampai rumah, sepasang manusia itu langsung diserbu pertanyaan oleh papa Reza dan mama Mela.


"Sakit apa Al?"


"Bahaya nggak penyakitnya?"


"Dokter kasih saran apa?"


Dan masih banyak lagi serbuan pertanyaan dari mama Mela dan papa Reza.


"Mama nanya gitu kayak Aldy punya penyakit apa aja. Emang mama mau kalo anak mama penyakitan" selidik Aldy.