Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
SMA Kota M


Pagi itu anak-anak sudah mulai datang. Sekolah sudah mulai masuk setelah selama.sepuluh hari diliburkan akibat perang. Mereka begitu gembira karena hari ini bisa masuk sekolah kembali. Walaupun tidak se7mua. Kebiasaan anak sekolah pasti ada yang lebih senang kalau libur.


Jam tujuh lewat seperempat, terdengar bel tanda masuk ke kelas. Semua siswa masuk ke kelasnya masing-masing.


Kelas 3A MIPA. Tertulis di atas pintu. Kelas ini merupakan kelas paling favorit. Selain sebagai jurusan laling unggul, kelas ini dikenal diisi oleh anak-anak yang pimtar dan cerdas.


Saat sedang duduk bergerombol, tampak kepala sekolah masuk bersama seorang siswa perrmpuan dsn seorang laki-laki tampan, dia seorang guru.


Para siswa langsung duduk di bangku masing-masing. Melihat seorang siswa perempuan yabg sangat cantik dan seorang guru muda dan tampan.


"Anak'-anak, Perkenalkan, ini murid baru fi kelas kalian, namanya Erina. Dia baru saja pindah dari Kota S. Karena orang tuanya berivenstasi di provinsi selatan dan proyek harus diawasi, makanya pindah kemari. Baik-baiklah kalian padanya, ya." Kata Kepala Sekolah.


"Ya!" Jawab para siswa kompak.


"Kemudian, perkenalkan ini wali kelas baru kalian, menganggitan guru Denny yang sedang cuti selama satu bulan. Namanya Guru Rangga." Kepala Sekolah kembali memperkenalkan seorang guru, namanya Rangga, masih muda dan tampan.


Siswa perempuan diam-diam mengaguminya. Erina lalu duduk di bangku urutan kedua dari belakang, posisi di tengah.


Siswa laki-laki banyak yaang mencari perhatian. Erina sangat cantik, rambutnya dikuncir dua. Sementara wajahnya tidak ada bekas make up. Dan kecantikannya alami.


"Selamat pagi!" Guru Rangga menyapa.


"Selamat pagi, Guru Rangga!" Jawab para siswa.


"Kalian sudah tahu namaku. Kebetulan aku baru saja pindah dari Kota S juga. Satu kota dengan Erina." Rangga mempeekenalkan diri.


"Guru Rangga!" Panggil seorang siswa perempuan.


"Ya? Siapa namamu?" Jawab Guru Rangga.


"Namaku Listi. Apakah kamu sudah memiliki kekasih?" Tanya gadis itu.


Namun tidak dengan Erina. Dia malah sibuk membaca buku. Entah buku apa yang dia baca. Sementara siswa laki-laki banyak yang memperhatikannya.


"Kekasih, ya? Emmmmm, belum sih. Ada apa rupanya?" Tanya Guru Rangga.


Terlihat wajah gadis yang bertanya tadi memerah. Entah malu atau senang, itu hanya dia yang tahu, dan author tentunya.


"Tidak ada apa-apa." Jawab gadis yang bernama Listi.


Terdengar, "Huuuuuuuu!" Dari teman-temannya.


"Sudah-sudah! Hari ini aku lihat kalian ada jadwal ektra beladiri. Guru kalian adalah Guru Retno dari Gunung Mer, bukan?" Tanya Guru Rangga.


Saat Guru Rangga menyebut Guru Retno, Listi tampak agak muram. Guru Retno merupakan guru beladiri trrmuds dari perguruan Paser Maut di Gunung Mer. Namun, Guru Retno sangat hebat dalam beladiri.


Selain itu, Guru Retno juga ikut dalam perang yang terjadi beberapa waktu lalu. Tentu saja para siswa mengetahui hal itu. Juga, Guru Retno sangat cantik.


Saat itu Erina justru menyimak ketika Guru Rangga menyebut nama Guru Retno. Erina Tampak mengangkat tangannya.


"ya, Erina?" Tanya Guru Rangga.


"Apa kamu yakin itu Guru Retno?" Tanya Erina.


"Tentu saja, Erina. Aku membaca jadwal pelajaran kalian hari ini. Selain Matematika dan IPA, kalian ada mata pelajaran tambahan, yaitu olahraga beladiri. Guru yang mengajar kalian adalah Guru Retno dari Gunung Mer." Jawab Guru Rangga.


"Baiklah, terimakasih." Balas Erina.


"Huh! Aneh!" Gerutu Listi. "Buat apa berterimakasih kalau hanya jawaban begitu?"


Erina hanya diam saja. Toh itu bukan hal yang penting baginya.