Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Anak Emas


Diana membaca sebuah dokumen yang disodorkan oleh walikota. Diana membaca dengan seksama dokumen yang mencatat namanya itu.


Dalam dokumen itu, Diana melihat beberapa tanda tangan. Di antaranya adalah Gubernur, Walilota, Jenderal Joshua, Inspektur Herman, dan Kepala Senat Kota M.


Dalam dokumen tercantum nama Diana dan Dara. Mereka disebut sebagai anak emas Kota M. Ada hak istimewa diberikan kepada Diana dan Dara. Itu juga berlaku untuk orang terdekat mereka. Keduanya dan keluarganya akan diperlakukan khusus sebagai warga kehormatan Kota M.


"Apakah ini tidak berlebihan?" Tanya Diana.


"Tidak, Nona. Itu bagi kami malah sebuah kehormatan. Anda dan Dara akan mendapat pangkat militer dan polisi, boleh diambil salah satunya. Itu sudah kesepakatan kami." Jawab Walikota.


"Baiklah, aku ikut aturan kalian saja." Jawab Diana. Lalu menyerahkan salinan dokumem ke Karmen.


"Baik, aku tidak akan membahas hal lainnya, tapi aku hanya memiliki permintaan, baik kepada walikota, Gubernur dan semua instansi. Mengenai para prajurit yang tewas, sebaiknya keluarga diberi santunan yang memadai. Kepada pemimpin pasukan harap mempertimbangkan untuk mencatat siapa-siapa yang tewas, teluka, cacat. Semua harus mendapat santunan yang sesuai."


"Bagi yang suaminya tewas. Jika memang membutuhkan pekerjaan, bisa bekerja di perusahaanku nanti di selatan Kota. Semua harus mendapat perhatian. Jangan ketika orang terpandang baru mendapat perhatian. Itu biasa terjadi, bukan?" Itu saja saran dari Diana.


Mengapa harus melakukan pertemuan? Pertama, saat ini Diana sangat dihormati di Kota M. Jadi apapun yang dia ucapkan pasti akan dituruti. Bukan berarti dia merasa tinggi hati, namun, ini adalah kesempatan untuk menolong mereka yang selama ini tidak mendapat perhatian.


"Aku akan mengawasi pemberian santunan. Jadi itu benar-benar tidak boleh diabaikan." Diana mengakhiri ucapannya.


"Itu sangat bagus, memang hal.itu harus, mengingat perang mendadak ini bukan perang dengan manusia biasa. Mereka berani maju itu sudah hal yang luar biasa. Walaupun itu harus." Sahut Gubernur mendukung Diana.


"Baik, Nona. Kami sangat senang Anda membantu kami." Jawab Alfonso.


*******


Galang dan rombongan sudah sampai di Gunung Mer. Saat masuk, El sudah ada di sana sedang duduk sendirian di teras depan. Saat Galang masuk, El segera berlutut dan memberi salam.


Tampak bersama Galang ada Josh, David dan Mei. Josh akan berlatih di Gunung Mer atas inisiatif Galang. Dan itu disetujui oleh David dan Mei.


Yang lain merupakan guru dan murid yang baru saja ikut dalam perang melawan makhluk siluman. Mereka pun berhenti di sana saat berpapasan dengan El yang sedang berlutut.


"Tuanku, maaf, tempat ini tidak mewah, inilah tempat kami." Kata Guru Galuh saat sudah berada di teras.


"Aku bahkan bisa bertempat di manapun, Guru Galuh. Jangan sungkan." Jawab Galang.


Para guru dan murid sempat bertanya-tanya pada Guru Galuh soal.Galang, namun Guru Galuh menjawab bahwa akan memberitahu mereka saat sudah di Gunung Mer.


"Besok pagi, kita akan mengadakan pertemuan, para guru silahkan atur. Ada tamu istimewa di tempat kita. Sesudah ini, kita akan berlatih dengan keras agar ke depan kita semakin disegani." Kata Guru Galuh.