Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Nona Keluarga Darmawan


"Kakak, sepertinya wanita itu adalah Nona Besar Kelauarga Darmawan. Aku seperti pernah melihatnya di televisi. Tapi kenapa di dikejar-kejar? Biasanya Nona itu dikawal banyak orang. Tapi sekarang dia pergi sendiri." Naomi mengingat sesuatu tentang wanita yang sedang dikejarnya.


"Apa kamu tidak salah ingat? Tapi siapa yang peduli? Jika dia dalam bahaya, aku harus menolongnya." Balas Galang.


Sementara, wanita cantik empat puluh tahun yang sedang dikejar akhirnya keluar dari tol, dia pun mengambil jalan ke kota. Dua mobil yang mengejar pun mengikutinya.


Wanita cantik itu akhirnya memilih menghentikan mobilnya di sebuah bekas pabrik. Keadaan pabrik itu sungguh mengenaskan. Di sekitarnya ditumbuhi berbagai rumput liar yang subur.


Beberapa bagian bangunan tampak sudah lapuk dan rawan ambruk. Galang tidak mengerti mengapa wanita itu malah menghentikan mobilnya di bangunan pabrik yang sudah tidak terpakai.


"Tuan Muda Sam, mengapa Nona Besar malah kemari? Apakah ini jebakan?" Kata sopir mobil pada seseorang.


"Jebakan apa? Bahkan dia sama sekali tidak tahu soal pabrik ini. Ayo turun dan kejar perempuan itu. Aku benar-benar akan membuat perhitungan dengannya." Jawab pria yang dipanggil Tuan Muda Sam.


"Tapi, Tuan Muda? Bagaimana jika Tuan Besar Pian Darmawan tahu akan hal ini?" Tanya sopir lagi.


"Kamu kenapa bodoh sekali? Bunuh perempuan itu dan jangan tinggalkan jejak!" Pria itu mulai marah.


Akhirnya mereka pun keluar dari mobil dan mengikuti arah wanita tadi masuk. Sementara Galang dan Naomi berhenti agak jauh dan Galang memilih jalan lain untuk masuk ke pabrik.


"Kamu tidak bisa lari lagi, dan di sinilah kamu akan berakhir. Kamu kira aku ini bodoh? Jika kamu mau berbagi kekayaan ayahmu yang diwariskan padamu, maka aku bisa saja mengampuni nyawamu. Tapi, karena kamu malah lari, itu artinya kamu sedang menggali kuburmu sendiri. Jangan salahkan aku!" Teriakan Sam menggema di seantero pabrik.


Beberapa burung dan kelelawar yang ada di pabrik pun terkejut dan memilih kabur. Galang yang sudah berada di dalam area pabrik mulai mengerti. Bahwa pria-pria iru menginginkan harta warisan.


"Kamu tidak bisa bersembunyi lagi dariku. Anak buahku akan segera menemukanmu. Haha!" Sam pun sudah mulai merasa yakin dia akan berhasil merebut harta warisan wanita itu.


"Tuan Muda, di sana!" Teriak salah satu anak buah Sam.


"Ayo cepat tangkap dia!" Perintahnya. Anak buahnya segera bergerak ke arah yabg ditunjuk.


Beberapa saat kemudian, wanita itu pun sudah ditarik menuju Sam.


"Haha, ternyata hanya segitu. Lebih baik tadi jangan lari. Hahaha!" Sam tertawa senang.


"Walaupun aku mati, kamu tidak akan mendapatkan apa-apa. Ayahku pasti akan segera mengetahui rencana jahatmu!" Wanita itu terlihat tenang.


"Elena, kamu kira aku ini sebodoh itu? Setelah kamu, maka aku akan membunuh ayahmu. Mentah-mentang aku anak tiri, aku tidak mendapat bagian apapun. Kamu memang serakah!" Kata Sam dengan muka merah. Dia sangat marah.


"Kamu sudah menghabiskan banyak uang ayahku, dan kamu yang bukan apa-apa bagi ayahku, dipelihara bagai anak sendiri, tapi kamu menghianati ayahku dan merusak kehormatan keluarga dengan bekerjasama dengan Bai Lang. Kamu masih mau menginginkan harta ayahku?" Elena menarik nafas berat.


"Pada saatnya, kamu pasti akan mati. Tuan Ken pasti akan segera menemukan penolongnya dan Bai Lang segera tamat."


"Hahahahaha..... Tuan Bai akan tamat? Kamu jangan mimpi. Siapa di negara ini yang berani melawan Tuan Bai? Bahkan penegak hukum sekalipun tunduk padanya. Siapa lagi yang lebih hebat dari Tuan Bai Lang? Hahaha!" Sam kembali tertawa.


"Ramalan itu pasti akan segera terwujud dan kalian semua akan hancur!" Teriak wanita itu.


"Tuan Bai tidak bisa dikalahkan. Hong Tao sendiri saat ini maaih berada di Tiongkok. Hanya dia saja harapan kalian, tapi dia sendiri tidak mungkin menang melawan Tuan Bai Lang. Kamu tahu sendiri Tuan Bai tidak bisa dibunuh. Kamu jangan mimpi, Elena!" Sam kembali percaya diri.


Bai Lang sendiri sudah tahu akan ramalan yang beredar luaa di kalangan orang kaya, bahwa akan datang seseorang dari negara seberang lautan yang akan mengakhiri kekuasaan Bai Lang.


Ketika tahu bahwa Galang benar-benar mengikutinya, Elena sengaja membawa mereka ke pabrik ini, sekaligus ingin tahu kehebatan Galang.


Di tempat persembunyiannya, Diam-diam Galang mengirim pesan pada Rangga agar segera kemari bersama Liano dan menunggu perintah selanjut. Galang memberi pesan agar menguhungi Naomi dan minta lokasi pabrik padanya.


Galang terus mendengarkan percakapan mereka. dari yang dia tangkap, Sam adalah anal tiri ayahnya Elena. Sam bekerjasama dengan Bai Lang yabg saat ini memakai nama Tuan Ken.


Galang sebenarnya pusing. Kejadiannya sangat rumit. Awalnya dia mengira kalau wanita iru hanya wanita sederhanya, dikejar penjahat, dan datang pahlawan menyelamatkannya. Ternyata, wanita itu dikejar-kejar kaki tangan Tuan Ken palsu.


Galang menggaruk kepala yang tidak gatal. Otaknya sedang berpikir keras. Menolong wanita itu dan tidak ketahuan oleh Tuan Ken palsu.


Di saat Galamg masih berpikir keras, Sam terdengar sudah menampar wajah Elena. Tamparan yang keras itu membuat pipi Elena merah dan terdapat bekas jari-jari tangan.


Bibir Elena tampak berdarah, ketika dia meludah, yang keluar adalah darah.


"Dasar wanita ******. Pergilah menyusul suami sialanmu itu!" Saat itu Sam mencabut pisau, mengarahkan pisau pendek itu ke leher Elena. Elena tampak hanya pasrah. Pisau dengab cepat menuju ke leher Elena.


"Ting!"


Terdengar suara mendesing dan pisau Sam terpental. Sam terkejut dan segera mencari-cari siapa orang yang berani mematahkan serangannya.


"Beraninya menghadapi wanita!" Galang tiba-tiba sudah ada di belakang Sam dan anak buahnya


"Kurang ajar! Beraninya kamu ikut campur urusanku! Apa kamu cari mati?" Sam yang panik mengeluarkan gertakan. Jelas bagi Sam, pemuda itu bukanlah orang sembarangan. Jika orang biasa, tidak mungkin bisa membuat pizaunya gagal membunuh.


"Wow, aku takut sekali, hahahahaha!" Galang juatru menertawakan Sam yang sebenarnya terlihat pucat.


"Keberulan sekali kalian adalah begundalnya Ken palsu. Jadi aku bisa menghabisi kalian di sini." Galang pun menebar kengerian dengan kalimatnya.


Walaupun Sam ketakutan, tapi dia menyembunyikannya. Saat ini yang dia pikirkan adalah bagaimana melarikan diri. Namun Galang justru menutup geraknya karena berdiri di jalan keluar.


"Aku tahu kamu ingin kabur. Tapi aku katakan, bahkan kamu sama sekali tidak akan pernah keluar dari pabrik ini. Kalian akan aku jadikab mangsa kelelawar dan burung hantu.


Galang lalu mengambil ponsel, menekan beberapa kali dan terdengar suara memanggil.


"Masuklah!" Terdengar suara Galabg memberi perintah. Selang beberapa deting, Liano, Rangga dan Naomi pun masuk dengan siaga.


"Kalian punya pekerjaan! Habisi mereka dan jangan sampai meninggalkan jejak!" Perjntah Galang.


Ketiga orang itu pun segera maju menyerang Sam dan anak buahnya. Secara jumlah, Rangga, Liano dan Naomi kalah, namun secara kemampuab, Sam dan anak buahnya jelas kalah. Kali ini tidak ada ampun, Rangga bergerak menyerang Sam, sementara Naomi dan Liano bergerak maju menyerang anak buah Sam.


Tidak sampai lima menit, semua orang itu sudah mati. Lalu mayat-mayat mereka pun dibuang ke sebuah lubang.


"Bawa mobil mereka ke suatu tempat dan bakar. Jangan meninggalkan jejak apapun di sini!" Kemudian Galang membawa Elana, menggunakan mobil Elena. Sementara urusan tanpa jejak diurus oleh Rangg, Liano dan Naomi.


Galang membawa Elena ke kediaman Hawata, menginap semalam lagi. Kemudian paginya mereka semua berangkat ke Ibukota menggunakan mobil.