Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Keributan


Karmen sudah sampai di perkemahan. Dia langsung menuju ke tempat di mana Rangga dan para Jenderal sedang mengajari prajurit. Setiap berpapasan dengan prajurit, Karmen melihat mereka membungkuk hormat padanya.


Setelah sampai di tempat Rangga dan para Jenderal, Rangga terkejut karena Karmen hanya sendirian. Rangga pun memandang Karmen dengan heran.


"Diana di Lembah Katak!" Karmen membuka suara. Dia tahu, mereka paati bertanya-tanya soal ini.


"Apa?" Jenderal Sutono sampai berjingkat. "Apa aku tidak salah dengar?"


"Itu benar, Jenderal!" Jawab Karmen.


Lalu Karmen menyampaikan pesan Diana. Rangga dan para Jenderal mendengarkan dengan seksama. Walau mereka ragu, namun mereka percaya dengan yang diucapkan Karmen.


"Kalian mungkin tak akan percaya, Ratu Peri Hutan Siluman sudah ditaklukkannya." Rangga memberitahu. Namun, dia langsung menyesal karena menyampsikan hal yang dilarang oleh Diana.


"Apa?" Keempat Jenderal benar-benar terkejut sekarang. "Kamu jangan bercanda!" Sahut Jenderal Sutono.


"Maaf, Jenderal semua! Itu benar, namun tidak elok membahas hal yang dilarang disampaikan oleh Panglima. Kalian bisa dihukumnya kelak. Rangga! Bisakah membicarakan yang lain?" Karmen langsung menyahut dan mengingatkan Rangga.


"Aku minta maaf, tidak seharusnya aku memberitahu kalian hal yang dilarang disampaikan. Para Jenderal, tolong jangan bicarakan lsgi. Jika Panglima Diana marah, maka habislah kita!" Sahut Rangga fengan penuh penyesalan. Para Jenderal mengangguk-angguk mengerti.


Saat itu, para Pangeran tiba di tempat itu. Wajah mereka terlihat sangat marah.


"Apa-apaan ini? Kenapa setelah ditunjuk jadi Panglima, malah mengabaikan perintah Raja? Tuan Panglima, kenapa dia pergi ke Lembah Katak? Kami sangat kecewa dengan sikap Panglima!" Yang bicara adalah Pangeran Lintang.


"Kamu pikir kami ini orang bodoh? Kamu juga punya mata-mata!" Jawab Pangeran Lintang.


"Kamu tidak perlu ikut campur urusan Panglima! Panglima adalah orang yang sangat bertanggung jawab. Dia akan menyelesaikan tugasnya dengan baik tanpa harus kamu menasihatinya!" Jawab Karmen.


"Oh! Jadi bagaimana jika dia mati di Lembah Katak?" Sahut Pangeran Lintang dengan arogan.


"Kamu!" Saat hendak bicara lagi, Rangga memegang tangan Karmem agar tidak meneruskan debat dengan Pangeran Lintang.


"Dengar! Panglima akan kembali, dan akan memimpin kita dalam perang ini. Jadi jangan kuatirkan Panglima! Kalian tidak akan sanggup menghadapinya walau pun jumlah kalian ribuan orang!" Kata Rangga dengan nada rtnggi.


Nada bicara Rangga tidak memdebat, namun sindirannya soal jumlah ribuan orang melawan Diana, membuat wajah Pangeran Lintang memerah. Tentu saja itu tidak masuk akal. Apalagi Pangeran Limtang merasa bahwa dia sangat hebat dalam beladiri. Jadi, dia justru merasa diremehkan.


"Baik! Aku menangtangnya bertarung satu lawan satu sampai mati!" Teriak Pangeran Lintang. Rangga, Karmen dan empat Jenderal terkejut mendengar ucapan Pangeran Lintang.


"Pangeran! Bagaimana jika aku melawanmu saja! Jika kamu bisa mengalahkanku dengan satu jurus, maka, kamu akan diangkat jadi panglima. Aku akan bicara pada Pamglima Diana untuk menyerahkan status panglima padamu!" Karmen yang menanggapi dan ingin melawan Pangeran Lintang.


"Baik! Aku setuju!" Jawab Pangeran Lintang.


"Mengenai siapa yang akan menjadi panglima jika aku menang, aku akan memilih orang yang lebih hebat. Jadi, kamu jangan menyesal.karena sudah berani menantangku!" Lanjut Pangeran Lintang.


Rangga dan Karmen saling pandang dan kemudian tersenyum geli mendemgar ucapan Pangeran Lintang. Sementara itu, Pangeran Ludira dan Pangeran lainnya hanya menggeleng-gelengkan kepala.