Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Bukit Gunar


Bukit itu memang lumayan tinggi. Ada jalan yang melingkar untuk menuju atas bukit. Jalan itu dibangun oleh negara unruk keperluan hunian mewah. Di sana banyak sekali vila-vila mewah yang dihuni oleh orang-orang kaya, terutama pejabat negara.


Tak ada beda dengan Hawata, dia adalah petinggi di Klan Harimau, jadi kekayaannya pun sangat besar. Ketika menerima Liano dan Naomi sebagai murid, Hawata memang mengenal Ken sebagai reka bisnis Klan Harimau.


Tadi malam, ketika terjadi perbincangan dengan Galang, terjadi kesepakatan antara lain, jika Galang berhasil membunuh Bai Lang, maka dia akan menjadi ketua Klan, mendapat hak istimewa Klan Harimau, bisa mengakses apapun yang berhubungan dengan Klan Harimau, menguasai setengah kekayaan Klan Harimau dan akses sepenuhnya terhadap anti racun Klan Harimau. Itu memang sudah kesepakatan dari semua pimpinan Klan Harimau.


Glang menyetujui kesepakatan mereka dan akan segera mengambil tindakan. Walaupun tujuan Galang adalah menyelamatkan Ken, dia juga tidak ingin melewatkan kesempatan mendapat keuntungan dari Klan Harimau. Bisa dibayangkan, Klan Harimau merupakan Klan terkaya di Malaka, menguasai seperempat persen kekayaan Malaka. Jadi Galang mau tidak mau harus mengambil keuntungan.


Apalagi, pertarungan dengan Bai Lang adalahy antara hidup dan mati. Walau itu juga disetujui Anton, Kakek Li dan Nenek Diah, Galang tetap haruis memiliki kekuatannya sendiri.


Saat ini Galang sedang berada di ruang tengah dan sedang mengoibrol bersama Hawata dan Rangga. Seorang pelayan masuk dan memberitahu ada tamu di ,luar, pelayan mengatakan itu Keluarga Santaro.


Galang menoleh ke arah Rangga, Rangga pun pergi ke luar untuk melihat mereka. Saat bertemu mereka, Rangga tidak melihat Mike dan saudaraya, melainkan seorang tua, seorang paruh baya, seorang pemuda dan seorang gadis yang tidak dikenalnya.


"Kalian siapa?" Tanya Rangga.


"Kami dari keluarga Santaro, kami ingin menemui Tuan Muda Galang. Aku adalah Presiden Direktur Santaro Grup dan ini anak serta cucu-cucuku." Jawab Juan.


"Baik, tunggu sebentar." Kata Rangga, lalu dia masuk dan menemui Galang di ruang tengah. Menceritakan siapa yang datang.


"Katakan pada mereka, jika bukan Mike yang datang, maka aku tidak akan menemui mereka." Galang terleihat jengkel. Bagaimana mungkin Mike tidak ikut bersama mereka malah orang lain yang datang kemari.


Rangga pun kembali menemui mereka, "Tuan Muda bilang, jika Mike tidak ikut, maka dia tidak akan menemui kalian. dan investasi dibatalkan."


"Oh, jangan dibatalkan, baiki, Mike akan segera sampai di sini. Bila perlu datang bersama tiga saudaranya." Juan sangat takut jika investasi benar-benar batal. Dia tentu lebih menginginkan investasi ketimbang harga dirinya dan anak serta cucu kesayangannya.


Hanya sekitar tigapuluh menit, Mike datang bersama Ayah dan adik kembarnya. Sementara Simon tidak terlihat bersama mereka.


Mereka langsung masuk ke ruang tamu. "Mengapa Ayah dan Kakak datang ke sini tanpa memberitahu kami?" Tanya Arken penasaran.


Juan dan Loki tidak menjawab, melainkan memandang ke arah lain. Keduanya terlihat sangat kesal.


Galang muncul di ruang tamu ditemani Rangga dan Naomi. Galang tersenyum pada Mike dan si kembar. Kemudian ketiganya langsung duduk.


"Berdasar pembicaraan kemaren dengan Mike, maka aku setuju mengeluarkan uang tiga triliun. Tapi aku meminta jaminan keuntungan. Jika dalam waktu satu tahun perusahaan tidak berkembang, maka aku akan mengambil alih perusahaan." Kata Elang.


Memdengar tiga triliun, mata Juan, Loki, Lusi dan Roby berbinar. Mereka benar-benar akan bangkit kembali.


"Tidak masalah, Tuan Muda. Anda jangan kuatir. Kami pasti akan bangkit dan membuat keuntungan yang besar untuk Anda. Roby dan Loki akan mengerjakan semuanya dengan baik." Juan menanggapi Galang.


"Tuan Juan, Anda salah paham. Aku hanya mau berinveatasi jika Paman Arken dan Mike yang memegang proyek, jika tidak maka aku tidak jadi berinveatasi." Elang langaung menolak Loki dan Roby.


"Oh, maksud saya, Arken dan Mike. Aku tadi salah ucap. Mohon maafkan, Tuan Muda." Juan langsung meralat ucapannya.


"Itu jelas aku aetuju, Tuan Muda. Kami akan bekerja dengan sungguh-sungguh dan pasti akan untung besar." Juan masih menjilat.


"Mike, apa surat perjanjian sudah dibuat?" Tanya Galang.


"Sudah, Tuan Muda." Jawab Mike lalu menyodorkan berkas yang harus ditandatangani oleh Galang.


Galang mengambilnya, tanpa membaca langsung menandatanganinya.


"Baiklah, nanti kita kr Bank untuk mengambil uang. Kalian semua boleh pergi dan jam sepuluh nanti tunggu aku di bank terdekat. Aku akan mengajak Naomi atau Liano untuk mengantarkan." Ucap Galang.


Sebelum pergi, Galang masih bicara, "Ingat! Perjanjian itu sudah diaepakati dan tidak ada yang boleh ingkar, kalau kalian berhianat, maka aku tidak akan segan."


"Mengerti, Tuan Muda!" Jawab mereka bersama.


Galang lalu pergi dan kembali ke ruang tengah diikuti Rangga dan Naomi.


Sementara Juan dan lainnya tampak lebih sumringah, mereka baru sana mendapatkan suntikan dana yang besar, yang artinya, itu akan membuat Grup Santaro kembali bangkit.


Namun, Loki, Roby dan Lusi tampak tidak tenang. Mereka jelas akan terabaikan. Mereka mendengar sendiri kalau Galang tidak ingin mereka ikut campur.


Galang tahu semua cerita soal Loki, istrinya dan anak-anaknya dari Mike saat di kereta api. Tentu saja Galang harus mengawasi uangnya di Grup Santaro. Jika mereka main-main, maka Galang tidak akan sungkan lagi.


Juan dan lainnya akhirnya pergi meninggalkan vila Hawata. Mereka akan langsung menuju Bank sambil menunggu jam sepuluh. Tentu saja momen itu tidak akan dilewatkan oleh mereka semua.


Sementara Galang saat ini tengah berbicara dengan Liano dan Naomi. Besok malam adalah acara lelang kedua dengan barang lelang utama adalah Seribu Pil Ajaib.


"Liano, apakah Tuan Hawata bisa dipercaya?" Tanya Galang agak berbisik.


"Tentu saja, Guru sangat jujur, dan tentu saja guru sangat bisa dipercaya. Kakak jangan kuatir." Jawab Liano.


"Benar kakak, memang kabarnya, harta kekayaan Klan Harimau lebih dari seperempat kekayaan Negara Malaka. Itu bukan omong kosong. Semua petinggi Klan Harimau itu orang kaya dan kebanyakan menjadi direktur sebuah perusahaan di seluruh negara." Naomi ikut bicara.


"Baiklah, Naomi, atau Liano, antarkan aku ke Bank." Pinta Galang.


"Biar aku saja!" Naomi menjawab dengan terburu-buru. Galang dan Liano saling pandang. Naomi pun tersipu malu.


"Baiklah!" Galang mengangguk.


Mereka berdua akhirnya pergi ke bank dan uang untuk Grup Santaro ditransfer langsung ke rekening perusahaan.