Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Pertapa Sakti


Saat sampai di bawah pohon besar, tiba-tiba kuda berhenti dan langsung berjingkat-jingkat. Diana terkejut dan hampir jatuh. Pohon itu terlalu besar dan memiliki daun yang sangat lebat.


Jika melihat ke atas, maka tidak akan terlihat apapun kecuali daun yangbterlihat dan carang. Kuda Diana kini malah berlari memutari kayu besar itu. Kuda putihbitu tampak seperti sedang bergembira.


"Putih! Kamu kenapa?" Tanya Diana pada kudanya. Kuda itu terus saja berlari dan memutari pohon besar.


Tiba-tiba kayu besar itu bergetar. Dahan kayu terlihat bergerak-gerak. Ada banyak daun yang jatuh ke tanah.


Berikutnya, sebuah katak raksasa sebesar kuda turun dari kayu besar itu. Lalu, katak itu segera melihat ke arah kuda Diana.


Kuda Diana berhenti dan kemudian juga memandang ke arah katak besar itu. Diana jelas kaget melihat katak sebesar itu. Dan ini baru pertama kalinya.


Namun, kagetnya Diana tak berlangsung lama, katak itu segera melompat menjauhi pohon. Kuda Diana juga langsung memgikutinya.


"Putih! Kita kemana?" Diana bertanya lagi. Namu kuda Diana tidak peduli, berjalan lebih cepat mengikuti katak raksasa ke arah bebatuan yang makin dekat.


Katak raksasa yang dilihat Diana kini makin cepat melompat. Bahkan kuda Diana tertinggal jauh. Diana makin penasaran. Katak berwarna kecoklatan dan berkulit halus, tubuhnya sebesar kuda, namun bisa melompat sangat jauh. Itu sangat tidak masuk akal.


Diana sekarang tidak bisa melihat katak raksasa itu. Kudanya berlari makin kencang seolah sedang mengejar katak. Di depan sana, bebatuan makin banyak dan besar-besar.


Diana heran juga, kudanya berlari kencang tanpa terganggu oleh bebatuan. Setrlah beberapa menit berlari kencang, kuda itu berhenti tepat di sebuah mulut goa yang cukup besar.


Ada aliran air dari dalam.mulut goa seperti sungai kecil dengan air yang sangat jermih. Diana memperhatikan sekeliling. dia sama sekali tidak melihat ada tumbuhan lain selain dari pohon bambu berwarna kuning berada di atas dan sping mulut goa.


Kuda Diana kini berjalan perlahan memasuki mulut goa. Tak tampak goa itu ada tanda-tanda kehidupan. Tidak ada bekas manusia maupun hewan pernah keluar masuk goa.


Saat berada di dalam, goa itu gelap di bagian depan. Namun, ketika masuk lebih dalam lagi, ada cahaya yang lumayan terang berwana biru. Sebuah obor besar terlihat memyala di beberapa sudut goa. Saat Diana memandangi sekeliling, dia melihat katak raksasa sedang berada di depan sebuah pintu dari batu.


"Aku sudah menunggumu sejak lama!" Terdengar suara sorang laki-laki tua. Suaranya serak dan terdengar memiliki aura yang sangat kuat.


"Diana! Kemarilah!" Suara itu memanggil Diana.


Diana turun dari kuda dan lebih waspada. Diana melihat pintu batu itu terbuka perlahan. Katak raksasa menyingkir dari depan pintu.


Ruangan itu terlihat tidak terang. Hanya cahaya obor dari luar yang masuk dan Diana melihat ada seorang lelaki tua berambut putih pamjang. Wajahnya putih bersih. Tidak ada jenggot maupun kumis. Sepertinya orang tua itu sangat memperhatikan penampilan.


"Masuklah, Diana! Aku sudah lama menunggumu!" Kata suara dari dalam ruangan.


"Siapa kamu?" Tanya Diana. Lalu Diana masuk dan melihat langsung wajah pria tua itu. Wajahnya tampak segar dan hanya sedikit keriput saja.


"Aku? Bukankah Nenekmu yang mengutusmu kemari? Aku mengenalimu karena kamu membawa sesuatu. Kamu adalah keturunanku langsung. Kakekmu adalah keturunanku. Dan kamu harus memanggilku leluhur. Berikan jimat yang diberikan nenekmu padaku." Jawab lelaki tua itu.


"Leluhur! Aku kemari karena penasaran cerita orang-orang bahwa di lembah ini ada seorang pertapa sakti. Benarkah kamu adalah leluhurku?" Tanya Diana lagi.


"Akulah yang kamu cari. Aku yang memguasai Lembah Katak. Tidak ada yang berani kemari kecuali mereka mencari mati." Jawab lelaki berambut putih.


"Bukankah pasukan dari negeri seberang sekarang sedang berkemah di lembah ini?" Tanya Diana dengan penasaran.


"Betul, dan mereka akan segera mati jika tidak segera pergi!" Jawab peia tua.


"Leluhur! Mereka adalah musuhku, biarkan aku yang akan menghukum.mereka!" Diana menimpali.


"Aku tahu, karena itulah aku benar-benar memiliki keturunan yang pemberani dan juga hebat. Aku akan membantumu!" Sahut lelaki tua.


"Diana!" Lelaki tua itu mulai serius. "Nenekmu menitipkan sebuah barang padamu. Berikan padaku!"


Diana lalu merogoh kantong bajunya. Lalu dia memgeluarkan sebuah batu berwarna merah dan memberikan pada pria tua itu.