Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Pertarungan Raja Naga


Diam-diam Galang sudah mengerahkan jurus pertama dari Tujuh Bayangan Naga untuk melindungi penonton.


Galang pun saat ini sudah siap bertarung dengan Bai Lang yang juga sudah siap di hadapannya.


"Aku rasa kamu memang cocok bertarung denganku. Walaupun muda, kamu sudah memiliki kekuatan yang lumayan. Tapi, kamu pasti belum tahu kekuataku yang sebenarnya. Haha!" Bai Lang masih bicara saat ini.


Lalu terlihat Bai Lang mengeluarkan sebuah senjata yang entah dari mana datangnya, tiba-tiba sebuah pedang sudah berada di tangannya. Pedang itu berwarna hitam pekat dan mengeluarkan asap berwarna putih.


Galang agak terkejut karena dia memang tidak melihat Bai Lang membawa pedang baik di pinggang maupun di tangannya. Bai Lang memainkan pedang itu, memutar, menebas, menusuk, dan dari gerakannyanya, asap putih semakin tebal dan menyelimuti tubuh Bai Lang.


Galang segera menghunus pedangnya. Dia berdiri tegao, mengangkat oedang dengan tangan kanan ke atas, lalu kaki kiri diangkat sejajar dengan lutut, tangan kiri dikepalkan dan mengarah ke depan.


Selanjutnya Galang menurunkan kaki kiri ke samping, menusukkan oedang ke depan. memutar oedang beberapa kali dan dari oedang itu, keluar api. Bai Lang agak terkejut.


"Pedang Naga?" Teriak Bai Lang.


"Iya, apakah kamu takut?" Tanya Galang.


"Haha! Aku sama sekali tidak takut. Kamu akan tahu bahwa pedangmu itu akan kalah dengan pedangku. Terima ini!" Setelah itu, Bai Lang bergerak cepat maju. Dia menebaskan pedang ke kepala Galang.


Galang masing tenang, kaki kiri dimundukan, sementara kaki kanan bergerak ke arah kiri. Sehingga Galang kiri menghadap ke samping kiri. Namun, seceoat kilat, Galang kembali menghadapkan tubuh ke depan dan menebas pedang milik Bai Lang yang meluncur deras ke kepalangnya.


"Trang!"


Kedua pedang beradu. Bai Lang sampai terseret mundur beberapa langkah. Sementara Galang masih berdiri tegak tanpa bergeser sedikitpjn. Bai Lang sangat terkejut ketika melihat hal itu.


"Oho... Ternyata kamu lebih kuat dari dugaanku! Tapi jangan sombong dulu anak muda. Aku belum mengerahkan seluruh kekuatanku!" Kata Bai Lang.


Berikutnya, Bai Lang sudah kembali menyerang Galang. Kedua pedang saling beradu, menangkis, menusuk, meenebas. Namun tidak satupun yang mengenai tubuh masing-masing. Selama hampir tiga jam, mereka bertarung tanpa ada yang kalah. Hanya saja, Bai Lang tampak agak kewalahan. Sementara Galang sama sekali tidak terlihat kelelahan.


Bai Lang jelas terkejut dengan apa yang dilihatnya. Galang sama sekali tidak terlihat kelelahan. Padahal mereka sudah bertarung beberapa jam.


"Bai Lang! Aku lihat kamu kewalahan menghadapiku. Sebaiknya kamu menyerah dan aku akan menghukummu." Kata Galang.


"Haha! Apa kamu begitu yakin? Kamu belum tahu kekuatanku yang sebenarnya. Nanti kamu akan tahu." Balas Bai Lang.


"Begitulah. Aku sangat yakin." Jawab Galang.


"Aku memperingatkanmu! Kamu sebaiknya menyerah dan kemayianmu tidak akan menyakitkan!" Teriak Bai Lang.


Pedang di tangan Bai Lang kembali mengepulkan asap putih. Kini asap itu lebih tebal dari sebelumnya. Galang sudah tahu bahwa asap itu beracun. Di awal tadi, dia sudah melindungi penonton. Jadi walaupun Bai Lang bertindak curang dengan menyerang penonton, maka itu tidak akan berarti.


Dan benar saja, Bai alang mengibas-kibaskan pedangnya. Asap pedang menyebar ke seantero area. Namun, asap itu seperri tertiup angin dan kembali lagi ke arah Bai Lang.


"Apakah kamu terkejut kenapa asap itu kembali lagi padamu?" Tanya Galang sambil tersenyum sinis.


Bai Lang tidak menjawab, namun dia segera membuat gerakan yang cepat, mulutnya berkomat-kamit seperti membaca doa. Dari tubuhnya, memancar cahaya hitam kemerahan. Lalu cahaya itu berkumpul di pedang Bai Lang dan bercampur dengan asap putih.


"Auman Naga!" Teriak Galang.


Kedua tangan Galang mengeluarkan api membara. Galang menggerak-gerakkan kedua tangannya dan api mengikuti gerakannya.


Setelah itu, kedua orangnitu pun mulai maju menyerang dengan sangat cepat. Kedua tangan Galang diarahkan ke depan dan dia sepwrti terbang. Sedangkan Bai Lang juga melesat maju dengan pedang diarahkan ke tubuh Galang.


Semua oenonton menarik nafas. Jantung mereka berdetak dengan kencang melihat kedua orang sedang saling menyerang. Di hati mereka meneriakkan kemenangan untuk Galang. Namun hasil akhir yang akan menentukan.


*******


"Baiklah, Paman. Kita akan menyerang. Mereka mulai bergerak!" Teriak Rangga.


Hawata pun meminta masing-masing kepala pasukan memerintahkan untuk bergefak menyerang. Hawata bersama Rangga dan Anton sudah bergerak menuju musuk.


Akhirnya kedua pasukan itupun bergerak untum saling berperang. Rangga, Anton dan Hawata mengahadapi pemimpin pasukan dari pihak musuh yang adalah orang-orang Bai Lang.


Ketiganya langsung menyerbu mereka yang berjumlah ratusan orang. Mereka pun seperti kesurupan, membunuh satu per satu mereka semua dan tibalah giliran mereka menghadapi pasukan yanv bukan manusia.


Saat pedang mereka ditebaskan ke tubuh makhluk-makhluk di depan mereka,, ada percikan api dari pedang yang beradu dengan kulit makhluk-makhluk itu.


Ya, mereka disebut dengan istilah Hantu Tanah. seperti robot, namun itu dari tanah liat yang dibakar, kulit berwarna hitam legam. Mereka sebenarnya merupakan patung masa lalu. Dan Bai Lang dengan kekuatan mantra sihirnya, membangkitkan hantu tanah untuk kepentingannya.


"Paman! Mereka tidak bisa dibunuh!" Teriak Rangga.


"Hadapi saja dan kita akan tahu kelemahan mereka!" Teriak Anton sambil terus menyerang.


Sementara, banyak orang dari pasukan Klan Harimau tampak sudah terluka akibat serangan hantu tanah.


Anton, Rangga dan Hawata terus menyerang sambil mencari titik lemah hantu tanah.


"Rangga! Hawata! Aku berhasil.membunuh satu! Tancapkan pedang di bagian atas kepala makhluk itu. Itu adalah titik lemahnya! Perintahkan juga pada semua prajurit!" Teriak Anton.


Berikutnya, Anton sudah berhasil.membunuh puluhan hantu tanah. Rangga dan Hawata pun demikian. Mereka berhasil membunuh banyak hantu tanah. Sementara, para prajurit yang awalnya putus asa, kini mereka pun mulai bersemangat kembali. Satu per satu prajurit berhasil membunuh banyak hantu tanah.


Dalam waktu kuran dari satu dua jam, hantu tanah telah musnah semuanya.


Saat itu mereka memperhatikan hantu tanah yangbsudah tumbang. Ada asap putih yang keluar dari kepala hantu tanah.


"Sepertinya asap itu beracun. Tapi tenang saja, kita masing-masing sudah minum pil anti racun. Jadi tidak masalah!" Teriak Hawata.


Banyak prajurit dari Klan Harimau yang tewas dalam.pertempuran itu. Namun mereka juga gembira karena berhasil mengalahkan pasukan musuh. Mereka pun mengumpulkan prajurit gang tewas dan menolong yang terluka. Setiap panglima pasukan diberi tugas untuk membantu mereka.


Sementara Rangg, Hawata dan Anton, ketiganya pergi ke area pertarungan antara Galang dan Bai Lang.