Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Melakukan Tindakan


Setelah Diana masuk ruang pertemuan, Evi, Ratih dan Jimmy masih terbengong dan tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan. Bukan itu Diana? Anak miskin teman sekolah mereka?


"Aku tidak percaya Diana adalah CEO. Bagaimana mungkin dia bisa menjadi CEO?" ratih sangat kesal. Diana memang gadis tercantik di sekolahnya dulu. Banyak siswa laki-laki yang mengejarnya namun Diana lebih memilih tidak menanggapinya.


"Benar, jangan-jangan dia simpanan dari orang kaya. Yang aku tahu dia itu dulu bekerja di gudang barang bekas." Sahut Evi.


"Apa yang kalian katakan? Nona Diana adalah pemilik persahaan ini dan semua perusahaan di Kota S termasuk Dara Shinta Food dan perusahaan properti. Kamu jangan bicara sembarangan. Kalau terdengar pimpinan, kamu bisa dipecat." Jawab seseorang.


"Sebaiknya diam saja, daripada nanti dapat masalah." Ujar yang lain.


*******


Setelah mendapat penjelasan Anton, Galang pun tahu kekuatan Bai Lang. Mereka cukup kuat. Saat Galang, Naomi dan Nenek Diah berada di aula tempat lelang, Rangga, Anton dan Liano melakukan penyelidikan. Melakukan beberapa hal hingga tahu di mana Ken yang asli disekap.


Galang akan segera mengambil tindakan. Dia memang tidak bisa melihat orang tertindas. Itu akan membuat jhatinya tidak tenang. Sama seperti ketika dia tidak mempercayai cerita Diana dan Neneknya, setelah dia tahu, akhirnya hatinya tidak tenang. Dia terus merasa bersalah dan harus segera menemukan Diana dan Nenek.


"Kapan kita bergerak, Paman?" Tanya Galang.


"Nanti setelah kamu mendapatkan Seribu Pil Ajaib. Kata nenekmu, berkat penawar racun Klan Harimau, sekarang racun dalam tubuhmu sudah musnah. Kamu juga sudah berlatih olah pernafasan. Jadi tubuhmu siap menerima segala kekuatan. kamu akan bertambah kuat nantinya." Jawab Anton.


""Kakek Li sudah memeriksa pil ajaib yang akan dilelang, itu adalah asli. Dan kamu harus mendapatkannya." Anton bicara lagi.


"Baiklah, Paman. Aku sudah siap." Galang mengangguk. Lalu pergi meninggalkan kamat Anton.


******


Di Ruang Pertemuan


Diana duduk di kursi utama. Di sebelahnya, duduk jagoan kita Dara yang sedang sibuk makan ayam goreng kesukaannya. Wajah dan pakaiannya sudah tidak karuan lagi. belepotan.. Sementara para direktur dan manajer duduk mengelilingi meja di kiri dan kanan Diana.


"Aku berharap, tidak ada satupun yang berniat bekerjasama dengan Rocky. Jika itu terjadi, maka tidak akan ada ampun. Aku ingin melihat bulan depan, bagaimanadengan keutungan perusahaan kita. Baik perusahaan ini dan lainnya. Jika Rocky datang dan ingin mengacau, segera lapor. Aku akan menghadapinya." Diana menoleh ke arah Dara dan tersenyum.


"Kalian semua tidak perlu takut, kalian berada di pihak kebenaran. Maka sekalipun mati, harus dihadapi. Bagaimana bisa menggaji karyawan jika keunbtungan perusahaan selalu diambil orang? Lama-lama persahaan juga akan bangkrut. Aku tidak main-main, jika Rocky berani mengambil hak yang jadi milik kita, maka aku yang akan mendatanginya dan menghajarnya sampai mati.


Mendengar itu, semua orang yang hadir sangat ketakutan. Nona Diana memang sangat berani. Rocky orang yang sangat hebat. Apakah Nona Diana berkata dengan sungguh-sungguh?


Ada beberapa orang yang terlihat ragu. namun hanya disimpan dalam hati.


Itu hanya sebuah pulpen. Tapi bisa menghancurkan sebuah vas yang terbuat dari beton. Jika bukan karena kekuatan yang melempar, maka pulpen itu yang akan hancur. Mereka semua semakin takut jika berurusan dengan Diana.


Hanya Dara yang sama sekali tidak peduli dan tidak takut. Buktinya tadi di luar dia marah-marah dan menghentak-hentakkan kakinya di tanah, dan saat itu Diana malah tersenyum. Ya, Diana adalah ibunya, jadi Dara berpikir, ibunya tidak akian mungkin bermasalah dengan kemarahannya. Malah akan tersenyum.


Dara masih suka sekali dengan ayam goreng terutama bagian paha. Namun Dara juga suka makan sayur, terutama bayam. Jadi tubuhnya tetap sehat, kecang. Dan walaupun dia gemuk, tapi kulitmya juga tidak kendor. Sayuran hijau bisa membuat anak-anak menjadi sehat dan tidak mudah terserang penyakit. Justru jajanan kemasan sebenarnya tidak baik untuk anak-anak. Itu adalah sumber penyakit jika dikonsumsi dengan berlebihan.


Diana dan semua orang yang ada di sana memandang ke arah dara, Kebetulan Dara juga menatap Diana, lalu Dara nyengir, Dara juga menatap orang-orang itu bergantian sambil nyengir. Diana dan orang-orang itu pun tersenyum melihat tingkah Dara. Lalu Dara membuang muka.


"Paman Arya, aku ingin tahu perusahaan rekanan kita. Bagaimana kekuatan finansial mereka. Tolong berikan data padaku nanti sore dan kirim ke rumah. Aku ingin mempelajarinya. Aku akan membuat aturan baru di perusahaan ini." Kata Diana pada Arya.


"Baik, Nona." Jawab Arya.


"Aku tidak bisa setiap hari datang kemari, jadi bekerjalah dengan baik dan gunakan kekuasaan untuk bekerja sesuai kekuasaannya. Jangan menindas bawahan dan berikan kenyamanan pada setiap orang. Itu saja sudah cukup." Diana memberi pesan pada setiap orang.


"Baik, Nonan!" Jawab mereka bersama.


"Paman Arya, nanti malam, paman ajak para Dirut untuk datang ke Dara Shinta Food. Aku ingin bertemu mereka semua. Dan hari ini selesai. Kalian bisa bekerja kembali." Pesan terakhir Diana.


Arya mengiyakan dan Diana berdiri, mendatangi Dara, mengambil tisyu dan mengelap wajah dan pakaian Dara dengan pandangan semua orang. Banyak di antara mereka yang memuji kepemimpinan Diana. Dia sangat bijaksana dan tegas, dan juga sangat berani mengambil resiko. Sebagai pemilik perusahaan, Diana adalah tipe orang yang bisa menjadi idola di kalangan anak muda.


Diana masih muda, sangat cabntik, tapi juga sangat berwibawa. Dia berani melawaan dominasi Rocky, itu adealah sesuatu yang patut dikagumi. Bukan saja karena Diana memiliki kekuatan, tapi juga karena tindakannya itulah yang sangat dikagumi. Menyadarkan setiap orang, bahwa bekerja harus memiliki tanggung jawab atas pekerjaannya.


Akhirnya Diana dan Dara pun berjalan keluar dari ruangan diiringi oleh para direktur dan manajer. Dengan dibimbing oleh Arya, Diana mengecek setiap departemen. Diapun memberi pesan-pesan di setiap kantor yang dia kunjungi.


Terakhir, dia mendatangi departemen keuangan. Kebetulan, Ratih, Evi dan Jimmy bekerja di sana. Mereka yang yalihat Diana, lalu segera berdiri dan membungkuk hormat.


Diana memandang Jimmy, Ratih dan Evi, "Ada beberapa kebiasaan yang harus segera dihilangkan. Setiap orang punya masanya ketika dia miskin, mudah ditindas dan gampang dihina. Tetapi, kita tidak tahu ke depannya orang itu akan menjadi apa. Jadi jangan mudah menindasd, menghina dan mengintimidasi seseorang hanya karena melihat latar belakangnya tempo dulu."


Mendengar itu, Jimmy, Ratih dan Evi sangat ketakutan. Keringat dingin mengucur dengan deras di wajah mereka.


"Nona, apakah ada kesalahan yang dilakukan oleh beberapa orang di sini? Kalau iya, biarkan aku memecatnya!" Kata ARya ketika mendengar ucapan Diana.


Diana mengangkat tangan. Diana tidak ingin bertindak arogan. Dia yakin bahwa Ratih dan Evi pasti sudah menyadari kelakuan mereka. Dan mereka pasti tidak akan menguilanginya lagi.