
"Jadi bagaimana Elena diculik, Paman?" Galang kemudian menanyakan perihal penculikan Elena.
"Aku juga tidak tahu pasti, tapi utusan mengatakan jika Tuan Pian menghilang dan saat itu Elena hendak kemari, tapi saat hendak keluar gerbang, ada sekitar sepuluhan orang mencegatnya dan membawanya." Jawab Anton.
"Hmmm, baiklah, Paman. Malam ini adalah lelang seribu pil ajaib. Aku ingin menlihat bagaimana Bai Lang meyakinkan orang-orang. Karena aku sudah memiliki Seribu Pil Ajaib yang asli, maka aku sudah tidak tertarik. Tapi aku akan hadir untuk mencari tahu sesuatu soal Elena." Kata Galang.
"Nenek, apakah Diana memang sehebat apa yang dikatakan Raja Naga Kesembilan?" Tiba-tiba Galang mengalihkan pembicaraan.
"Apa maksudmu?" Nenek agak terkejut karena menyebut Raja Naga Keswmbilan saat bicara soal Diana.
"Dalam mimpiku tadi, Raja Naga Kesembilan menyebut bahwa Dara akan aman bersama Diana. Karena dalam.mimpi, aku tidak terlalu ambil pusing." Jawab Galang.
"Galang, Diana sangat hebat, bahkan mungkin dia setara denganku. Kamu, Anton atau Li Hao sekalipun tidak akan sanggup melawannya. Tapi, berbeda jika kamu sudah menguasai Tujuh Bayangan Naga." Nenek Diah memberi penjelasan.
Anton memang yakin bahwa Diana memang sangat kuat. Hanya saja dia sama sekali tidak menunjukkan kekuatannya dengan sembarangan. Apalagi Diana seorang yang suka mengalah. Itu membuatnya tidak disadari oleh lawan-lawannya.
Maka Anton menyerahkan semua perusahaan Galang di Kota S dan Kota Pulau menjadi milik Diana untuk mengaburkan pemilik. Namun itu tidak jadi masalah, mengingat Diana adalah saudara kandung Riana yang merupakan mendiang istri Galang dan ibunya Dara. Diana juga orang yang cerdas serta bertanggung jawab. Masalah dengan Rocky, tentu saja Anton tidak jadi masalah.
Diam-diam Anton mengamati Diana sejak pertempuran melawan bajak laut, jika mau, sebenarnya Diana bisa membunuh lebih banyak lagi. Namun Diana tidak seserakah itu, makanya dia tetap unggul dan membunuh lebih banyak para perompak.
"Dara sangat aman bersama Diana, itu sangat betul." Tegas Anton.
******
Semua orang sudah berkumpul di aula besar yang wakru itu digunakan untuk lelang hari pertama. Kini pengunjung semakin membeludak dan tampak aula aangat penuh sesak.
Ini karena ada lelang Seribu Pil Ajaib yang dijanjikan oleh Ken. Bahkan, para pengunjung dari luar negeri juga meningkat sepuluh kali lipat. Lelang malam ini memang sangat ditunggu-tunggu oleh semua orang. Itu terjadi karena berita yag beredar di berbagai media soal seribu pil ajaib yang menggemparkan.
Seperti diketahui, Ken palsu membesar-besarkan khasiat dari pil yang akan dilelang. Padahal menurut Pian, pil yang akan dilelang oleh Ken adalah barang palsu. Entah itu darimana asalnya, yang Jelas Galang memiliki pil yang asli pemberian Pian yang merupakan hadiah dari pembuatnya.
Bagaimanapun juga, Galang tidak akan membiarkan barang palsu dijual dengan sangat mahal. Apalagi, menurut kabar yang beredar, seribu pil ajaibĀ yang akan dilelang akan dibuka dengan harga seratus ribu dollar Amerika. Bagaimana barang palsu bisa semahal itu di awal harga pembukaan?
Memikirkan hal itu, Galang tersenyum kecut. Kali ini Galang pergi ke tempat lelang setelah melatih jurus-jurus Tujuh Bayangan Naga. Galang merasakan kini kekuatannya bertambah kuat.
Saat memasuki ruang lelang, Galang bisa merasakan banyaknya orag-orang yang punya kekuatan beladiri tingkat tinggi ada di sini. Galang pun maklum, ini adalah lelang sebuah benda yang walaupun palsu namun karena tidak tahu, mereka percaya. Dan Galang yakin bahwa sebelumnya mereka memang belum pernah melihat pil yang akan dilelang. Jadi ketika benda itu digembar-gemborkan sebagai seribu pil ajaib, mereka pasti sangat percaya.
Galang masuk ditemani oleh Anton, Kakek Li, Nenek Diah dan Rangga. Sementara Naomi dan Liano ditugaskan Galang untuk mengintai tempat dimana ayah mereka disekap.
Hanya saja, Pian tidak setuju dengan galang. Pian meminta Galang untuk menyempuirnakan jurus Tujuh Bayangan Naga terlebih dahulu. Mengenai Elena, Bai Lang hanya menginginkan harta keluarga Darmawan. Jadi Pian bisa memberikannya pada Bai Lang sebagai pertukaran.
Galang tentu saja sangat simpati pada pengorbanan Pian untuk Elena. Hanya demi agar Galang menyempurnakan Tujuh Bayangan Naga, Pian rela mengorbankan segalanya.
Galang memamg tertarik juga pada kesepakatan dengan Klan Harimau, apalagi, Klan Harimau juga akan mengorganisir para pengusaha agar setiap perusahaan memberikan benerapa persen sahamnya untuk Galang. Jadi ini bukan sekedar masalah kekayaan, tapi soal kekuatannya di masa depan.
Galang masih belum mendapat kabar soal leberadaan Elena dari Pian, jadi dia masih menunggu siapa yang sebenarnya menculik Elena.
Sementara, Naomi dan Liano yang diperintah untuk mengawasi di mana Ken disekap juga belum mengirim kabar. Galang sebenar nya ingin cepat menyelesaikan misinya di negara ini. Tapi memang seharusnya dia lebih bisa bersabar.
Acara lelang sudah dimulai. Ken palsu memberi sambutan dan tepuk tangan meriah memenuhi seantero aula saat Ken palsu menyapa.
"Ada beberapa barang berharga yang akan dilelang di sini. Yang pertama adalah Kapal pesiar Neil dari abad ketujuh yang saat ini bersandar di pelabuhan Malaka, kedua Cambuk Serigala dari Raja Gunar abad keenam, aku tidak akan menyebutkan semuanya. Tapi yang paling penting, ada Seribu Pil Ajaib yang dibuat langsung oleh Pendeta Tao dari Tiongkok."
Tepuk tangan kembali riuh, semua orang menantikan saat lelang Seribu Pil ajaib.
Galang hanya tersenyum masam, namun dia hanya ingin tahu siapa yang akan membeli barang iru dan berapa harga terakhirnya?
Sementara lelang sudah dimulai, dan barang-barang yang dilelang sudah disebutkan banyak juga yang menaikkan harga, kali ini yang dilelang adalah Kapal pesiar yang disebut oleh Ken.
Ponsel Galang berkedip, iitu adalah pesan dari Naomi. Galang membaca dan terkejut. Elena ditahan bersama Ken? Itu tidak mungkin. Apa maksud semua ini? Apalagi menurut Naomi, penjagaan di tempat itu tidak terlalu ketat.
Lalu keduanya diperintah untuk pulang. Galang sendiri saat ini sudah pergi dari tempat lelang dan mengajak Rangga. Hanya Anton, Nenek Diah dan Kakek Li yqng masih di sana atas permintaan Galang sambil mengawasi mobilitas orang-orangnya Bai Lang.
Galang dan Rangga pergi ke tempat penyekapan Elena dan Ken. Galang ingin tahu dengan jelas tempat yang digunakan untuk menyekap orang.
Sementara Rangga sudah pernah ke tempat itu, makanya dia diajak oleh Galang kesana.
"Aku penasaran, apa sebenarnya yang akan dilakukan Bai Lang dengan keduanya?"
Sementara mereka mengendap-endap di bawah tembok yang tinggi dsi samping sebuah bangunan yang tampak seperti rumah tinggal. Namun mereka terkejut, di tempat itu, mereka melihat ada mayat?
"Ini pasti ulang Liano dan Naomi. Berarti mereka mendapat informasi dari orang ini dan langsung dibunuh. Kenapa mayatnya dibuang di sini?