Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Para Perompak


Galang memerintahkan kru kapal untuk menyelamatkan  orang-orang yang ada di kapal yang hampir karam. Dengan cepat, semua orang membantu evakuasi dan memindahkannya ke kapal Galang. Beberapa dokter dan perawat juga telah disiagakan. Sebanyak sepuluh awak kapal sudah diselamatkan. Sementara yaang lainnya menurut awak kapal telah dibunuh oleh perompak.


Mereka yang selamat akhirnya bertahan hidup di kapal yang hampir karam selama tiga hari dan baru diselamatkan oleh Galang.


"Dari mana asal kalian?" Tanya Anton.


"Kami dari Kota Pulau. Bermaksud pergi ke Kota S untuk berniaga. Namun nasib sial menimpa kami. Tidak ada satu barang pun tersisa. Semuanya diambil oleh para perompak." Jawab pemimpin awak kapal.


"Baiklah, kebetulan kami akan ke Kota Pulau. kalian ikut saja bersama kami. Biarkan pelayan menyediakan tempat tidur untuk kalian." Kata Anton. Dan berikutnya Rangga menyuruh beberapa pelayan untuk mengantarkan mereka ke kamar. Akhirnya merekapun bisa tidur dengan nyenyak. saat itu sekitr jam, dua dinihari.


Kapten Tomas memberitahu Galang bahwa radar kapal mendeteksi ada banyak kapal yang berada di belakang kapal mereka.


"Seberapa jauh mereka , Kapten?" Tanya Galang.


"Perkiraan sepuluh mil, Tuan Muda. Itu sepertinya kapal cepat. Perkiraan akan sampai pada kita sekitar jam empat pagi. Karena mereka menggunakan kapal cepat." Jawab Kapten Tomas.


"Baiklah, Kapten.  Percepat laju kapal. Jika memang mereka mengejar kita, usakan memperlambat waktu agar hari sudah terang. Perintahkan seluruh kru untuk bersiap menyambut mereka jika memang mereka berniat jahat." Perintah galang pada kapten Tomas.


Rata-rata kru kapal sudah terlatih dalam menghadapi bahaya, Mereka juga pandai beladiri. jadi mereka memang dipersiapkan untuk hal-hal ini. Apalagi Kapten adalah pensiunan marinir dengan banyak medali kehormatan. Dan ada banyak juga kru yang juga mantan anak buah Kapten Tomas.


"Rangg, beritahu Karmen dan Diana agar tidak keluar kamar. Tugas mereka hanya melindungi Dara." Pinta Galang pada Rangga.


"Baik!" Jawab Rangga singkat lalu segera ke pergi ke kamar Karmen. Sementara Dara tidur bersama Diana.


"Oh ya, Kapten. Orang-orang yang tidak pandai beladiri, sebaiknya tidak perlu ikut bertempur jia memang kapal-kapal itu ingin berbuat jahat. Mereka tidak perlu bertaruh nyawa. Biarkan aku, Paman Anton dan Rangga yang menghadapi mereka. Kapten fokus saja pada laju kapal. Usahakan kapal tidak pernah berhenti di lautan." Sekali lagi permintaan Galang pada Kapten Tomas.


"Baik, Tuan Muda!" Jawab Kapten dengan hormat, lalu dia pun pergi dan memberi perintah sesuai dengan perintah Galang.


Jam enam pagi, akhirnya kapal-kapal itu telah menyusul kapal Galang sesuai perkiraan galang. jadi, karena hari sudah terang, lebih mudah menghadapi mereka.


Kapal-kapal itu adalah kapal bajak laut seperti yang dikatakan oleh pemimpin kapal yang telah dirampok. Kapal-kapal kecil itu mengelilingi kapal Galang. Melalu pengeras suara, mereka memberi perintah agar kapal galang berhenti. Namun Galang Kapten Tomas terus melajukan kapal sesuai perintah Galang.


Ada sekitar duapuluh kapal yang berada di samping kiri dan kanan kapal. Mereka sangat marah karena kapal Galang tidak mau berhenti. Mereka berusak mengaitkan kapal mereka ke kapal Galang agar mereka bisa naik ke kapal Galang.


Kapal Galang memang sangat mewah. Dilengklapi peralatan canggih dan modern. Rupanya para perompak tidak memakai senjata api. Mungkin saja mereka memang tidak punya atau memang masih disimpan. namun alat deteksi kapal tidak melaporkan soal senjata api di kapal-kapal yang mengepung mereka.


Kapal galanh juga tergolong kapal besar. Di dek bawah, belasan mobil terparkir. Mpbilo-mobil itu dibawa untuk memudahkan mobilitas mereka ketika berada di kota Pulau.


"Lang, mereka mulai naik!" teriak Rangga. Rangga melihat kapal-kapal itu mengaitkan kapal mereka ke kapal galang dan mereka mulai berjuang naik ke atas kapal.


"Bersiaplah. Kita akan menghadapi mereka." Jawab Galng.


"Jumlah mereka ratusan orang." Rangga kembali bicara.


"Biarkan saja, cukup kita bertiga yang maju," Jawab Galang lalu dia dan Anton berjalan ke arah Rangg dan melihatorang-orang itu mulai menaiki Kapal Galang.


Saat sampai di dek bawah, para perompak sudah mulai banyak. Galang, Rangga dan Anton sangat bersemangat saat itu. Ketiganya akan menghadapi semut-semut kecil pengganggu.


"Hei! Serahkan semua barang kalian, dan kalian akan selamat. Serahkan juga kapal kalian Maka kalian bisa tetap hidup! Haha!" Salah seorsng perompak membuka suara.


Saat mendengar itu, baik Galang, Rangga dan Anton tersenyum.


"Bagaimana jika kalian serahkan kapal-ka0al kalian, dan kalian tidak akan dibunuh!" Galang tak kalah gertakan.


Para perompak saling pandang. Lalu mereka pun tertawa mengejek. Hanya tiga orang saja berani menggertak mereka.


"Oh, rupanya kalian punya nyali, ya? Kalian belum tahu siapa kami, makanya kamu tidak takut." Seseorang perompak juga ikut bersuara.


"Kami tahu siapa kalian. Kalian itu semuanya hanya sekumpulan semut kecil yang tidak berguna. Haha!" Jawab Galang. Saat itu jumlah mereka semakin banyak.


Ratusan orang itu bergerak cepat Anton, Galang dan Rangga. Mereka berpikir hati ini mereka mendapat tangkapan besar. Jadi tidak akan disia-siakan.


Namun, para perompak ini tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa. Anton misalnya, iblispun akan berpikir sembilan puluh sembilan kali untuk bermasalah dengannya.


Walau Anton berbadan besar, tapi dia sangat gesit. Bisa membunuh dua sampai tiga laean hanya dalam hitungan detik.


Belum lagi ada Rangga, pukulannya jika mengenai organ vital, maka dipastikan yang terkena pukulannya langsung dijemput malaikat maut. Tentu saja saat ini malaikat maut sedang berada di sana, siapa tahu memang benar-benar ada yang akan dijemputnya.


Galang? Jangan tanya soal dia. Untuk menghadapi para perompak itu, sebenarnya cukup dia sendiri. Pasti semua akan dihabisinya.


Saat itu, muncul seseorang berkepala botak, bertubuh besar dan gendut. Kumis tebal. Di pinggangnya tergantung sebuah pedang panjang yang besar.


"Paman, ayo kita bertaruh, siapa yang membunuh paling sedikit, maka dia harus mentrkatir kita makan di Kota Pulau!" Teriak Galang.


"Baik, aku setuju!" Anton menanggapi perkataan Galang.


"Aku juga setuju!" Rangga pun ikutan setuju.


"Baik, tapi sisakan orang berkepala botak itu untuk diserahkan ke raja Kota Pulau!" Kata Galang lagi.


"Setuju!" Jawab Qnton dan Rwngga bersama-sama.


Mendengar itu, orang berkepala botak itu sangat marah. Dia merasa diremehkan.


"Kalian sudah akan mampus tapi masih sombong. Lihatlah anak buahku begitu banyak dan akan segera mencincang kalian semua!" Katanya dengan suara yang besar dan serak.


"Bersiapkah kalian akan mendapat hukuman hari ini. Dan semua kapal serta semua barang di dalam kapal kami sita dan menjadi aset kami!" Ujar Galang.