Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Hadiah Untuk Dara


Dara masih duduk di pangkuan Diana. Dia belum beranjakak dari sana, masih kangen, mungkin. Biasanya memang dia selalu bersama Anita. Seharian, sepulang dari gudang bersama Anita, Dara seperti lama berpisah dengan ibunya.


Itu naluri anak kecil. Pas lagi rindu, maka orang dewasa terkadang tidak akan bisa memahaminya. Ya, kita hanya bisa memyerahkan sepenuhnya hal itu pada Dara. Hanya dia yang tahu dengan kelakuannya malam ini.


Bibi Mei mendekati Diana, "Dara mau sama nenek? Nanti nenek goreng ayam buat Dara."


Dara melihat ke arah Diana. Diana juga menatapnya. Dara seperti meminta persetujuan. Inspektur Herman dan Jenderal Joshua hanya tersenyum saja.


Mau ikut Nenek?" Tanya Diana. Dara menatap Mei, lalu menatap Diana. Kemudian dia memutar kepalanya, mencari-cari.


"Bibi Anita!" Teriaknya.


Anita yang mendengar panggilan Dara langsung keluar. Tidak biasanya Dara memanggilnya begitu. Anita sedang mengobrol dengan Er dan Cintya di dalam tenda.


"Anita, temani Dara ikut Bibi Mei." Kata Diana.


Ya, hanya Diana yang paham keinginan Dara. Karena belum begitu mengenal Bibi Mei, maka Dara harus waspada. Dia masih ingat kejadian ketika dia diculik dulu. Itu karena dia sendiri yang ceroboh. Mau saja diajak oleh orang asing.


"Baik, Nona!" Jawab Anita. Lalu dia mengambil Dara dari pangkuan Diana. Dan.mereka langsung pergi ke kemah Mei bersama Arumi. Cintya dan Er keluar, namun keduanya tidak ikut. Mereka hanya duduk-duduk di sekitaran Diana duduk.


"Jenderal Alfonso dan Jenderal Timothy datang!" Teriak penjaga di luar tenda.


Dua orang jenderal masuk, memberi hormat pada Diana dan dipersilahkan duduk.


"Nona, di tenda penerimaan tamu, ada seseorang yang mengirimkan daftar hadiah. Hadiah-hadiah itu diberikan untuk Nona Dara." Timothy melapor.


"Jenderal, Kenapa hadiahnya untuk Dara?" Tanya Diana.


"Ini daftar pengirim hadiahnya, Nona." Kata Timothy, lalu menyerahkan sebuah kertas dengan daftar hadiah danmpengirimnya.


Diana heran saja, kenapa Dara mendapat hadiah? Apakah Dara begitu terkenal? Diana tersenyum melihat daftar hadiah dan menggeleng-gelengkan kepala.


Ini daftar hadiahnya:


2. Topi dan pakaian anak-anak, dari toko Berkah Fashion


3. Mobil Rubicon keluaran terbaru dari Indah Sujudi Motor


4. Menginap di Hotel Diora dan semua hotel di Kota M seumur hidup, dari Hotel Diora dan koorporat.


5. Perjalanan ke luar negeri ke semua negara tujuan, dari Rere Tour & Travel.


6. Makan ke semua restoran di Kota M seumur hidup, dari Home Resto


7. Kartu Bank Diamond saldo 10 triliun, dari putra Gubernur dan koorporat.


8. Akses semua sekolah gratis sampai sarjana, dari Dinas Pendidikan.


"Aku tidak akan membacanya, terlalu banyak." Kata Diana sambil tersenyum setelah membaca beberapa hadiah.


"Itu bisa diambil sewaktu-waktu, Nona. Di dalam tas ini semua kartu ada lengkap. Dan kartu-kartu itu yang harus ditunjukkan saat ke sana. Kecuali kartu bank, kartu resto, kartu hotel, itu memang sepertinya sudah ada saldonya." Jawab Timothy.


"Sudahlah, kita masih dalam suasana perang, tidak baik membicarakan hadiah. Sebenarnya kalian semua berhak mendapat hadiah." Kata Diana.


"Maaf, Nona." Kata Timothy.


Mengapa Dara bisa mendapatkan hadiah sebanyak itu? Ceritanya, Gubernur, saat pertemuan dengan para pengusaha mengenai roda ekonomi di masa perang, menceritakan tentang bagaimana kontribusi Diana di Kota M. Setelah berhasil menyelamatkannya dari pembunuhan, Diana juga masih berinvestasi di Kota M senilai ratusan triliun.


Belum lagi kontribusinya di perang, itu adalah yang tak ternilai. Lalu, Gubernur juga bercerita mengenai Dara, putri dari Diana yang lucu. Dia tidak mau berpisah dengan ibunya dan memilih tinggal di sana dalam situasi yang berbahaya.


Kelucuan Dara juga terekam saat bertarung dengan Jenderal Joshua. Yang merekam adalah Inspektur Herman, itu memang sengaja diminta oleh Gubernur. Video diputar dalam layar. Semua orang pun tertawan geli.melihat tingkah bocah imut dan polos. Apalagi ketika adegan Jenderal Joshua kalah. Dara merasa menyesal karena membunuh orang.


Kegemasan itu akhirnya membuat para pengusaha memberikan hadiah. Video itu menyebar di kalangan pengusaha dan pejabat. Namun di larang menyebar di masyarakat luas. Itu pesan gubernur.