
Dalam sambutannya di hadapan para prajurit dan pejabat, Gubernur berjanji akan memberikan bonus pada setiap prajurit yang telah ikut berperabg dan berada di area perang. Juga kepada tim medis. Hal itu disampaikan karena usul dari Diana.
Gubernur juga akan berkerjasama dengan Gubernur wilayah lain yang prajuritnya ikut bergabung dalam perang ini.
"Kita semua tahu, perang mendadak ini telah menyita waktu kita juga tenaga kita. Pemerintah akan memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada prajurit yang gugur di medan perang melalui keluarga yang ditinggalkan. Saya pribadi sangat berterimakasih pada Nona Diana yang telah berhasil memimpin pasukan dan memenangkan perang yang mendadak ini."
"Sebagai warga sipil non militer, kontribusinya dalam.perang ini sangat luar biasa. Juga kepada yang lainnya seperti Nona Karmen, Rangga, Tuan Anton juga para sahabat Nona Diana yang lain. Saya diberitahu bahwa, perang terakhir yang maju hanya Nona Diana dan kakaknya. Dan, ketika kakak Nona Diana benar-benar maju, ternyata para siluman menyerah karena ketakutan. Entah siapa pemuda misterius ini. Dia tidak ingin disebutkan namanya, dia mengatakan bahwa, dalam perang ini, selain membela negara, dia juga membantu adiknya. Dua orang yang luar biasa ini sudah terbukti sangat hebat dan mampu mengalahkan monster-monster itu."
"Kalian lihat? Ada prajurit kecil, berdiri di samping Nona Diana?" Tanya Gubernur. Semua mata tertuju pada Dara. Dara yang menyadari itu, tangannya dibuka, lalu tangan itu dia gunakan untuk menutup wajahnya.
Karena tangan kecil itu terbuka, dari sela-sela jarinya, mata Dara mengintip keluar. Hal itu menyebabkannya menjadi semakin imut dan lucu. Tidak ada yang berani tertawa walaupun ingin. Namun, semua orang tersenyum.
Merasa jengkel karena orang-orang memandanginya, Dara marah. Kakinya dihentak-hentakkan ke tanah. Lalu berlari ke Diana, memeluknya dan menyembunyikan wajahnya. Diana hanya tersenyum saja. Namun tidak ada komentar.
"Jagoan kecil kita marah rupanya." Kelakar Gubernur.
Setelah mengakhiri sambutannya, Gubernur langsung menyalami para jenderal dan selanjutnya menuju Diana dan orang-orang terdekatnya.
"Prajurit, kenapa marah-marah? Apakah marah pada Kakek?" Tanya Gubernur.
"Jangan marah lagi, ya. Kakek hanya bercanda. Besok Nenek akan bawakan ayam goreng. Apakah mau?" Tanya Gubernur. Dara lantas menoleh ke arah Gubernur. Dia masih berpikir, tadi dia masih punya banyak ayam goreng. Kalau ditambah lagi, pasti lebih banyak.
Dara melihat ke arah Diana. Melihat reaksinya. Diana pura-pura tidak melihatnya. Lalu tangan Dara mencubit tangan Diana. Dara melipat tangan di dada, lalu membuang muka.
"Bilang kakek. Iya." Kata Diana. Namun Dara masih membuang muka dan marah.
"Baik, besok pagi nenek biar masak ayam goreng dan sayur bayam. Biar prajurit kecil ini sehat untuk melawan musuh." Kata Gubernur.
Dara lalu menoleh dan tersenyum. Namun kemudian dia menutupi mukanya dengan tangan kecilnya.
Upacara telah selesai. Semua prajurit telah membubarkan diri dan kembali ke rumahnya masing-masing. Yang tinggal hanya para jenderal, pemimpin pasukan dan pimpinan medis. Mereka diundang Diana untuk datang di hotel. Karmen sudah mengatur semuanya dan mereka pun segere meninggalkan alun-alun dengan diiringi oleh pendudduk kota yang datang di sana.
Media baik cetak, radio, televisi dan media online semuanya menjadikan Diana sebagai headline news. Foto dan video Diana bersama Galang bertempur melawan monster menjadi konten yang paling dicari, terutama di Kota M.
Di beberala media sosial, nama Diana menjadi trending topik dan memuncaki nama tren nama yang paling banyak dibicarakan.